
"Kau! Bagaimana mungkin kamu bisa menghindari seranganku!?" Liuyun, sang Putri Teratai Api sangat kesal saat serangannya ternyata tidak memberikan kerusakan sedikitpun pada Suja.
"Liuyun Liuyun, tentu saja seranganmu tidak akan melukaiku karena aku sudah membuat pelindung untuk melindungi diri. Kau pikir karena kamu memiliki Heaven Foundation akan membuatmu menjadi yang terkuat tanpa tanding? Kau salah, perhatikanlah tingkat kultivasiku sebelum kalian bertindak angkuh di depanku!".
Semua orang mengikuti perkataan Suja, mereka memperhatikan apa yang tampak berbeda dari Suja namun mereka belum mengetahui apa itu kecuali sang Angin Barat.
"Aneh, jelas-jelas auramu adalah aura seorang cultivator Forging Qi tapi aku tidak bisa membaca tingkatan kultivasi mu. Meskipun begitu, seorang cultivator Forging Qi tidak mungkin bisa selamat dari serangan kakak seperguruanku".
"Hahahaa! Kamu pasti si Angin Barat, dan apa yang kau katakan memang benar. Aku memang masih berada di ranah Forging Qi, dan kalian tidak akan bisa mengetahui tingkatan praktik yang kucapai kecuali aku membukanya pada kalian atau kalian menggunakan manual yang kalian pelajari untuk mengetahuinya".
Angin Barat dan Raja Pedang Angin mengikuti perkataan Suja, mereka menggunakan sebuah teknik spesial yang ada dalam manual yang mereka pelajari pemberian dari guru mereka.
Saat mereka berhasil membaca tingkat praktik Suja, keduanya langsung terkejut dan memuntahkan seteguk darah segar bersamaan. Keterkejutan keduanya memancing rasa penasaran saudara seperguruannya, mereka juga menggunakan teknik yang sama dan saat berhasil membaca tingkat praktik Suja mereka juga sama terkejutnya dengan dua saudaranya yang lain.
Wu Dao, Wu Ming, Ji Longshan, Li Hao Ren, dan semua pengawal Suja kebingungan akan reaksi enam belas orang terkuat di depan mereka.
Tentunya jika mereka sampai terkejut dan memuntahkan darah, maka itu berarti mereka melihat sesuatu yang mungkin sangat besar sampai-sampai mampu membuat mereka terkejut seperti itu.
Karena penasaran Ji Longshan memberanikan diri untuk bertanya "Senior Jiao, apakah ada sesuatu yang membuat kalian terkejut seperti itu?".
Meskipun mereka mendengar pertanyaan Ji Longshan, mereka masih tetap menatap Suja dengan pandangan tidak percaya.
"Kau! Bagaimana bisa kau mencapai tingkat 500 dalam beberapa belas hari!? Dan manual apa yang kau gunakan!?" Wu Dao dan yang lain terkejut saat mendengar ucapan Raja Racun.
Mereka semua menatap Suja dengan pandangan tidak percaya, mencapai tingkat 500 dalam belasan hari itu sangatlah mustahil sama seperti seseorang ingin meminum air lautan sampai habis dan itu sangatlah tidak mungkin.
Cultivator pada umumnya membutuhkan waktu delapan sampai sepuluh tahun untuk mencapai ranah pembangunan pondasi, untuk seorang yang berbakat mungkin hanya membutuhkan 5 tahun paling lama, sedangkan untuk seorang yang jenius paling lama mencapai ranah pembangunan pondasi dalam waktu tiga tahun itu pun ditambah dengan bantuan pil atau sumber daya lainnya.
Mencapai tingkat 500 dalam waktu belasan hari adalah sesuatu yang sangat mustahil dan gila, dan begitulah apa yang ada di dalam pikiran mereka semua.
"Tentu saja aku bisa mencapainya, aku adalah kembaran dari jiwa Cruelest Immortal! Dan manual yang kugunakan, adalah manual yang dibuat langsung oleh Cruelest Immortal secara khusus hanya untuk diriku!" Para cultivator dari Heaven Mountain Sect dan Light Thunder Temple rasanya ingin menangis keras, mendapatkan manual khusus yang dibuat langsung oleh Cruelest Immortal merupakan sebuah keberuntungan luar biasa yang bahkan membuat mereka ingin mati mendengarnya.
