My Baby'S

My Baby'S
Episode 33.



Marvell yang mendengar ada yang memanggil nya pun langsung melihat nya, saat tau itu adalah sang asisten dan sekaligus sahabat nya.


"Apa kau membawa uang nya? " tanya Marvell pada Andre.


"Sudah saya bawa tuan muda. " jawab Andre pada sang boss.


"Berikan pada laki-laki itu. " kata Marvell pada sang asisten.


"Hitung saja sendiri, dan satu lagi jangan mengganggu nenek Ratih lagi. " kata Marvell pada pria paruh baya itu.


" Lebih baik pergi sekarang, atau akan ku panggil polisi untuk datang kemari. " kata Marvell lagi.


Tanpa menjawab, orang-orang itu pun pergi meninggalkan rumah nenek Ratih.


"Nak Ana terima kasih, kalian sudah mau membantu nenek. " kata nenek Ratih pada Ana dan yang lain nya.


" Sama-sama nek. " kaya kata Ana pada nenek Ratih.


"Nenek pasti akan mencicil nya. " kaya kata nenek Ratih.


"Nek, kami tulus membantu nenek. " kata Ana pada nenek Ratih.


"Nek, sebenar nya kedatangan Ana kemari untuk membicarakan sesuatu dengan nenek. " kata Ana lagi, membuka pembicaraan yang serius.


"Ada apa nak? " tanya nenek Ratih, pada Ana.


Sebelum Ana bicara, dia melihat ke arah Marvell sebesar. Mengerti maksud sang istri Marvell pun langsung menganggukkan kepala nya.


"Sebenarnya, kedatangan kami kemari untuk meminta nenek dan Ara untuk tinggal di rumah kami. '' kata Ana, pada nenek Ratih.


Nenek Ratih yang mendengar itu pun terdiam, nek Ratih belum mengerti maksud dari Ana.


" Maksud nya nak? " tanya nek Ratih pada Ana, karena nek Ratih tidak mengerti apa yang baru saja Ana kata kan.


"Maksud nya, nek Ratih dan Ara pindah dari sini ke rumah kami. " kata Ana menjelaskan pada nenek Ratih.


" Maaf nak, tapi nenek ga bisa. " kata nenek Ratih pada Ana.


" Kenapa nek? " tanya Ana.


"Karena nenek tidak mau merepotkan kalian, jika nenek dan Ara pindah ke rumah kalian.


" Kami tidak merasa di repot kan nek, malahan kami akan senang apalagi Viona, dia pasti senang karena ada Ara. " kata Ana menjelaskan pada nenek Ratih.


Nenek Ratih pun terdiam dan berpikir, jawaban apa yang harus dia berikan pada mereka.


"Nek Ana mohon, nenek mau tinggal bersama kami. " kata Ana lagi pada nenek Ratih.


" Baik lah. " Kata nenek Ratih pada akhir nya setuju dengan permintaan Ana.


"Alhamdulillah, kalau begitu ayo nek kita pulang. " kata Ana pada nek Ratih.


" Tunggu sebentar nak, nenek harus membereskan pakaian yang akan di bawa. " kata nenek Ratih.


" Baiklah nek, apa perlu Ana bantu nek? " tanya Ana pada nenek Ratih.


" Tidak usah nak, nenek bisa sendiri. " kata nenek Ratih pada Ana.


Nenek Ratih pun langsung pergi ke kamar nya dan membereskan baju yang akan di bawa nya, tak lupa nenek Ratih juga members baju sang cucu.


Tak berselang lama, nenek Ratih pun sudah kembali lagi ke tempat di mana ada Ana dan Marvell, tak lupa nek Ratih juga membawa dua tas yang sudah lusuh.


" Nenek sudah selesai? " tanya Ana pada nenek Ratih.


" Iya nak. " jawab nenek Ratih.


" Ya sudah ayo nek. " kata Ana pada nenek Ratih.


Marvell pun langsung mengambil tas yang di bawa nenek Ratih tadi.


"Biar nenek bawa sendiri nak. " kata nenek Ratih yang merasa tidak enak pada Marvell.


