
Suqian membawa mereka menuju lantai lima atas permintaan Suja, penerima tamu di restoran itu tidak bisa menolak apalagi setelah Suqian mengeluarkan aura Nascent Soul miliknya.
Seorang pegawai segera menemui mereka saat Suja sudah duduk di meja bersama Wu Dao, Suqian dan yang lain memilih duduk di meja lainnya.
"Salam tuan muda, silahkan dipilih" Suja mengambil buku menu yang diberikan pegawai itu.
Kebanyakan menu yang dihidangkan dihargai dengan ratusan sampai ribuan Spirit Stone sesuai dengan menu dan cara pengolahannya, Wu Dao yang mengintip buku menu itu tercengang saat melihat harga yang tertera.
"Saudaraku, bukankah makanan di tempat ini terlalu mahal jika hanya untuk kita semua?" Suja menoleh mendengar Wu Dao berbicara.
"Kakak Wu, kau tenang saja. Bahkan restoran utama mereka saja bisa kubeli, makanan dengan harga seperti ini hanya seperti membeli manisan untukku".
"Kau, hidangkan semua menu terbaik yang kalian miliki! Oh iya, jangan lupa juga berikan arak terbaik kepada kami semua, jangan terlalu lama!" Pegawai itu mengambil buku menu.
Wu Dao dan pegawai itu tidak bisa tidak tercengang, hidangan yang dipesan oleh Suja jika dihitung akan mencapai satu juta Spirit Stone!.
"Hidangan akan segera diantarkan tuan muda! Saya permisi untuk mengambil arak pesanan tuan muda dulu!" Pegawai restoran segera berlalu untuk memberitahu managernya, dia tidak percaya diri melayani pelanggan yang memesan sebanyak itu.
Beberapa saat kemudian beberapa hidangan diantarkan oleh pramusaji, seorang pria paruh baya juga ikut mengantarkan hidangan itu.
"Tuan muda, silahkan hidangannya" Suja mengangguk, dia mencicipi hidangan daging kalajengking rebus di depannya.
Suqian dan yang lainnya memilih menikmati arak lebih dulu, Wu Dao yang paling akhir mengambil hidangan yang disediakan.
"Tuan muda, apakah hidangan kami tidak menyenangkan anda?" Pria paruh baya itu bertanya saat melihat ekspresi Suja setelah mencicipi kalajengking itu.
"Tidak, hidangan ini semua enak. Bisa aku bertemu manager tempat ini?" Pria paruh baya itu mengerut sejenak.
"Tuan muda, saya manager restoran ini. Apakah anda membutuhkan sesuatu?".
"Oh manager, bisa aku pesan susu berkualitas jika kalian memilikiya? Saudaraku ini tidak bisa meminum arak, jika tidak ada susu tolong hidangkan yang lain saja".
"Baik tuan muda, pelayan kami akan mengambilkan susu terbaik yang kami miliki" Seorang pelayan keluar dari sana.
Suasana lantai lima Blue Scale Restaurant cukup sepi karena hanya rombongannya dan dua orang pria sepuh yang mengisi lantai itu, beberapa saat kemudian beberapa penghibur memasuki ruangan dan mulai memberikan hiburan setelah diperintahkan oleh manager restoran.
Hiburan adalah teman terbaik saat menyantap hidangan, itu pula yang menjadi salah satu daya tarik unik Blue Scale Restaurant di manapun cabang mereka.
Baru beberapa saat Suja dan Wu Dao menikmati makanan dan musik yang dimainkan oleh para penghibur, datang beberapa orang yang juga ikut memesan dan menikmati hiburan dan menyisakan dua meja kosong dari enam meja yang tersedia.
Tak berapa lama datang lagi rombongan kecil yang sepertinya cukup terkenal, semua pelanggan restoran yang ada di lantai lima kecuali Suja dan rombongannya menunduk melihat mereka.
"Hahahaaaa, sepertinya tuan muda sangat dihormati dimanapun tuan muda berada! Lihatlah! Tidak ada seorangpun dari mereka yang tidak menghormati anda tuan muda!" Seorang pria sepuh berkata dengan congkaknya saat melihat para pelanggan dan penghibur bahkan manager restoran menunduk pada seorang pemuda berpakaian hitam di dekatnya.
Raut wajah pria sepuh itu mengerut saat menyadari ada beberapa orang yang tidak menunduk, dengan muka kesalnya dia mendekat dan menggebrak meja di mana Suja dan Wu Dao menikmati makanan mereka.
BRAK!
Suja dan Wu Dao tersentak saat meja mereka dipukul keras mengakibatkan banyak hidangan yang tengah mereka santap jatuh ke lantai, karena kesal Suja menatap pelaku yang tengah tertawa meremehkan mereka.
"Siapa kalian!? Apa kalian tidak mengenal tuan muda Lu Cai?! Hanya praktisi Forging Qi seperti kalian berani sekali makan di lantai ini!" Tiga cultivator pengawal Suja hampir melemparkan senjata mereka saat melihat tuan muda mereka diperlakukan seperti itu namun Suqian menghalangi mereka.
