
Tepat pukul lima sore, seluruh karyawan PT. GeHa selesai dengan rutinitas pekerjaannya. Termasuk dengan Amelia sendiri. Setelah ia menyelesaikan tugas hariannya, syukur hari ini ia tidak mendapat tugas tambahan dari manajernya --Ibu Susi-- ia pun lekas beranjak dari kursi kebesarannya, dan pergi ke luar ruangan bersama dengan Mirna si sekertaris.
Hari ini teman sebelahnya --Sofi-- tidak masuk kantor. Menurut info yang didapat dari Mirna, Sofi hari ini sedang sakit. Entah karena apa, tapi kemungkinan ia masuk angin akibat pulang kerja kemarin saat situasi masih dalam kondisi gerimis.
"Mir, ada karyawan yang nitip salam buat kamu." Amelia hendak menyampaikan pesan dari Dika untuk gadis itu.
"Siapa?" tanya Mirna penasaran.
"Salah satu karyawan dari divisi Humas." Amelia memberikan clue kepada Mirna.
Mirna nampak berpikir. Namun, entah sudah tahu siapa orang yang dimaksud, tiba-tiba saja rona bahagia dan malu-malu, terpancar di wajahnya.
"Sepertinya kamu sudah tahu siapa karyawan yang aku maksud? Benar begitu?" seru Amelia.
Mirna tersenyum malu. "Aku nggak tahu, bisa saja tebakanku salah, Mel!" ucap Mirna.
"Hem, menurutmu siapa?" tanya Amelia.
"Dika!" teriakan seorang pria dari arah belakang kedua gadis itu, mengagetkan keduanya. Dan sontak saja, Amelia dan Mirna mencari sosok suara dan sosok orang yang dipanggil.
"Hai Mel, Mirna!" sapa Abi pada kedua gadis itu. "Permisi yah, aku duluan!" Abi melewati kedua gadis itu dan pergi menghampiri Dika yang berdiri di dekat area meja depan. Pria itu terdiam, menunggu Abi yang sudah memanggilnya.
Dengan sengaja, Dika melirik memandang Mirna yang sedang bersama dengan Amelia. Dan ternyata, Mirna pun membalas tatapan dari Dika.
"Dika yang nitip salam buat kamu, Mir!" sahut Amelia tiba-tiba.
"Euh!" Mirna terkejut. "Benarkah?" tanyanya memastikan.
"Ya," ucap Amelia. "Apakah tebakan kamu tepat?" selidik Amelia lagi.
Mirna tidak menjawab, gadis itu hanya mengangguk.
"Wah, bakal ada yang jadian nih!" goda Amelia sambil melirik Mirna.
"Apaan sih, Mel!" sahut Mirna nampak malu.
"Aku tunggu traktirannya yah, kalo Dika udah nyatain perasaannya sama kamu." Amelia semakin gencar menggoda.
"Amelia!" Keduanya tertawa dan berjalan meninggalkan area lobi dan menuju ke luar gedung.
Tanpa keduanya ketahui, ada sosok yang sedang menahan pilu karena rupanya cinta yang ia miliki sepertinya tidak terbalas. Sosok itu adalah Mesi.
"Kamu sabar yah, Mes!" ucap Felis pelan.
"Ya, aku bisa apa. Iya 'kan?" sahut Mesi dengan tatapannya yang sayu.
***
Amelia tengah berada di atas motor ojek online, untuk mengantarnya pulang ke rumah. Sore itu jalanan nampak seperti pada sore-sore umumnya, ramai dan padat oleh kendaraan bermotor.
Seharian ini, sejujurnya ia merasa BT karena tak ada satu pun pesan yang dikirim oleh Dirga padanya. Bahkan pesan yang Amelia kirim pun, tak ada balasan dari kekasihnya itu.
Siang tadi saat sedang istirahat, ia iseng menghubungi Dirga, namun sayangnya ia harus menahan kecewa. Awalnya ia berharap bisa mendengar suara kekasihnya itu, namun ternyata nomor ponselnya tidak aktif. Bahkan ketika ia memcoba menghubungi Juna --asisten Dirga-- panggilannya tak kunjung diangkat.
"Udah sampe, Mba." Suara mas ojek mengagetkan Amelia dari lamunan.
"E-eh, iya." Gadis itu turun dan menyerahkan helm kepada mas ojek, dan memberikan beberapa lembar uang untuk ongkos ojek.
