
Ch 07 - Awal Perjalanan Xiao Suja (Rahasia Xiao Suja).
"Jadi maksudmu, kamu mengetahui banyak hal tentang rahasia dunia ini begitu? Lalu jika kamu tidak diciptakan oleh para Dewa Dewi maka siapa yang menciptakanmu?".
Xiao Suja merenung sebentar, memang dia mengetahui cukup banyak rahasia alam semesta setelah diberitahu oleh Heaven seal tapi bukan berarti dia bisa mencerna semuanya bukan? Semua yang diceritakan oleh Heaven Seal mungkin hanya sebagian saja yang dia ingat dan pahami, meskipun begitu semua yang dia pahami itu adalah sesuatu yang luar biasa bagi orang-orang di dunia ini yang menggunakan hukum rimba di hampir semua lini kehidupan mereka.
"Kakek, aku tidak mengetahui banyak rahasia alam semesta karena itu adalah sesuatu yang menjadi rahasia yang tidak bisa diketahui oleh banyak orang sesukanya. Butuh syarat-syarat tertentu untuk mendapatkan pengetahuan tentang semua yang ada di alam semesta ini dan menurut pengetahuanku itu adalah sesuatu yang cukup sulit didapatkan dan memakan waktu yang sangat lama".
Kakek Luyi sepertinya adalah seseorang yang sangat haus akan ilmu pengetahuan, terlihat dari wajahnya yang berseri-seri dan pertanyaan-pertanyaan yang dia ajukan. Cukup lama mereka berbagi pandangan dan pengetahuan sampai membuat tiga orang dewasa kebosanan menunggu mereka dan satu anak perempuan lainnya yang malah sudah memasuki alam mimpi.
"Ayah, sampai kapan kalian akan berbicara sesuatu yang rumit seperti itu?".
Pertanyaan Luye menyadarkan kedua orang berbeda usia itu, dengan tersenyum canggung Kakek Luyi dan Xiao Suja menatap mereka lalu mulai fokus kembali ke pembahasan utama mereka yang sempat melenceng sangat jauh karena kelakuan dua orang berbeda usia itu.
"Jadi Suja'er, tadi kau bilang kehancuran Klan Xiao dan Klan Tang adalah salah satu hal yang ada di dalam jalan takdir kehidupanmu di dunia ini bukan? Selain itu kau tadi bilang kalau ini kehidupan keduamu, sekarang jelaskan semuanya!".
"Ibu, aku dulunya hidup di sebuah dunia yang cukup damai yang berbeda cukup jauh dari dunia ini. Selain di duniaku sebelumnya tidak ada yang namanya Kultivator, Qi, atau apapun itu, di sana juga memiliki peradaban yang ratusan bahkan mungkin ribuan tahun lebih maju dari pada dunia ini selain karena kami tidak mengerti tentang Kultivator, Qi, dan semacamnya kami berkembang dengan ilmu pengetahuan yang menjadi warisan turun-temurun dari nenek moyang kami. Dulunya aku adalah seorang tentara di kemiliteran sebuah negara, mungkin di sini tentara biasa disebut sebagai prajurit dan negara adalah sebuah bentuk negara yang berbeda dari Kerajaan maupun Kekaisaran dari segi pemimpin tertinggi atau Kepala Negara".
Empat orang dewasa menatap Xiao Suja dengan pandangan serius, mencoba memahami apa yang dikatakan oleh bocah laki-laki di depan mereka.
"Jadi bisa dibilang kamu berasal dari sebuah dunia yang cukup damai, tidak ada peperangan atau intrik-intrik politik begitu?" Kali ini Luye yang bertanya setelah cukup memahami sebuah pengetahuan yang baru saja dia ketahui.
"Jika dibilang sebagai dunia yang damai, mungkin cukup damai. Tapi jika dibilang tidak ada peperangan ataupun intrik politik maka itu salah, di dunia itu peperangan secara fisik memang sudah jarang terjadi kecuali ada pemberontakan terhadap pemimpin yang sah. Di duniaku yang sebelumnya, kami berperang dengan cara yang baru yang lebih kejam dari peperangan fisik yang membuat orang tewas jika terkena senjata tapi peperangan baru yang melanda duniaku sebelumnya lebih kejam karena membunuh seseorang dengan perlahan-lahan. Bahkan hanya dengan ucapan saja, sebuah negara atau kerajaan bisa diruntuhkan bila diucapkan oleh orang yang benar-benar ,emiliki pengaruh dan kekuatan luar biasa".
