
.
.
.
.
Serangan pasukan aliansi hitam semakin merajalela, hanya dalam dua hari saja sejak kota Lingko mereka ambil alih mereka sudah mengambil alih dua kota lagi yang sebelumnya dijaga oleh pasukan bantuan yang awalnya dikirim untuk mempertahankan kota Lingko.
"Jenderal Wei bagaimana ini!? Pasukan musuh sudah semakin dekat dengan kita, saat ini mereka telah berada setidaknya 100km jauhnya dari lokasi kita saat ini dan kemungkinan beberapa saat lagi musuh akan sampai karena mereka menggunakan Spirit Tool Kapal Terbang untuk mengangkut pasukan mereka!" Laporan salah satu komandan regu kepada seorang Jenderal Pasukan Darah Besi yang saat ini tengah berkemah di pinggir hutan dekat dengan kota Berlian.
Kota Berlian adalah kota besar yang jaraknya dari Ibukota kekaisaran Han setidaknya lima bulan perjalanan biasa dan dua bulan jika terbang, meskipun begitu jika seorang cultivator Nascent Soul apalagi yang telah mencapai puncak perjalanan dengan terbang selama dua bulan itu tidaklah terlalu membebani mereka.
"Sial! Pergerakan mereka terlalu cepat! Perintahkan semua prajurit untuk bersiap! Dan juga percepat evakuasi penduduk yang masih berada di kota!" Perintah Jenderal Wei segera dilaksanakan oleh komandan prajurit itu.
Jenderal Wei mengeluarkan Spirit Tool komunikasi berbentuk kotak hitam dengan lima bintang yang terukir menandakan tingkatannya berada di Earth-grade, dengan benda itu dia mencoba meminta bantuan pada pasukan-pasukan yang berada cukup dekat dengan keberadaannya dan pasukannya.
Naas saat dia tengah mencoba meminta bantuan jawaban yang dia terima membuatnya menahan nafas, dari jawaban orang yang dia hubungi dia mendapatkan kabar bahwa ada satu kota lagi yang jatuh ke tangan musuh dan yang menyerang pun juga hanya satu orang tapi kekuatan orang itu tidak bisa diukur bahkan puluhan jagoan Nascent Soul yang mempertahankan kota itu bersama dengan jagoan-jagoan yang dikirim sekte-sekte aliran netral juga dihabisi dengan mudah.
TENG TENG TENG TENG TENG TENG TENG…….!!!!!!!!!
Suara lonceng tanda bahaya segera terdengar keras ke seluruh tenda pasukan membuat para prajurit yang masih istirahat dan sebagian lagi tengah menikmati makan siang mereka berlarian menuju pos pertahanan mereka, Jenderal Wei yang mendengar suara lonceng bahaya dibunyikan segera menuju tenda strategi yang ternyata di sana sudah berkumpul belasan komandan pasukan bawahannya.
"Dari mana asal musuh!?".
"Musuh datang dari arah barat, kemungkinan mereka adalah pasukan yang merebut kota yang ada di Barat beberapa hari yang lalu!".
"Kekuatan musuh ada berapa?".
"Perkiraan prajurit pemantau ada sekitar 100 orang musuh karena mereka menggunakan Spirit Flying Boat yang mampu menampung sepuluh sampai dua puluh orang dengan total sepuluh Spirit Flying Boat!".
"Hanya seratus orang?! Apa mereka meremehkan kita?!".
Semua komandan regu dalam pasukan merinding melihat kemarahan Jenderal Wei, sudah rahasia umum di kalangan semua anggota Pasukan Darah Besi seperti mereka mengetahui kedekatan Jenderal Wei dengan adik sepupu Kaisar Xiao Chen yang juga pemilik tunggal Asosiasi Batik Biru.
Kemarahan Jenderal Wei terasa sangat wajar bagi mereka yang telah mengikutinya bahkan saat pertemuan Jenderal Wei dengan Xi Suja keturunan terakhir keluarga utama dua klan besar pemilik Kekaisaran Han yang sebenarnya, mereka yang pernah mengikuti Jenderal Wei menemui Xi Suja melihat langsung bagaimana Jenderal Wei yang terkenal dengan sikap tegasnya bersujud di depan seorang bocah sepuluh tahun dan tidak membantah apapun yang diperintahkan oleh Xi Suja.
