My Baby'S

My Baby'S
Part 11.



Gavin mengejar Viona yang ke luar dari ruangan nya, tapi Gavin terlambat pintu lift sudah tertutup, Gavin bisa melihat wajah sedih Viona.


Gavin pun turun menuju lobby dengan menggunakan tangga darurat, saat Gavin sampai di sana ternyata Viona sudah keluar dan naik ke dalam taxi. Saat Gavin akan mengejar nya, tiba tiba saja ponsel nya berbunyi dan ternyata itu dari Clarisa.


"Hallo ada apa Ris? " tanya Gavin pada Clarisa.


"Vin, client nya sudah tiba dan menunggu kamu di ruang meeting. " kata Clarisa dari sambungan telepon.


"Oh iya, baik lah aku akan segera ke sana. " jawab Gavin dan langsung mematikan sambungan telepon nya.


Gavin pun langsung berjalan masuk lagi ke dalam, karena sebentar lagi Gavin ada meeting dengan client. Sementara di dalam taxi, Viona terlihat melamun.


"Maaf nona, kita akan kemana? " tanya supir taxi tersebut, tapi Viona tidak mendengar nya, dia sibuk dengan pikiran nya sendiri.


"Nona,,,, nona,,,,,, nona,,,,,, " panggil supir taxi tersebut beberapa kali, dan itu berhasil mengembalikan Viona dari lamunan nya.


"Ah iya pak ada apa? " tanya Viona pada supir taxi tersebut.


" Maaf nona saya sudah mengagetkan,saya hanya ingin bertanya nona mau di antar kemana? " tanya supir taxi tersebut.


" Iya ga apa apa pak, tolong antar kan saya ke alamat xxxxxx pak. " kata Viona pada supir taxi tersebut.


" Baik lah nona. " jawab supir taxi tersebut.


Tak berselang lama, Viona pun sudah sampai di rumah nya. Setelah Viona membayar ongkos taxi, Viona pun langsung turun dari taxi tersebut, dan Viona langsung berjalan masuk ke dalam rumah nya.


"Assalamu'alaikum." kata Viona saat dia sudah masuk ke dalam rumah.


"Walaikumsalam." jawab semua yang ada di sana.


Viona pun langsung mencium tangan Ana, setelah itu Viona pun langsung naik ke lantai dua di mana kamar nya berada.


Viona langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya, setelah selesai Viona langsung merebahkan diri nya di atas tempat tidur nya.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima, Viona baru saja bangun, dia langsung berjalan ke kamar mandi dan membersihkan diri nya. Setelah selesai, Viona pun langsung turun ke bawah, dan ternyata semua orang sudah berada di ruang keluarga.


"Sore semua nya. " sapa Viona pada semua nya.


"Sore juga ka. " jawab semuanya.


Viona langsung duduk di samping sang daddy, dia juga langsung merebahkan kepala nya di pangkuan sang daddy.


" Ada apa ka? " tanya Marvell pada Viona.


"Tidak apa apa, hanya sedang ingin tidur di pangkuan daddy saja. " jawab Viona pada sang daddy.


Marvell pun tersenyum, dia juga mengelus kepala Viona dengan sayang.


Tak berselang lama bi Sumi pun datang, untuk memberi tau kan bahwa makan malam sudah siap.


"Maaf tuan, nona makan malam nya sudah siap. " kata bi Sumi pada semua nya.


"Oh iya bi, terima kasih. " kata Ana pada bi Sumi.


Mereka pun langsung berjalan dan duduk di kursi mereka masing masing, Viona pergi ke kamar mandi terlebih dulu, karena dia ingin buang air kecil.


Ternyata saat Viona ke kamar mandi Clarisa datang untuk mengantarkan berkas, Ana pun meminta Clarisa untuk makan malam bersama sebelum dia pulang.


Saat Viona kembali ke sana dan berjalan menuju kursi nya, tiba tiba saja Clarisa duduk di sana. Dan itu membuat semua orang yang berada di sana terkejut, dan saat Ana akan menegur nya, Viona menggelengkan kepala nya dan dia memilih duduk berhadapan dengan Gavin.


