My Baby'S

My Baby'S
Episode 24



Melihat anggukan sang istri, Marvell pun langsung mencium seluruh wajah Ana. Dan saat Marvell mencium bibir Ana, Marvell menahan tengkuk Ana.


Marvell pun memperdalam ciuman nya, sehingga berubah menjadi l*m*t*n, tanpa sadar Ana pun membalas nya. Ciuman Marvell pun perlahan turun ke leher jenjang Ana, Marvell pun m*ngh*s*p nya sehingga meninggalkan banyak jejak kepemilikan disana.


"Ahhhhh..... " tanpa Ana sadari dia pun mulai m*nd*s*h dan mulai menikmati apa yang Marvell lakukan.


Tangan Marvell pun tidak tinggal diam, saat ini tangan nya mulai menelusup ke dalam baju tidur nya.


Saat tangan nya sudah menemukan apa yang di cari nya, Marvell pun langsung m*r*m*s nya dan itu membuat Ana semakin m*nd*s*h.


Marvell yang sudah tidak bisa menahan nya lagi langsung membuka semua baju yang di pakai sang istri dan juga dirinya sendiri, sehingga sekarang mereka sudah seperti bayi yang baru lahir.


"Dad.... " kata Ana, pada sang suami.


"Kenapa mom? " tanya Marvell di sela aktivitas nya.


"Ahhhh... " d*s*h Ana saat Marvell m*ny*s*p p*t*ng s*s* Ana.


Setelah puas, Marvell pun mencium kembali bibir Ana.


"Mom, sekarang. " kata Marvell.


Ana pun mengerti apa yang di ingin kan Marvell pun mengangguk, Marvell pun mulai melakukan penyatuan nya.


Marvell baru berhenti saat melihat Ana yang sudah kelelahan melayani nya.


"Terima kasih mom. " kata Marvell yang mengecup kening Ana penuh sayang, Ana hanya menganggukkan kepala nya saja.


Marvell pun menarik Ana ke dalam pelukan nya, dan akhir nya mereka pun tertidur dengan berpelukan.


Marvell terbangun lebih dulu, dia tersenyum melihat sang istri yang masih terlelap dalam pelukan nya, tak berselang lama Ana pun mulai mengerjapkan mata nya.


Dan saat Ana sudah benar-benar membuka matanya.


"Cup... " satu kecupan Marvell berikan di bibir nya.


"Morning kiss mom. " kata Marvell.


Ana yang malu pun langsung menyembunyikan wajah nya di dada polos Marvell.


"Mom kalau kamu begini, bisa-bisa junior ku bangun lagi. " kata Marvell menggoda sang istri.


"Blushhhh.... " wajah Ana pun langsung memerah.


"Apaan sih dad. " kata Ana, dan Ana pun langsung memegang selimut nya dan akan bangun, tapi belum sempat bangun Marvell menahan nya.


"Mau ke mana mom? " tanya Marvell pada sang istri.


"Mau mandi dulu dad. " kata Ana pada sang suami.


Tanpa bertanya pada sang istri, Marvell langsung menggendong nya dan masuk ke dalam kamar mandi, dan akhir nya mereka pun mandi bersama.


Setelah membersihkan diri nya mereka pun langsung berpakaian, saat Ana akan menyisir rambut nya Ana melihat banyak tanda kepemilikan di leher nya.


"Daddy...." teriak Ana.


Marvell yang sedang mengancingkan kemeja nya pun kaget mendengar teriakan sang istri, dan langsung menghampiri nya.


"Kenapa sih mom? " tanya Marvell, yang langsung memeluk sang istri.


"Daddy, coba lihat apa ini... " kata Ana sambil menujuk leher nya, dan Marvell pun hanya tersenyum.


"Wah bagus banget mom, apa mau tambah lagi mom? " tanya Marvell menggoda sang istri.


Mendengar itu Ana memelototkan mata nya, kesal dengan apa yang di kata kan sang suami.


"Dad, ini bagaimana cara menutupi nya, bukan malah mau si tambah lagi. " kata Ana kesal.


"Baik lah sini. " kata Marvell.