Jenderal Wei segera membagi tugas semua Pasukan Darah Besi yang dibawanya, jumlah pasukan yang di bawa sendiri sekitar 250 orang sementara musuh hanya berjumlah sekitar seratus orang.
Namun satu hal yang diantisipasi oleh Jenderal Wei, junjungannya Xi Suja yang juga melatihnya beberapa strategi perang pernah mengatakan agar jangan pernah meremehkan musuh karena bisa jadi musuh yang sedikit memiliki senjata rahasia yang mematikan.
DUUUUAAAARRRRR………!!!!!!!
Suara ledakan keras mengguncang tanah tempat pasukan kekaisaran berada membuat mereka terjerembab karena getaran akibat ledakan itu juga membuat sebuah lubang berbentuk panjang yang cukup dalam dan besar, lebih dari lima puluh pasukan darah besi terjerembab dan terjebak di lubang itu sedangkan di sisi lain pasukan banyak tenda-tenda yang hancur dan tercium bau gosong yang sangat menyengat.
"SIAL! SERANG MEREKA!" Teriakan Jenderal Wei direspon pasukannya dengan mengeluarkan senjata dan sebagian menyerang menggunakan talisman sihir elemen api dan juga petir.
Pasukan aliansi hitam yang menyerang pertama kali terkena serangan dari sihir petir dan api yang dilepaskan dari talisman-talisman yang digunakan oleh pasukan kekaisaran, adu serangan sihir terjadi dengan sengit dengan banyak pasukan kekaisaran yang mengalami luka ringan sedangkan pasukan musuh beberapa terjatuh dari kapal terbang mereka saat kapal yang mereka gunakan rusak karena serangan sihir pasukan kekaisaran.
"Serang mereka! Jangan biarkan mereka merebut kota yang lain! Seraaaaang…..!!!!".
"HUUUAAAAAA……..!!!!!!".
Kontak senjata jarak dekat segera terjadi, Jenderal Wei mengamati jalannya pertempuran dari atas langit bersama dengan dua komandan pasukannya.
Pertempuran berlangsung sangat sengit karena semua pihak yang saling serang tidak ada yang berada di bawah Core Formation, semua pasukan kekaisaran yang dibawa oleh Jenderal Wei memiliki kekuatan paling lemah berada di ranah Core Formation First-stage begitu pula dengan mereka yang berada di pihak musuh.
Saat sedang mengamati jalannya pertempuran Jenderal Wei melihat ada lima belas orang musuh memiliki kekuatan Nascent Soul Mid-stage dan Late-stage tengah menyerang banyak pasukannya dengan santai, Jenderal Wei yang melihat itu sangat geram karena jumlah jagoan Nascent Soul yang ada dalam pasukannya hanya delapan orang.
"Kalian bantu yang lainnya, katakan pada jagoan Nascent Soul kita untuk menyerang mereka yang berada di ranah yang sama!".
"Baik Jenderal!".
Jenderal Wei terbang menuju lima orang jagoan Nascent Soul musuh yang tengah menyerang banyak pasukan kekaisaran, meskipun dia berada di ranah Nascent Soul Peak-stage tapi melawan lima orang jagoan yang hanya satu dan dua tingkat di bawahnya tetaplah menyusahkan untuknya.
Jenderal Wei mengeluarkan sebuah pedang panjang dan besar dari cincin penyimpanannya dan segera melepaskan serangan ke arah musuhnya.
"Jurus pedang elemen api : Pedang Api Pembakar Raga!!".
Pedang besar yang dia pegang terselimuti api biru yang membara, Jenderal Wei menebaskan pedangnya membuat pedang yang terselimuti api itu melesatkan sebuah energi pedang yang cukup besar dengan api biru yang menyala-nyala.
"AAAARRRRGGGGHHHH…….!!!!!".
Dari lima orang sasarannya tiga orang terkena serangan telak dari jurus yang digunakan Jenderal Wei, mereka berlima menatap Jenderal Wei dengan pandangan tajam penuh amarah karena merasa diserang dari belakang.
"Junjunganku tuan muda Xi Suja mengatakan semua adil dalam peperangan, menyerang musuh dari belakang saat mereka lengah juga merupakan strategi dalam perang!".
