
Sebelumnya…………...
"Benar, memang itulah yang terjadi saat ini. Dan dengan kejadian ini pula aku bisa mendapatkan Poison Grass itu sebanyak mungkin, jika aku bisa mendapatkannya sudah pasti kultivasi ku akan menembus ranah di atas Nirvana Holy Emperor Realm hahahaha…….!!!!!!!" (Perempuan 2).
Tiga juniornya tersenyum masam, mereka merasa kekuatan mereka hanya akan menjadi semut di hadapan senior mereka ini.
.
.
.
Oh iya maaf, di chapter sebelumnya saya menuliskan adegan ada banyak racun yang keluar dari tubuh Suja dan jatuh ke rerumputan.
Itu lupa saya tulis kalau Suja dibawa melayang oleh cahaya merah yang keluar dari tubuhnya, jadinya agak sedikit kurang masuk akal kalau ada rumput padahal dia sedang direndam.
Maafkan kesalahan author karena lupa ditulis, inilah manusia yang selalu lupa hal-hal yang dianggap remeh.
.
.
.
Tubuh Suja melayang semakin tinggi dengan cahaya merah yang keluar dari tubuhnya semakin terang, semakin tinggi tubuhnya melayang semakin banyak pula esensi racun ular hijau keluar dari tubuhnya.
Empat orang yang mengawasinya dari balik cermin semakin tak percaya melihat banyaknya esensi racun yang keluar dari tubuh Suja dan menciptakan semakin banyak Poison Grass atau rumput racun dengan tingkat kepekatan yang sangat tinggi, semakin banyak esensi racun yang keluar dari tubuhnya semakin cerah pula ekspresi wajahnya.
Api biru dari esensi darah Flame Phoeniks yang ada kembali membakar tubuh Suja, jika sebelumnya tubuhnya dibakar dengan intensitas panas yang tinggi kini api biru itu tidak panas melainkan sangat dingin.
"Uh kenapa udara di sini menjadi dingin? Bukankah di sini tidak ada yang memiliki elemen es?" (Perempuan 1).
"Benar, kita memang tidak memiliki elemen es tapi udara dingin ini berasal dari api biru yang membakar pemuda itu" (perempuan 2).
"Hah?! Bukankah tempat kita saat ini di dunia atas?! Bagaimana bisa udara dingin ini berasal dari api biru yang membakar pemuda itu!?" (Laki-laki 2).
"Benar senior, bagaimana mungkin udara dingin yang kita rasakan saat ini berasal dari api biru itu!?" (Perempuan 1).
Perempuan kedua yang melihat ekspresi tak percaya kedua temannya itu tidak bisa menjawab, dia juga tidak mengetahui kenapa udara dingin dari api biru itu bisa sampai di tempat mereka tapi dia bisa merasakan bahwa api biru itulah yang mengirimkan udara dingin itu.
"Lihat…!!! Tubuhnya mulai cerah lagi……!!!!" (Laki-laki 2).
Keempatnya memperhatikan perubahan tubuh Suja yang mulai menunjukkan perubahan, tubuh Suja sudah tidak lagi terbakar api biru Flame Phoeniks dan tidak ada lagi esensi racun yang keluar dari tubuhnya.
Perlahan-lahan cahaya merah yang menyelimuti tubuhnya mulai digantikan oleh cahaya putih yang sangat menyilaukan bahkan empat Dao Beast yang selalu memperhatikan tuan mereka sampai harus menutup mata, empat orang yang memperhatikan mereka juga tidak bisa tidak menutup mata karena terlalu terangnya cahaya itu.
Setelah dua menit tubuh Suja tertelan cahaya putih itu, perlahan-lahan cahaya terang itu mulai memudar dan memperlihatkan raga Suja yang mulai cerah kembali dan beberapa cairan racun yang keluar dari mata, hidung, telinga, dan mulutnya.
"Sepertinya tuan sudah terbebas dari semua racun-racun itu….!!!!".
Long sangat antusias melihat tubuh tuan mereka yang sudah mulai cerah kembali, rona wajah Suja yang sebelumnya tidak bisa mereka lihat kini terlihat jelas dan menampakkan ekspresi kesakitan yang hebat.
"Tapi kenapa tuan terlihat sangat kesakitan….??? Apakah masih ada racun yang tersisa di dalam tubuh tuan….???".
"Entahlah, akupun juga tidak tahu tapi yang jelas kondisi tuan sedikit lebih baik daripada yang tadi".
Tubuh Suja melayang semakin tinggi dan kali ini mulutnya terbuka, dari tubuhnya terlihat sebuah asap putih yang merupakan rohnya yang keluar dan melesat keluar dari ruang dimensi dan naik ke langit.
