
Tak terasa sore pun tiba, daddy marvell, Gavin dan Vano pun sudah pulang, mereka pun langsung berjalan menuju kamar mereka masing masing.
Setelah mereka selesai mandi, mereka pun langsung berjalan turun menuju lantai bawah di mana mommy Ana, Viona dan Ara sedang duduk di ruang keluarga.
Para lelaki pun duduk di samping pasangan nya masing masing, dan mendengarkan apa yang di bicara kan para wanita itu.
Tak teras azan magrib pun terdengar, mereka semua nya langsung berjalan menuju mushola yang ada di rumah, mereka secara bergantian mengambil air wudhu.
Mereka pun sholat maghrib berjama'ah, dan seperti biasa mereka akan menunggu azan isya dengan mengaji, mereka akan makan malam setelah sholat isya.
Malam kian larut, mereka semua memutuskan untuk beristirahat, setelah seharian cape dengan aktivitas mereka seharian.
" Mas, bagaimana kalau kita pindah lagi ke rumah mommy dan daddy? " tanya Viona pada sang suami.
"Menang nya kamu selama ini ga nyaman tinggal di rumah kita sendiri yang? " tanya Gavin pada sang istri, tak lupa dia juga mengusap pucak kepala sang istri, yang saat ini sudah berada di atas dada bidang nya.
"Engga ko mas, aku seneng seneng saja tinggal di rumah kita, tapi saat ini aku ingin tinggal dengan mommy. " kata Viona pada sang suami.
"Baik lah sayang, kita akan tinggal di sini, sesuai dengan keinginan kamu sayang. " kata Gavin pada sang istri.
"Terima kasih mas. " kata Viona pada sang suami.
"Ini sudah malam, sebaik nya kita istirahat dulu sekarang. " kata Gavin pada sang istri.
" Ya sudah mas, ayo kita tidur. " kata Viona pada sang suami.
Akhir nya mereka berdua pun tidur dengan saling memeluk satu sama lain, sementara di kamar mommy Ana dan daddy Marvell.
"Mom, bagaimana hasil pemeriksaan nya? " tanya daddy Marvell pada sang istri.
"Alhamdulillah daddy, ka Viona saat ini sedang mengandung. " jawab mommy Ana pada sang suami dengan tersenyum senang.
"Alhamdulillah kalau gitu mommy, sebentar lagi kita akan punya cucu mommy. " kata Marvell pada sang istri, dan wajah nya begitu sangat bahagia.
"Maka nya mommy, minta ka Vio untuk tinggal di sini selama ka Vio sedang mengandung daddy. " kata mommy Ana pada sang suami.
"Lalu apa abang Gavin sudah tau? " tanya daddy Marvell pada sang istri.
"Ka Vio belum memberi tau abang dad, kata kaka dia mau buat kejutan buat abang Gavin. " jawab mommy Ana pada sang suami.
"Ya sudah, sebaik nya kita istirahat sekarang mom, ini sudah malam. " kata daddy Marvell pada sang istri.
"Iya dad." jawab mommy Ana pada sang suami.
Daddy Marvell pun langsung mengusap punggung sang istri, tak membutuhkan waktu lama, mommy Ana pun sudah terlelap di pelukan sang suami, dan daddy Marvell pun menyusul sang istri yang sudah terlelap terlebih dahulu.
Tak terasa pagi pun tiba, Viona sudah membuka mata nya, dia langsung membangun kan sang suami.
"Mas bangun, ini sudah subuh. " kata Viona membangun kan sang suami.
"Iya sayang. " kata Gavin pada sang istri.
Viona pun langsung berjalan menuju kamar mandi, untuk mengambil air wudhu. Setelah Viona selesai, sekarang gantian Gavin yang masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Akhir nya Gavin dan Viona pun sholat subuh berjamaah, setelah selesai, Viona meminta Gavin untuk duduk sebentar.
" Mas, tunggu sebentar di sini." kata Viona pada sang suami.
"Ada apa sayang? " tanya Gavin yang aneh dengan tingkah sang istri.
"Poko nya mas tunggu di sini. " kata Viona pada sang suami.
"Baik lah sayang. '' akhir nya Gavin pun menuruti keinginan sang istri.
" Ini mas, buat mas Gavin. " kata Viona pada sang suami.
"Ini apa sayang, mas kan ga ulang tahun. " jawab Gavin pada sang istri.
"Mas buka saja. " kata Viona pada sang suami.
Saat Gavin membuka, dia langsung menatap sang istri.
"Ini,,,,,, " kata Gavin yang tak bisa melanjut kan kata kata nya.
"Iya mas,,,,, " kata Viona yang mengerti tatapan sang suami.
"Apa mas Gavin senang, kalau sebentar lagi kita akan punya banyak? " tanya Viona pada sang suami.
Gavin yang masih tidak percaya pun, tidak menjawab pertanyaan sang istri.
"Apa mas Gavin tidak mau mempunyai anak? " pertanyaan Viona kali ini membuat Gavin sadar dari keterkejutan nya.
"Apa yang kamu kata kan sayang? " bukan nya menjawab, Gavin malah balik bertanya.
"Kenapa kamu bisa mempunyai pemikiran seperti itu sayang? " tanya Gavin pada sang istri.
"Karena mas Gavin dari tadi diam saja, jadi aku pikir mas ga suka dengar kalau aku lagi hamil. " kata Viona pada sang suami.
" Sayang, tadi mas diam saja karena mas terkejut dengan kabar yang kamu berikan. " kata Gavin pada sang istri.
" Sayang, mana ada seorang ayah yang tidak senang dengan kehadiran seorang anak di keluarga kecil nya, karena seorang anak adalah anugerah terindah. " kata Gavin menjelaskan pada sang istri.
"Terima kasih sayang, ini adalah kado terindah buat mas. " kata Gavin pada sang istri, tak lupa dia juga memeluk dan mencium pucak kepala sang istri.
"Vio kira abang ga senang kalau kita akan segera punya banyak, karena abang diam saja dari tadi. " kata Viona pada sang suami.
"Maaf sayang, tadi abang cuma kaget saja sayang. " kata Gavin pada sang istri.
"Ya sudah sekarang calon mamah muda ini mau apa? " tanya Gavin pada sang istri, mendengar itu Viona pun langsung tersenyum.
" Mas, aku mau di masakin nasi goreng. " kata Viona pada sang suami.
" Tapi harus mas yang masak. " kata Viona lagi pada sang suami.
"Baik lah sayang, mas akan membuat kan nya. " kata Gavin pada sang istri.
Akhir nya Gavin dan Viona pun turun menuju lantai bawah, setelah mereka berdua berganti pakaian.
"Selamat pagi mom. " kata Viona dan Gavin pada mommy Ana.
" Pagi ka, abang. " jawab mommy Ana pada Viona dan Gavin.
"Ada apa kalian ke dapur pagi pagi. " kata mommy Ana pada kedua nya.
"Ini mom, kaka mau nasi goreng. " kata Viona pada sang mommy.
"Ya sudah, biar mommy buat kan sekarang. " kata mommy Ana pada sang putri.
" Mommy, kaka mau mas Gavin yang masak nasi goreng nya. " kata Viona pada sang mommy.
Ana yang mendengar itu pun hanya tersenyum pada sang putri, Gavin pun langsung membuat kan nasi goreng untuk sang istri.
***** T. B. C *****