"Cih sialan kau! Serang dia!" Lima jagoan Nascent Soul segera mengepung Jenderal Wei dan menyerangnya dengan senjata masing-masing.
Jenderal Wei dengan cukup kesulitan menghindari serangan-serangan dari lima arah yang begitu banyak membuatnya kesulitan untuk menghindar dan menyerang balik, dari depan dua tebasan pedang menyerangnya dia tahan dengan pedang besarnya namun dari belakang ada dua tombak dan satu tongkat juga menyerangnya dengan telak.
Jenderal Wei terpental ke bawah dengan darah segar menetes dari bibirnya, dengan tatapan marah dan kebencian Jenderal Wei melakukan gerakan segel tangan dengan cepat dan saat selesai dia melepaskan segel tangan yang dia bentuk.
Sosok singa bertanduk satu muncul dari segel tangan itu, Jenderal Wei mengontrol sosok singa yang tercipta dari energi sihir segel tangan yang dia bentuk.
"Xian, serang mereka jangan biarkan mereka bertingkah lebih jauh!".
GRRRROOOOOAAARRRRGGGGGHHHHHH……!!!!!!!
Raungan singa bertanduk satu itu sangat keras mengagetkan semua prajurit yang tengah bertarung dengan musuh mereka masing-masing, melihat Jenderal Wei sampai harus mengeluarkan Spirit Energi miliknya membuat para prajurit Pasukan Darah Besi yang tengah bertempur semakin marah karena mau bagaimanapun Spirit Energi berwujud Singa Bertanduk Satu itu adalah salah satu jurus andalan dari Jenderal Wei pemberian dari Suja.
"Hah kuakui kau hebat Jenderal Wei! Tapi Spirit Energi yang kau bentuk ini hanya berkekuatan Nascent Soul Mid-stage sementara kami ada tiga orang yang satu tingkat lebih tinggi dari hewan ini, lebih baik kau menyerah saja Jenderal rendahan!".
"Simpan omong kosong kalian! Meskipun kami akan mati di sini tapi kami adalah pejuang-pejuang kekaisaran Han! Jangan harap kalian akan dapat melewati kami dengan mudah, serang mereka!".
Singa bertanduk satu menyerang dua musuh jagoan Nascent Soul Mid-stage sedangkan Jenderal Wei melawan tiga musuh yang berada di tingkat yang sama dengannya, pertempuran lima orang jagoan Nascent Soul melawan satu manusia dan satu hewan energi begitu sengit dan sangat merusak.
Para prajurit dan anggota pasukan musuh yang kekuatannya berada di Core Formation menjauh sekitar 100 meter lalu menonton pertarungan pemimpin mereka, Jenderal Wei menyerang ketiga musuhnya dengan ganas.
Tusukan, tebasan, ayunan pedang yang saling bertabrakan, dentingan suara logamnyang saling beradu terdengar begitu sengit dan kehancuran terlihat di sekitar pertarungan dua lawan lima itu.
Singa bertanduk satu menyerang dua musuhnya dengan ganas dengan cakar dan terkaman gigi-giginya yang tajam, salah satu dari musuhnya berusaha menyerangnya dari belakang dengan menusuk pantatnya tapi berhasil dihalau dengan kentutnya yang keluar saat bilah tajam pedang musuhnya hanya berjarak satu senti dari dagingnya.
"Anjing! Singa ini kentutnya bau sekali!".
Jagoan yang terkena serta mencium aura dan juga bau kentut singa bertanduk satu terlihat linglung sementara kesempatan itu digunakannya untuk mencakar satu musuhnya, musuh yang terkena cakaran singa bertanduk satu kehilangan konsentrasi sebentar karena menahan sakit namun itu tidak disia-siakan oleh singa bertanduk satu yang langsung saja meloncat seakan udara tempatnya terbang adalah tanah dan langsung menerkam leher musuhnya kemudian mengunyah kepala sekaligus menggigit lehernya membuat kepala musuhnya putus seketika.
Satu musuh berhasil dia hilangkan tinggal satu lagi yang masih linglung karena mencium kentutnya yang sangat bau, singa bertanduk satu mencakar, menendang, mencakar, menendang, mencakar, kemudian menerkam dan menarik lepas kepala musuhnya.