"Makasih yah, Mas."
"Sama-sama, Mba."
Amelia berjalan menuju ke dalam rumahnya. Ia tidak menyadari, jika sejak keluar dari gedung tempat ia bekerja, ada seseorang yang mengikutinya dari belakang.
Ketika ia sudah masuk, ditutupnya pintu rumah dan segera menuju ke dalam kamar.
Sebelum memutuskan untuk pergi mandi, Amelia mencoba menghubungi Sofi --temannya.
Terdengar nada sambung. "Hallo!" sapa Amelia ketika mendengar suara telepon terangkat.
[Hallo, Mel!]
"Sofi, kamu kenapa?" tanya Amelia tanpa basa-basi.
[Nggak kenapa-kenapa, Mel. Cuma masuk angin aja nih. Kayanya abis keujanan kemarin. Semalam aku demam.]
[Mendingan sih, sekarang. Besok juga kayanya aku udah ngantor.]
"Serius? Apa perlu aku jenguk kamu?"
[Nggak perlu. Kamu jenguk aku nggak akan ngaruh, Mel. Kalau pacar aku yang jemput, baru deh, aku auto sembuh.]
"Iya deh, percaya."
[Hehe, becanda, Mel. By the way, kamu lagi di mana? Udah balik.]
"Udah, baru aja sampe rumah."
[Oh. Ada berita apa hari ini di kantor?]
"Idih, lagi sakit juga, masih doyan aja ngerumpi. Ngga ada berita apa-apa."
[Ish, pelit banget. Eh denger-denger, bos kece kita lagi dinas ke luar yah?]
"Siapa?" tanya Amelia.
[Ya ampun, Mel. Jangan pura-pura gitu deh. Emang siapa lagi bos kita yang paling kece?]
"Dirga maksud kamu?"
[Hei, itu mulut dijaga. Dirga! Dirga! Sok akrab banget kamu, Mel.]
"Eh, iya. Lupa. Pak Dirga maksud kamu, Sof?" Amelia menepuk jidatnya.
[Iya. Aku liat di grup fanbase, beliau lagi di luar kota. Poto terbarunya, aduh, duh, aku nggak kuat lihatnya, Mel. Cakep banget!]
"Ish Sofi! Apaan sih?"
[Mel, kamu kenapa? Kaya yang kesel gitu. Kamu cemburu?]
"A-euh, nggak kok! Siapa yang kesel. Biasa aja. Emang Pak Dirga itu siapa aku."
[Lah, iya. Emang kamu siapa? Hehe!]
"Eh, Sof. Udah yah, aku mau mandi. Sampai jumpa besok, yah!"
[Oh, ok. Makasih yah, udah nelpon.]
Amelia menutup sambungan teleponnya dengan Sofi. Saat ia hendak pergi ke kamar mandi, ada notif pesan dari temannya Boby.
"Tumben nih anak," gumam Amelia.
[Kamu udah di rumah belum? Aku mampir main yah!]
"Ok. Aku tunggu!" Balas Amelia.
Gadis itu segera pergi menuju kamar mandi. Sungguh sudah tak enak rasa lengket di kulit tubuhnya. Bayangan guyuran air dari kran shower membuatnya melangkahkan kaki dengan segera.
***
"Ting Tong!" Terdengar suara bel rumah, ketika Amelia selesai dengan rutinitas mandinya.
Ia baru saja selesai memakai baju piyama tidurnya, saat bel itu terus saja berbunyi tanpa henti.
"Siapa sih? Masa Boby udah sampe, cepet banget!"
Amelia berjalan menghampiri pintu rumah. Gadis itu lupa, tidak mengintip terlebih dahulu melalui gorden jendela. Maka, ketika ia membuka pintu rumah, kaget 'lah Amelia melihat sosok seorang pria yang tidak ingin ia lihat, berdiri di depannya.
***
Hai Readers setiaku, maaf yah baru bisa update. Ada sedikit hal tekhnis yang terjadi.
Oia, aku promo karya terbaru aku, judulnya TERJERAT CINTA. Bakal update jam 12 malam nanti. Ditunggu yah kehadirannya. Dan selalu dukung karya-karyaku dengan memberikan saran, komen dan juga vote-nya agar karya-karyaku nangkring di rank! (ngarep).
Happy Reading!
***