
Pagi hari itu Suja bangun dari pembaringannya di atas lantai setelah semalaman diomeli oleh Liuyun, semalam dia terkena omelan panjang ala ibu-ibu yang didengungkan oleh Liuyun karena Suja menolak untuk pulang ke kota Chang An.
"Ne Liuyun, memangnya kamu tidak mau pulang duluan apa? Aku janji kok, nanti setelah ikut pelelangan terus ketemu sama Guru Besar saudara Wu Dao Guru Great Monk aku bakalan pulang ke Chang An".
"Tidak! Aku akan mengikutimu sampai kamu mau pulang ke Chang An, dan jangan pernah kamu mencoba kabur lagi kalau tidak!".
"Hiiiiii!!!!!".
Yah begitulah pagi itu mereka mulai dengan ancaman dari Liuyun, sekarang ini mereka tengah menikmati sarapan di ruang makan penginapan.
"Bisa beri tahu di mana tuan muda Xi Suja menginap?".
"Hmm?".
Tempat mereka duduk memang berada di dekat penerima tamu jadi Suja bisa mendengar pertanyaan itu, di meja penerima tamu berdiri seorang laki-laki berpakaian penjaga yang tengah bertanya pada penerima tamu itu.
"Aku di sini!".
Laki-laki itu menoleh saat mendengar suara Suja, saat dia melihat seorang pemuda melambaikan tangan dia sadar bahwa pemuda itulah yang dicarinya sehingga dia mendekati tempat Suja dan Liuyun tengah duduk.
"Maaf mengganggu senior, apakah senior ini benar tuan muda Xi Suja?" Suja mengangguk oelan.
"Iya, ada apa?".
"Begini tuan muda, saya membawa pesan dari ketua Baiyi yang katanya harus disampaikan pada tuan muda segera".
"Hmmm, apa pesannya?" Bukan Suja yang menjawab melainkan Liuyun yang dari tadi diam menikmati teh rumput perak yang diberikan Suja.
"Maaf senior, ketua Baiyi mengatakan bahwa pelelangan akan dimulai nanti siang. Jadi tuan muda diharapkan untuk bersiap menghadirinya, ketua Baiyi juga berpesan agar saat tuan muda sampai di gedung acara tuan muda bisa langsung masuk ke ruangan VIP 1".
Suja mengernyit heran "Kenapa dimajukan? Bukannya lelang akan dilaksanakan esok hari?".
"Benar tuan muda, seharusnya lelang memang akan dilakukan besok tapi Persatuan Alchemist mendapatkan beberapa orang yang melelang banyak barang jadi kuota barang yang akan dilelang sudah penuh. Dan juga lelang akan dibagi dua sesi, yang pertama nanti siang dan yang kedua nanti malam karena nanti malam perwakilan dari Istana Teratai atau perwakilan dari Kaisar Lin dan juga perwakilan dari Light Thunder Temple akan hadir di lelang sesi kedua".
"Ooohh, ya sudah kami akan datang nanti siang. Terima kasih sudah menyampaikan pesannya, ini untukmu".
Tangan laki-laki itu bergetar saat melihat sebuah Spirit Stone berwarna hijau cerah dan juga cukup besar yang dia terima, matanya hanya bisa menatap Suja dengan pandangan tidak percaya.
"Ta-tapi senior, apakah tidak apa-apa saya menerima Spirit Stone ini? Bukankah ini Spirit Stone Mid-grade?" Suja mengangguk pelan.
"Ya, itu buatmu. Aku punya banyak batu tidak berguna seperti itu, selain itu pesan yang kau bawa lebih berharga dari seonggok batu hijau kecil ini".
Laki-laki itu menganga mendengar jawaban acuh dari Suja, entah apakah dia harus menangis atau tertawa saat melihat sebuah Spirit Stone Mid-grade yang sangat berharga bisa dianggap batu tidak berguna oleh Suja.
Memang untuk Suja Spirit Stone itu tidak berharga, tapi bagi mereka yang memiliki masalah dalam praktik sangat menginginkan Spirit Stone Mid-grade itu karena mereka bisa menyerap Qi yang terkandung di dalamnya untuk menaikkan tingkatan kultivasi mereka jika mereka tidak bisa naik tingkat dengan menyerap Qi dari alam.
Spirit Stone sendiri terbagi menjadi empat tingkat diwakili dengan warna dan ketebalan Qi yang terkandung di dalamnya, setiap Spirit Stone sangat berharga bagi cultivator apalagi mereka yang menjadi Rogue Cultivator karena hanya Spirit Stone yang bisa mereka gunakan untuk membeli senjata spiritual maupun sumber daya dan juga pil.