Saat mereka akan memulai makan nya, tiba tiba saja Clarisa mengatakan sesuatu.


"Wah Vin, bukan nya ini makanan ke sukaan kamu udang crispy, dan ayam balado. " kata Clarisa, dan dia juga mengambil kan nya untuk gavin.


Saat sedang makan pun Clarisa terus saja bercerita tentang saat mereka masih kuliah di sana. Mendengar itu, Viona mulai merasa tidak suka, dia hanya memain kan makanan nya saja.


" Maaf nak Clarisa, sebaik nya kita makan dulu, setelah itu nak Clarisa bisa melanjut kan nya setelah makan. " kata Ana pada Clarisa, Ana mengerti apa yang dirasakan sang putri.


" Maaf semua nya, Viona sudah kenyang. " kata Viona pada semua nya.


"Viona permisi ke kamar duluan. " kata nya lagi, dia langsung berdiri dari kursi nya, dia juga langsung berjalan menuju lantai dua di mana kamar nya berada.


Semua orang menatap punggung Viona yang semakin menjauh dengan tatapan sendu, tapi tidak dengan Clarisa, dia sedikit menarik sudut bibir nya ke atas.


"Apa aku salah bica? " tanya Clarisa pada semua nya.


"Tidak nak, lebih baik kita lanjut kan lagi makan nya. " kata Marvell pada semua nya.


Mereka pun melanjut kan makan nya dengan hening, hanya terdengar bunyi sendok dan garpu yang beradu.


Setelah selesai, mereka langsung berjalan menuju ruang keluarga, di sana mereka mengobrol.


"Abang Gavin bisa ikut dengan daddy sebentar, daddy ingin bicara. " kata Marvell pada Gavin.


"Iya dad. " kata Gavin pada Marvell.


Marvell dan Gavin pun berjalan menuju ruang kerja nya. Sementara Viona turun dari kamar nya, dia langsung berjalan ke dapur untuk mengambil air minum.


Clarisa yang melihat Viona ke dapur pun langsung meminta ijin untuk menelpon seseorang.


"Hallo iren,,,, " kata Clarisa.


"Iya, aku sedang berada di rumah orang tua angkat Gavin. " kata Clarisa lagi.


"Iya, seperti nya Gavin terpaksa menerima pertunangan dia dengan putri pertama nya tuan Marvell sebagai balas budi. " kata Clarisa.


"Iya kau benar, sebagai balas budi karena keluarga Pradipta sudah mau merawat nya dari kecil. " kata Clarisa.


Viona yang sudah tidak tahan mendengar perkataan Clarisa pun langsung pergi berlari dari dapur dan naik ke lantai atas di mana kamar nya berada.


"Kaka,,,,, kaka,,,,, kaka,,,,, " teriak Alice yang melihat kaka nya berlari menaiki anak tangga.


Mendengar Alice berteriak memanggil sang kaka, semua orang langsung menghampiri nya, begitu juga dengan Marvell dan Gavin.


"Bruggggghhhh,,,,,, " terdengar suara pintu di tutup dengan kasar dari lantai atas, dan itu membuat semua orang terkejut.


"Ada apa ? " tanya Marvell pada Ana.


"Mommy juga tidak tau dad. " kata Ana pada sang suami.


Tak berselang lama Clarisa pun masuk kembali, dan menghampiri mereka. Ana langsung berjalan menuju lantai dua, di mana kamar sang putri berada.


"Maaf, ada apa? " tanya Clarisa pada semua orang yang ada di sana, Clarisa pura pura tidak tau.


"Tidak apa apa. " kata Ana pada Clarisa.


"Kalau begitu, saya pamit pulang dulu, ini juga sudah malam. " kata Clarisa pada semua orang yang ada di sana.


" Oh iya nak, hati hati di jalan. " kata Marvell pada Clarisa.


"Hati hati di jalan Ris. " kata Gavin pada Clarisa.


*****T.B.C*****