"Senior, kenapa senior menghalangi kami?" Suqian memandang tiga orang itu sebelum menjawab.
Tiga orang itu merengut tidak suka namun tidak melanjutkan keinginan mereka, tujuh rekannya juga tampak tidak terlalu senang dengan tingkah pria sepuh itu.
"Kalian tuli?! Cepat pergi dari sini! Jangan tunjukkan muka kotor kalian di tempat ini lagi!" Lu Cai, pemuda yang ditemani oleh si pria sepuh tampak mengerut tak suka saat melihat Suja masih duduk tenang sembari minum secangkir arak.
Wu Dao berusaha menahan kegelisahannya sembari menatap Suja memohon agar mereka segera pergi dari sana, Suja tidak memperdulikan permohonan Wu Dao dan menunggu pemuda yang berjalan mendekati meja mereka.
"Heh orang tak tau diri! Cepat pergi dari sini! Jika tidak, akan kupatahkan kedua tanganmu!" Suja tersenyum kecil dan menenggak arak di cangkirnya.
"Hanya sekumpulan semut berani bertindak tidak sopan di depanku! Apa kalian buta? Kalian hanyalah sekumpulan sampah Foundation Realm dan kamu hanyalah sampah Core Formation, lihat kondisi kalian lebih baik sebelum berlagak di depanku".
Lu Cai memerah dan terlihat akan melepaskan kemarahannya, pria sepuh itu juga terlihat tidak kalah marah mendengar perkataan Suja.
"Berani sekali kamu bersikap angkuh di depanku! Apa kalian tidak tau siapa aku hah?!" Suja mengorek telinganya dan menampilkan wajah malasnya.
"Siapa yang peduli denganmu? Kau dan bawahanmu sudah mengganggu waktu makanku, kusarankan agar kalian pergi dari sini sebelum menerima akibatnya".
"Anjing kamu! Kalau aku tidak bisa membungkam mulutmu saat ini margaku bukan lagi Lu!".
Ledakan aura seorang cultivator Core Formation Low-stage memenuhi lantai lima bahkan sampai terasa ke lantai empat dan tiga, dua rombongan yang duduk di meja lainnya segera menyingkir menghindari terlibat dalam permasalahan mereka.
"Kalau margamu bukan lagi Lu lalu apa? Anjing? ****?" Wu Dao semakin gelisah saat Suja memprovokasi Lu Cai lebih jauh, meskipun di sekitar mereka ada beberapa cultivator pengawal Suja namun dia tetap tidak tenang saat harus berselisih dengan salah satu anggota keluarga Lu.
"*******!" Lu Cai yang sudah tersulut emosi langsung menyerang Suja menggunakan pisau di dekatnya, sementara pria sepuh itu menyerang Wu Dao menggunakan sebilah pedang miliknya.
Suja hanya diam dan memberi kode kepada Suqian, sementara Wu Dao sudah bersiap menahan serangan pria sepuh itu saat aura lain membuat lantai lima restoran semakin mencekam.
Aura seorang cultivator Nascent Soul terasa pekat dan memenuhi lantai lima bahkan sampai ke lantai satu, mereka bisa mendengar kegaduhan di lantai empat ke bawah saat ledakan aura Nascent Soul terasa oleh mereka.
Lu Cai, si pria sepuh, dan empat orang pengikut Lu Cai lainnya pucat saat merasakan aura itu, mereka benar-benar tertekan oleh gabungan beberapa aura cultivator Nascent Soul yang terasa pekat dan membuat tubuh mereka seakan tertimpa beban ratusan kilogram.
Cing Cia, Suqian, dan tiga cultivator Nascent Soul pengawal Suja melepaskan aura kekuatan mereka sepenuhnya. Para pengawal di bawah Nascent Soul memuntahkan darah segar dari mulut mereka, sementara pelayan yang ada di rombongan Suja sudah pingsan saat Lu Cai mengeluarkan aura miliknya.
"Sekumpulan semut seperti kalian berani sekali mengganggu waktu makan tuan kami, apa kalian sudah bosan hidup?" Pertanyaan dengan nada dingin salah satu pengawal Suja benar-benar membuat Lu Cai semakin pucat.
Lu Cai tidak pernah menyangka dua orang pemuda yang telah dia singgung memiliki beberapa cultivator Nascent Soul dan sepuluh cultivator Core Formation yang mengawalnya, dengan hati-hati dilihatnya Suja yang menatapnya dengan pandangan meremehkan.
Suja dan Wu Dao tidak terkena dampak dari aura yang dikeluarkan Suqian dan yang lain karena dia menggunakan mana untuk melindungi dirinya dan Wu Dao, sementara Wu Dao dia tetap muntah darah karena terkena dampak aura milik Lu Cai sebelumnya.
.
.
.
.
.
.