
Hari ini Ana sudah di perboleh kan untuk pulang ke rumah, karena kondisi Ana dan baby Alice sudah stabil.
"Mom, apa sudah siap? " tanya Marvell pada sang istri.
"Sudah dad. " jawab Ana singkat.
"Ya sudah, ayo pulang sekarang. " kata Marvell pada sang istri.
"Ayo dad. " jawab Ana yang sudah tidak sabar ingin segera pulang ke rumah.
Marvell pun mendorong kursi roda yang Ana duduki, sementara barang bawaan Ana dan baby Alice di bawa pa Agus.
"Dede sekarang pulang ke rumah ya. " kata Ana pada baby Alice.
Mendengar sang mommy berbicara, baby Alice pun membuka mata nya.
"Dede senang ya, sebentar lagi dede bertemu dengan abang dan kaka yang sudah menunggu dede di rumah. " kata Marvell pada putri ke dua nya.
Tak berselang lama, akhir nya mereka pun sampai di rumah. Ana langsung turun dan berjalan dengan menggendong baby Alice, Marvell pun berjalan di sebelah kanan Ana.
"Selamat datang. " kata semua orang yang berada di sana, saat Marvell, Ana dan baby Alice masuk ke dalam rumah.
"Terima kasih sambutan nya semua nya. " kata Ana menirukan suara anak kecil.
"Mommy, kaka mau cium dede. " kata Viona pada sang mommy.
"Sebaik nya kita semua duduk dulu. " kata Marvell pada semua nya.
Mereka pun langsung masuk menuju ke ruang keluarga, Ana pun langsung duduk di sofa. Melihat sang mommy sudah duduk, Viona pun langsung menghampiri sang mommy.
" Wah dede Alice cantik. " kata Viona, tak lupa dia juga mengelus pipi sang adik.
Baby Alice pun membuka matanya, dan tersenyum itu membuat Viona senang.
" Mommy, dede nya bangun. " kata Viona pada sang mommy.
"Iya kaka, dede kan selalu senang kalau di sapa kaka Viona. " jawab Ana pada putri pertama nya.
"Mommy, boleh tidak dede Alice bobo nya sama kakak? " tanya Viona pada sang mommy.
"Kaka, dede nya masih butuh ASI mommy, jadi dede nya bobo sama mommy dulu. Kalau dede nya sudah engga minum ASI lagi, dede boleh tidur sama kaka. " jelas Marvell pada putri pertama nya.
"Baik daddy. " kata Viona pada sang daddy.
Melihat sang putri yang kecewa, Ana pun langsung mengusap kepala putri pertama nya itu.
"Sebagai ganti nya, kaka Viona boleh tidur dengan dede Alice di kamar mommy dan daddy. " kata Ana pada putri pertama nya itu.
"Benarkah mommy, kaka boleh tidur bersama dede? " tanya Viona pada sang mommy.
"Iya kaka, benar kan dad? " kata Ana, dia juga memberikan pertanyaan pada sang suami.
"Iya mommy, kaka boleh tidur menemani dede. " kata Marvell pada sang istri.
"Asik, kaka bisa menemani dede Alice bobo. " kata Viona yang senang dengan jawaban yang di berikan mommy dan daddy nya.
"Nak, sebaik nya baby Alice nya di tidur kan dulu, biar leluasa bergerak. " kata mamah Arum pada sang putri.
"Iya mah. " jawab Ana.
Marvell pun langsung berdiri dan mengambil tempat tidur putri ke dua, Marvell sengaja menidurkan baby Alice di sana, agar mereka bisa sekalian untuk menjaga nya.
Setelah Ana menidurkan sang putri, Ana pun langsung kembali duduk di tempat nya tadi duduk.
Mereka pun melanjutkan perbincangan mereka, sementara anak-anak sedang mengajak baby Alice berbicara, walaupun mereka tau baby Alice tidak akan bisa menjawab.