" Tidak apa-apa nek, biar Marvell saja. " kata Marvell pada nenek Ratih.


Mereka pun langsung berjalan menuju di mana mobil Marvell berada, setelah sampai mereka langsung masuk ke dalam mobil. Setelah di rasa sudah siap Marvell pun menjalankan mobil nya menuju rumah.


Tak berselang lama, akhir nya mereka pun sampai di rumah. Nenek Ratih yang melihat rumah Marvell yang besar pun tak percaya, kalau dia akan tinggal di rumah sebesar itu.


" Ayo nek kita masuk. " kata Ana pada nenek Ratih.


"Ah iya nak. " kata nenek Ratih.


Dan mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah, dengan Marvell membawa tas nenek Ratih.Saat sudah berada di dalam rumah, Ana pun langsung membawa nenek ke salah satu kamar untuk nenek Ratih.


" Nek, ini kamar nenek sekarang. " kata Ana pada nenek Ratih.


"Apa nenek suka? " kata Ana bertanya, nenek Ratih pun hanya menjawab dengan anggukan kepala nya saja.


" Alhamdulillah kalau nenek suka, sekarang nenek istirahat dulu. " kata Ana pada nenek Ratih.


" Iya nak, sekali lagi terima kasih. " kata nenek Ratih pada Ana.


'' Iya nek sama-sama, kalau begitu Ana keluar dulu nek. " kata Ana pada nenek Ratih.


" Iya nak. " kata nenek Ratih.


Setelah Ana keluarga dari kamar nenek Ratih,Ana pun langsung berjalan menuju kamar nya.


" Clek....." pintu kamar di buka dari luar, dan itu bersama dengan Marvell yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Ana pun langsung berjalan menuju walk in closet, Ana langsung mengambil baju untuk Marvell. Tanpa Ana sadari, ternyata Marvell mengikuti nya dari belakang.


Saat sudah dekat, Marvell langsung memeluk sang istri. Dan perlakuan Marvell itu membuat Ana terkejut, dan Ana pun langsung berbalik.


"Cup..... " satu kecupan mendarat di bibir Ana, saat dia membalikkan tubuh nya.


" Dad.... " kata Ana pada sang suami.


" Ada apa mom? " tanya Marvell pada sang istri.


"Lepas, mom mau mandi dulu. " kata Ana pada sang suami.


"Ga mau mom. " kata Marvell yang malah semakin mengerat kan pelukan nya.


"Dad, mommy sudah gerah, mommy mau mandi dulu, biar segar dad. " kata Ana pada sang suami.


" Baiklah mom. " kata Marvell yang melepaskan pelukan nya.


" Terima kasih dad. " kata Ana pada sang suami, tak lupa Ana juga mencium sekilas bibir sang suami.


Ana pun langsung berjalan menuju kamar mandi, sementara Marvell sedang memakai baju yang sudah di siapkan sang istri.


Setelah selesai Marvell pun duduk di sofa dengan langsung mengambil laptop nya, tak berselang lama Ana sudah selesai mandi dan memakai baju ganti nya.


Ana langsung duduk di kursi meja rias nya, dan langsung memakai make-up nya tipis.


"Dad ayo kita turun, sebentar lagi waktu nya makan siang. " kata Ana pada sang suami.


" Iya mom, ayo kita turun. " kata Marvell pada sang istri.


Marvell dan Ana pun akhirnya turun, sebelum mereka ke ruang makan Ana terlebih dahulu memanggil nenek Ratih untuk makan siang bersama.


"Tok.... tok..... tok.... nek. " suara pintu kamar nenek Ratih di ketuk dari luar, dan tak lupa Ana pun memanggil nenek Ratih.


"Clek... " suara pintu kamar nek Ratih di buka.


"Ada apa nak? " tanya nek Ratih pada Ana.


" Ayo nek kita makan siang dulu. " kata Ana pada nek Ratih.


Belum nek Ratih menjawab Ana sudah menggandeng tangan nek Ratih.


*****T.B.C*****