Spirit Stone sendiri terdiri dari warna kuning yang merupakan Spirit Stone Low-grade, bentuknya kecil seukuran batu kerikil dan kandungan Qi di dalamnya bisa mengisi seperempat Dantian seorang cultivator.
Spirit Stone Mid-grade berwarna hijau, ukurannya sendiri dua kali lebih besar dari yang berwarna kuning dan ketebalan Qi juga bisa untuk mengisi setengah Dantian cultivator.
Dan yang terakhir adalah Spirit Stone Top-grade yang berwarna putih kebiruan dengan ukuran yang setidaknya sebesar bola baseball, kandungan Qi di dalamnya juga sangat besar yang mana mampu mengisi penuh Dantian cultivator dan jika yang menyerapnya adalah mereka yang masih berada di Forging Qi maka mereka bisa naik tingkat setidaknya dua tingkat karena ketebalannya yang luar biasa.
Cultivator biasanya memiliki Spirit Stone Low-grade dan sebagian memiliki yang Mid-grade, untuk yang High-grade dan Top-grade sendiri biasanya dimiliki oleh sekte-sekte menengah dan besar karena kedua tingkatan Spirit Stone itu sangat berharga karena bisa digunakan sebagai alternatif jika mereka berada di tempat dengan ketebalan Qi yang tipis.
"Ya sudah kami mau makan dulu, apa masih ada lagi pesan dari ketua Baiyi?".
"Ti-tidak ada senior, kalau begitu saya pamit dulu dan terima kasih banyak atas kebaikan hati senior dan tuan muda!" Suja mengangguk pelan.
Laki-laki itu keluar dari penginapan dengan wajah berseri-seri, tidak pernah dia menyangka akan mendapatkan keberuntungan hanya karena menyampaikan pesan dari bosnya.
"Murah hati sekali kau ini, apa kau tidak tau seberapa berharganya Spirit Stone Mid-grade? Aku saja meskipun punya banyak tidak akan kubuang begitu saja, memangnya seberapa kaya kamu ini?!" Suja hanya bisa meringis mendengar sindiran Liuyun.
"Yah kan memang benar aku tidak terlalu membutuhkan batu itu selain untuk berbelanja, lagian aku juga mau beli apa?
Sumber daya? Aku punya banyak dan juga entah kapan akan habis.
Senjata? Aku juga punya banyak, Cruelest Immortal memberikan banyak senjata spiritual padaku sebelum dia pergi.
Pill? Lah aku kan sebentar lagi juga bisa menyuling pil, kalaupun aku butuh tinggal ambil di Asosiasi.
Mau beli apa lagi memangnya yang butuh Spirit Stone? Pulau? Aku sudah punya, Cruelest Immortal bilang aku bisa memindahkan Pulau Teratai Putih kemanapun aku mau jika mampu.
Buat diserap Qi di dalamnya? Buat apa? Itu cuman Spirit Stone Mid-grade, mana bisa ngisi semua Spirit Root milikku yang jumlahnya saja sampai sebelas.
Walaupun aku mau menyerap Qi dari Spirit Stone, aku punya banyak Spirit Stone Top-grade jadi mau buat apa yang Mid-grade coba?".
Bukan hanya Liuyun yang tercengang mendengar perkataan itu, semua cultivator yang menikmati sarapan di dekat mereka juga banyak yang tercengang bahkan ada yang sampai pingsan dan muntah darah mendengar Suja yang memandang rendah Spirit Stone Mid-grade.
'Seberapa kaya orang itu?'.
Suja menikmati sarapannya dengan tenang dan menghiraukan yang lain, dia tidak sadar ada beberapa orang yang menatapnya dengan pandangan serakah saat mendengar ucapannya yang meremehkan Spirit Stone Mid-grade da mempunyai banyak Spirit Stone Top-grade.
"Terserah kamu saja lah".
Liuyun menyerah dan menatap mereka yang menatap Suja dengan pandangan serakah, dengan Divine Sense dia menyerang mereka membuat beberapa orang itu kehilangan kepala mereka.
AAHHHH…..!!!!!
"Ha~h merepotkan saja!" Gerutuan Liuyun sama sekali tidak diindahkan oleh Suja yang masih asyik makan sementara pikirannya melayang entah kemana karena terbayang daging lembut dan halus yang dia remas semalam.
.
.
.
.