Marvell pun mengambil foundation dan langsung menutupi jejak kepemilikan nya.


"Bagaimana, sudah tidak terlihat kan. " kata Marvell yang langsung memeluk lagi sang istri.


" Iya dad. " kata Ana dengan tersenyum.


Mereka pun langsung masuk ke dalam kamar twins, dan ternyata twins sudah bangun dan sudah rapih.



"Wah kesayangan mommy dan daddy sudah sangat cantik dan tampan. " kata Ana.


Ana langsung menggendong baby Vano dan Marvell menggendong baby Viona. Mereka pun langsung membawa twins ke lantai bawah, karena mereka akan sarapan.


Ana dan Marvell pun menitipkan twins pada pengasuh nya, setelah selesai sarapan Marvell pun akan pergi ke kantor.


Seperti biasa nya Ana dan twins akan mengantarkan nya ke depan.


"Mom, bisa kah nanti siang antar kan makan siang ke kantor. " kata Marvell pada sang istri.


"Memang nya kenapa? " tanya Ana.


"Tidak apa-apa mom, hanya ingin saja di antar kan makan siang oleh sang istri. " kata Marvell .


" Baik lah dad, tapi anak-anak bagaimana, apa harus di bawa? " tanya Ana.


"Bawa saja mom. " kata Marvell pada sang istri.


"Baiklah, tapi daddy mau di masakan apa makan siang nya? " tanya Ana pada sang suami.


"Apa saja mom, yang penting mommy yang buat." kata Marvell pada sang istri.


"Ya sudah mom, dad berangkat dulu ya. " kata Marvell pada sang istri, tak lupa dia juga mencium kening sang istri.


"Iya dad. " kata Ana.


"Prince, princess, daddy berangkat kerja dulu ya, nanti siang kalian ke kantor daddy ok. " kata Marvell pada twins.


Tak lupa Marvell juga mencium kedua pipi twins secara bergantian.


Setelah selesai berpamitan, Marvell pun langsung menjalankan mobil nya menuju kantor. Sementara Ana dan twins masuk ke dalam rumah.


Saat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh, Ana pun langsung mulai memasak untuk makan siang sang suami. Setelah selesai, Ana langsung menuju kamar nya.


Ana sedang bersiap untuk pergi ke kantor sang suami, setelah selesai Ana pun langsung menggantikan baju twins juga.


"Sus, kalian istirahat saja, biar saya bawa mereka sendiri. " kata Ana pada kedua pengasuh twins.


"Tapi nona muda. " kata salah satu suster twins.


" Tidak apa-apa sus,saya bisa. " kata Ana memotong perkataan twins.


"Baik lah nona muda. " kata pengasuh twins.


Dan akhir nya Ana dan twins pun sudah selesai dan mereka sudah siap untuk berangkat ke kantor sang suami.


"Pak, kita ke kantor mas Marvell ya. " kata Ana pada supir yang akan mengantar kan nya ke kantor sang suami.


Saat berada di dalam mobil, Ana takut kalau dia akan di usir security di kantor Marvell, karena bagaimana pun mereka semua belum tau kalau Marvell sudah menikah.


Karena dulu Ana sendiri yang meminta pernikahan nya dengan Marvell di adakan secara sederhana, di mana hanya di hadiri kedua keluarga besar mereka saja.


Ana terus saja melamun, dan tanpa Ana sadari bahwa dia sudah sampai di kantor sang suami.


"Maaf nona muda, kita sudah sampai. " kata sang supir mengembalikan kesadaran Ana.


"Ah iya pa, maaf saya melamun. " kata Ana pada sang supir.


"Tidak apa-apa nona muda. " kata supir tersebut.


"Apa nona muda butuh bantuan? " tanya sang supir.


"Tidak apa-apa pa, saya bisa sendiri. " kata Ana.


Akhirnya Ana pun turun terlebih dahulu, dan menurunkan stroller nya. Setelah itu Ana mendudukkan twins di stroller nya, dan mendorong stroller itu memasuki gedung perkantoran yang mewah itu.


*****T.B.C.*****