Long, Radit, Tasya, dan Genta terkejut melihat itu.
"Sepertinya ada sesuatu yang menarik roh tuan kita, semoga saja itu bukan sesuatu yang buruk".
Di tempat lain roh Suja terus tertarik oleh sebuah kekuatan yang tidak dia ketahui dari mana asalnya, kekuatan yang menariknya sangat kuat membuatnya tidak bisa melepaskan diri meskipun sudah berusaha keras.
Roh Suja terus terbang melewati atmosfer dunia itu dan menembus ruang angkasa, kecepatan terbang rohnya mungkin mencapai dua kali kecepatan suara karena sangat cepatnya rohnya melintasi ruang angkasa dan memasuki ruang angkasa di dimensi yang berbeda.
Setelah melewati dua belas ruang angkasa berbeda, akhirnya kecepatan roh Suja mulai pelan dan akhirnya berhenti di satu ruang angkasa yang entah mengapa sangat mirip seperti ruang angkasa yang biasa dilihat dari Bumi.
"Di mana ini? Kenapa ruang angkasa ini terlihat sangat mirip dengan ruang angkasa di galaksi bima sakti? Dan bukankah itu matahari? Kenapa matahari itu berwarna kuning?".
Suja yang dalam bentuk roh terpaku perhatiannya pada sebuah ah entah satelit ataupun planet, yang jelas planet itu berwarna kuning cerah dan menyebarkan hawa panas yang luar biasa.
"Di mana ini? Kenapa rohku bisa tertarik ke tempat ini? Siapa yang menarik rohku? Ataukah sudah mati lagi?".
"Benar…!!!! Kau memang sudah mati…..!!!!".
Entah dari mana datangnya suara itu namun intonasinya yang dalam membuat Suja bergetar ketakutan, suara itu membuat rohnya terlihat semakin samar menandakan rasa takutnya yang besar.
"Si-siapa kamu….!!!???? Tunjukkan wajahmu….!!!!".
"Hahahahaaaa……..!!!!!! Seekor semut yang tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik ingin melihat wajahku…..!!!??? Benar-benar lancang…..!!!!".
WUUUUUUUSSSSSSS………….
"UHUK UHUK…….!!!!!!".
"Semut kecil, kau sudah diberikan kesempatan hidup kedua kali bahkan istrimu juga kami hidupkan kembali di dunia itu. Kami hanya meminta kamu untuk terus bertambah kuat untuk menjaga dunia itu dari serangan penduduk dunia lainnya, tapi kau justru mati hanya karena serangan racun dari Green Poison Snake.
Kau benar-benar telah mengecewakan kami, untuk itu kami akan mengirimkan jiwamu ke neraka dan membiarkan nasib buruk menimpa keluargamu hahahahhahaa……..!!!!".
"A-apa yang akan terjadi pada keluargaku…..!?".
"Tidak terlalu banyak, hanya saja ibumu akan menjadi penghangat ranjang para jenderal iblis dan pasukannya. Selain itu istrimu dan semua perempuan yang kau dekati termasuk calon anak perempuanmu akan menjadi budak penghangat ranjang semua pasukan iblis, tubuh mereka yang benar-benar menggoda akan membuat mereka menjadi santapan lezat para iblis di atas ranjang mereka setiap harinya.
Dan kamu tidak akan bisa menyelamatkan mereka, karena kamu telah mati setelah mengecewakan kami hahahahaha……!!!!!!".
Rasa takut dan benci serta kemarahan menguar dari roh Suja yang membuat rohnya terlihat seperti asap merah yang samar-samar, amarahnya membuat rohnya semakin berwarna merah disebabkan oleh kemarahan dan kebenciannya akan sesuatu.
"Jangan pernah berpikir aku dengan rela begitu saja kalian buang ke neraka….!!!! Aku adalah Xi Suja……!!!! Dan aku tidak pernah mengakui keberadaan dewa manapun kecuali penciptaku…!!!.
Saat ini juga, aku menantang kalian untuk melihat apakah aku mampu atau tidak untuk menjaga dunia itu dan semua isinya dari serangan siapapun dan dari manapun mereka datang menyerang kami…..!!!!!".
"Hahahahhaa…….!!!!!!"...
.
.
.
.
Maaf cuman segini dulu, ide untuk melanjutkan plot dan alur cerita sebuah novel sangat sulit untuk didapatkan.
Untuk satu chapter ini saja kadang membutuhkan waktu dua sampai tiga hari untuk dibuat, sementara hanya membutuhkan waktu beberapa menit bahkan detik untuk membacanya.
Salam dari author, Suja Andy.