Tak terasa waktu makan siang pun tiba,Ana pun membangunkan anak-anak yang malah ikutan tertidur di dekat tempat tidur baby Alice.
Setelah mereka bangun, mereka langsung berjalan menuju kamarnya masing-masing untuk membersihkan badan mereka.
Setelah selesai mereka pun turun kembali, ternyata makan siang nya sudah siap. Mereka makan siang secara lesehan, sementara baby Alice di titipkan pada bi Sumi.
Mereka pun makan siang dengan terkadang di selingi candaan, yang membuat semua orang di sana tertawa. Setelah mereka selesai, mereka pun langsung menuju ke ruangan di mana baby Alice berada.
"Mommy, dede nya masih tidur. " kata Viona yang melihat sang adik yang masih tidur.
"Iya ka, dede tadi baru di kasih ASI sama mommy, jadi dede nya tidur karena sudah kenyang. " kata Marvell pada putri pertama nya.
"Tapi kenapa dede nya tidur terus dad? " tanya Viona pada sang daddy.
"Waktu abang dan kaka masih bayi sama seperti dede. " kata Marvell pada putri pertama nya.
"Benar, abang dan kaka selalu tidur. " kata Marvell pada sang putri pertama nya.
"Tapi dari dulu sampai sekarang kaka sangat posesif pada daddy. " kata Ana pada putri pertama nya.
"Benar kah mom? " tanya Viona pada sang mommy.
"Iya, bahkan mommy saja tidak boleh mendekati daddy. " kata Ana pada putri pertama nya.
"Tapi sekarang kaka kan engga begitu mom. " kata Viona pada sang mommy.
"Iya, sekarang kaka sudah jadi kaka yang baik. " kata Ana pada putri pertama nya.
Mereka pun bercerita sampai tak terasa hari sudah sore, kedua orang tua Ana dan Marvell pun berpamitan pulang.
"Mah, kenapa ga nginep saja. " kata Ana pada kedua orang tua dan mertua nya.
"Nanti kami kemari lagi nak, besok mamah dan papah harus ke rumah mertua nya ka Arya. " kata mamah Arum pada sang putri.
"Mamah dan papah harus ke Paris sayang, papah ada acara di sana. " kata mamah Anindira.
"Baik lah, kalian hati-hati di jalan. " kata Ana pasrah.
"Iya sayang. " jawab mamah Anindira.
"Asalamualaikum." kata mereka berempat bersamaan.
"Walaikumsalam." jawab Ana dan Marvell bersamaan.
Mereka berdua pun langsung masuk ke dalam, setelah kedua mobil itu sudah pergi dari halaman rumah nya.
Marvell dan Ana pun langsung berjalan menghampiri di mana anak-anak nya berada.
"Mommy dede Alice nya bangun. " kata Viona pada sang mommy.
"Mungkin dede nya lapar mom. " kata Marvell pada sang istri.
"Biar kan dede main dulu dad. " kata Ana pada sang suami.
"Kaka, ajak dede nya main saja dulu ya. " kata Ana pada putri pertama nya.
"Iya mommy. " kata Viona pada sang mommy.
Viona langsung berjalan menuju baby Alice, Viona juga mengajak baby Alice bercerita. Seperti mengerti apa yang di kata kan sang kaka, baby Alice pun terkadang tersenyum.
Melihat itu Marvell dan Ana pun tersenyum, sementara Gavin dan Vano sedang belajar. Sedangkan Ara sedang menemani nenek nya yang sedang sakit.
Ana pun berjalan menuju kamar nenek Asih, saat Ana masuk ternyata nenek Asih sedang beristirahat.
" Mommy. " kata Ara saat melihat Ana masuk ke dalam kamar sang nenek.
Ana pun tersenyum dan berjalan mendekati Ara, setelah sampai Ana langsung membelai kepala Ara dengan sayang.
*****T.B.C*****