"Benar-benar dunia yang kejam, jika seperti itu maka dunia ini mungkin sedikit lebih baik karena di sini kita tidak perlu membunuh orang secara perlahan-lahan seperti itu".
Tang Nie mengeluarkan pendapatnya setelah cukup lama hanya diam mendengarkan, tapi pendapatnya dibalas gelengan kepala oleh Suja.
"Bibi, jika kita membandingkan maka dunia ini adalah dunia yang lebih kejam dari pada duniaku sebelumnya. Di sini kekuatan dan kekuasaan adalah segalanya yang mana adalah hukum rimba bila diucapkan menurut nama di duniaku sebelumnya, di sana meskipun kekuatan dan kekuasaan adalah segalanya tapi di sana hukum adalah sesuatu yang sangat kuat dan siapapun bisa ditangkap bahkan dibunuh jika terbukti bersalah hanya saja hukum di dunia itu cukup rumit dan kompleks berbeda dengan di dunia ini".
Suja membenarkan dugaan kakek Luyi lalu menjelaskan lebih banyak lagi tentang bumi, dunia tempatnya tinggal di kehidupan pertamanya.
"Baiklah, sudah cukup tentang itu! Sekarang jelaskan maksudmu dengan memiliki kepercayaan sendiri dan jiwa maupun ragamu tidak diciptakan oleh para Dewa dan Dewi. Oh iya satu lagi, apa kau bisa menjelaskan tentang takdirmu kepada kami nak?".
"Ibu, bibi, paman, kakek, di dunia itu kami memiliki banyak agama atau kepercayaan yang kami ketahui. Dan aku mengikuti dan menerapkan ajaran sebuah agama atau kepercayaan yang mengatakan hanya ada satu pencipta dari semua alam semesta, dunia, planet, bintang, bulan, matahari, manusia, siluman, spirit beast, demonic beast, tanaman, tanah, langit, udara, hewan, air, bahkan energi yang di sini kita sebut sebagai Qi adalah ciptaan satu entitas yang luar biasa. Dialah yang menciptakan raga dan jiwaku sekarang ini, dialah yang memberikanku kesempatan untuk hidup di dunia ini dan bersama dengan kalian saat ini".
Keempat orang itu saling berpandangan, sulit bagi mereka untuk memahami dan menerima semua yang dikatakan oleh seorang bocah laki-laki di depan mereka saat ini. Jika bukan karena kecerdasannya dan semua hal yang dia tunjukkan selama ini maka Tang Yue tidak akan mungkin mempercayai semua yang dijelaskan oleh putranya itu, bukan tidak mungkin dia akan menganggap putranya mengalami gangguan jiwa dan akan membawanya ke tabib-tabib terkenal ataupun para Alchemyst untuk meminta Pill yang bisa menyembuhkan sang anak.
Tapi tidak mungkin dia akan melakukan semua itu, karena selama sepuluh tahun belakangan ini putranya selalu menunjukkan sesuatu yang luar biasa dan tidak mungkin bisa dilakukan oleh anak seusianya, bahkan caranya mengajarkan adik sepupunya membaca dan berhitung beberapa waktu yang lalupun adalah suatu cara yang sangat berbeda dan dari melihat saja bisa dinilai semua cara yang digunakan oleh Xiao Suja untuk mengajari Lu Yue adalah cara terbaik yang mereka ketahui dan mungkin adalah metode baru untuk mengajari anak-anak yang belum bisa membaca, menulis, maupun berhitung.
Xiao Suja bukannya tidak paham dengan situasi mereka, melainkan dia sangat-sangat paham karena mau bagaimanapun pengetahuan tentang alam semesta dan dunia yang lain yang berbeda dengan dunia yang mereka ketahui adalah hal yang luar biasa berat, jika mereka tidak mencoba memahaminya perlahan-lahan bukan tidak mungkin mereka akan menjadi gila mendengar semua itu.
Butuh waktu yang cukup lama untuk keempat orang dewasa itu untuk merenungkan semua yang mereka dengar, selama itu pula Xiao Suja hanya diam sembari memandangi Lu Yue yang tertidur dengan wajah imutnya membuatnya ingin mencubit pipinya yang gembul itu.
.
.
.
.
.
.
.