Jenderal Wei sendiri terlihat sangat kesulitan menghadapi tiga musuh sekaligus, penampilan Jenderal Wei saat ini sangat menyedihkan karena armor yang dia pakai telah rusak dengan beberapa bagian yang berlubang dan dari sana darah segar menetes deras menandakan dia terkena tusukan yang cukup dalam.
Salah satu lawan Jenderal Wei terlihat akan menebas leher Jenderal Wei dari belakang namun tanpa diduga singa bertanduk satu itu menabrak tubuhnya dan menerkam pundaknya, musuh yang diterkam singa bertanduk satu itu terkejut saat menyadari dua orang yang tadi melawan singa itu telah mati dengan kepala yang tidak ada.
"Singa sialan! Mati kau! Mati kau! Mati kau…….!!!".
Singa bertanduk satu bergerak kesana-kemari menghindari sabetan dari tebasan yang dilayangkan musuhnya, singa bertanduk terlihat sangat menikmati mempermainkan lawannya meskipun keadaannya sendiri tidak baik.
Singa bertanduk satu itu mengalami luka akibat serangan tusukan dan sabetan pedang dan tombak saat melawan dua musuhnya sebelumnya, selain tusukan sabetan panjang terlihat di perut sampingnya mengeluarkan darah segar dengan derasnya.
GROOOAAARRRRGGGGGHHHH……..!!!!!!
Raungan singa itu terdengar menyedihkan saat sebuah sabetan pedang musuhnya menebas kaki kiri depannya sampai putus, kaki singa bertanduk satu itu sebenarnya sangat kuat setara dengan baja untuk membuat Spirit Tool Mortal-grade Heaven-tier namun pedang itu masih mampu memotong kaki singa itu seperti memotong tahu menandakan tingkatan senjata yang digunakan musuhnya setidaknya berada di tingkat Middle-grade Low-tier atau High-tier.
"Hahaha….! Sekarang tamatlah riwayatmu kucing sialan! Mati kau!".
Singa bertanduk satu menatap musuhnya yang mengayunkan pedang dengan tatapan tajam penuh kebencian, sebelum pedang itu menebas lehernya singa bertanduk satu melesat dan mengarahkan cakar kaki kanannya yang dengan telak menggores leher musuhnya cukup dalam sampai memotong tenggorokannya namun dia juga terkena tebasan musuhnya yang mengenai tubuh bagian bawahnya yang mana memutus dua kaki belakangnya dan hanya menyisakan satu kaki kanan bagian depan.
"Grroooaaarrrhhhh……!!!!!".
Raungan pelan yang dia keluarkan seolah-olah memberitahu Jenderal Wei akan kepergiannya, singa bertanduk satu salah satu Spirit Energi milik Jenderal Wei pemberian Xi Suja menghilang karena digunakan untuk mempertahankan kekaisaran Han.
Jenderal Wei menatap mayat Spirit Energi miliknya yang perlahan berubah menjadi kepingan cahaya yang beterbangan di udara sebelum menghilang, Jenderal Wei merasa sedikit sakit di hatinya karena salah satu harta berharga pemberian junjungannya Xi Suja hilang namun dia juga senang dan bahagia karena pemberian Xi Suja telah digunakan untuk mempertahankan kekaisaran Han dari musuh-musuh yang ingin merebut kekaisaran yang telah didirikan oleh para leluhur junjungannya.
"Selamat tinggal Xian, akan kukabarkan kepergianmu pada tuan muda kita. Beristirahatlah yang tenang di sana, biarkan sisanya menjadi urusan kami".
Jenderal Wei mendoakan arwah singa itu sebentar sebelum menatap dua orang musuhnya yang tersisa, sepuluh musuh berkekuatan Nascent Soul First-stage sampai Nascent Soul Late-stage telah dilenyapkan oleh delapan orang bawahannya dan tiga dilenyapkan oleh Xian sang singa bertanduk satu.
"PASUKAN! SERANG MEREKA! JANGAN SAMPAI BIARKAN MEREKA MENGACAU DI KOTA KITA! SERAAAAANG…….!!!!!" Teriakan Jenderal Wei yang disertai Qi menggelegar keras, Jenderal Wei dengan gagah berani maju menyerang dua musuhnya yang tersisa dengan tiga musuh berkekuatan Nascent Soul Late-stage dihadapi oleh empat bawahannya yang tersisa dari delapan orang yang dia bawa.
.
.
.
.