Enam belas murid Cruelest Immortal pun juga merasakan hal yang sama dengan yang lain, meskipun mereka juga mendapatkan manual langsung dari guru mereka Cruelest Immortal tapi manual itu adalah manual yang digunakan oleh mereka semua untuk melakukan kultivasi dari ranah Forging Qi sampai Nascent Soul saja.
Ingin rasanya Putri Teratai Api protes pada gurunya, dia sangat iri sekali saat tahu kalau Suja mendapatkan manual pribadi sedangkan dia harus berbagi dengan adik-adik seperguruannya dan manual itupun tidak bisa membuat mereka menembus tingkatan Forging Qi yang lebih tinggi dari tingkat 15 sebelum terpaksa membangun pondasi Heaven Foundation dengan Core berwarna violet.
"Di mana guru kami!?" Karena tidak tahan untuk terus menahan rasa iri hatinya, Putri Teratai Api mendesak Suja untuk memberitahu mereka di mana keberadaan guru mereka.
Suja menggeleng pelan dengan senyuman pahit, di wajahnya terlukis ekspresi kesedihan yang bisa dilihat oleh mereka semua.
"Jangan bilang guru kami sudah pergi? Apakah memang sudah meninggal?".
Pertanyaan Angin Utara mendapat sambutan tatapan tajam dari saudaranya yang lain, bahkan Angin Selatan tampak ingin memberinya pukulan karena pertanyaannya itu.
"Kalian tidak usah khawatir, guru kalian tidak meninggal tapi dia memang sudah meninggalkan dunia ini untuk selamanya".
Putri Teratai Api tampak sedikit tersinggung, dia mengeluarkan auranya untuk menekan Suja namun aura itu tidak memberikan dampak apa-apa pada Suja yang memiliki tingkatan 500 dalam Forging Qi yang tentunya akan sangat kuat dan bertambah kuat ketika membentuk pondasi.
"Tenang, guru kalian telah memasuki ranah Reinkarnasi. Mungkin saat ini, dia sudah lahir di sebuah dunia yang berbeda dari alam ini".
"Apa kamu tahu di dunia mana guru Bereinkarnasi?".
"Dia bereinkarnasi di sebuah dunia yang sangat jauh dari dunia ini, dunia itu berada di alam semesta yang berbeda. Di sana, tidak ada yang namanya cultivator karena penduduk dunia itu tidak bisa menyerap esensi energi alam semesta. Dunia itu bernama Bumi, dan dunia itu adalah dunia di mana guru kalian berasal".
Putri Teratai Api, dan tiga saudarinya terduduk dan menangis sesenggukan mendengar guru mereka bereinkarnasi di dunia yang jauh dari mereka.
"Guru, kenapa guru tega sekali meninggalkan kami tanpa pesan apapun? Hiks hiks hiks, aku merindukan guru" ratapan Angin Utara membuat Suja merasa sedikit iba, mau bagaimanapun seorang guru adalah orang tua kedua bagi muridnya dan enam belas orang di depannya adalah anak-anak yatim piatu dulu sebelum diangkat menjadi murid oleh Cruelest Immortal.
"Kalian tenanglah, sebenarnya Cruelest Immortal telah menitipkan sebuah jade slip berisi pesan untuk kalian".
"""Mana!!!???""".
Suja tersentak melihat beberapa orang perempuan yang bertanya dengan bersamaan padanya, sambil menahan rasa kagetnya dia mengeluarkan jade slip yang dia pegang sedari tadi.
Raja Pedang Angin adalah orang yang pertama merebut jade slip itu dari Suja karena dia berdiri paling dekat dengannya, segera semua saudaranya mengerumuninya dan membiarkan orang-orang yang sedari awal telah berada di ruangan yang sama dengan mereka hanya bisa menatap mereka dan mendengar semua percakapan yang telah terjadi antara mereka dengan Suja.
.
.
.
,
.
.
.
***Note : Liuyun bukan Liuyin.
Banyak kesalahan dalam penulisan chapter ini begitu juga yang sebelumnya, namun itulah sifat manusia karena sering luput pada hal-hal yang tidak mereka perhatikan***.