My Baby'S

My Baby'S
Episode 42.



Marvell yang melihat sang istri terjatuh pun langsung menggendong nya, Marvell langsung menyuruh anak-anak juga untuk masuk, termasuk Gavin.


Marvell menjalankan mobil nya cukup kencang, sehingga membuat Viona langsung memeluk Gavin karena takut.


"Ade jangan takut ya, pejamkan saja mata nya, anggap ade sedang naik Roll Coster. " kata Gavin menenangkan Viona.


Viona pun menuruti apa yang di kata kan Gavin, dia langsung memejamkan mata nya tanpa melepaskan pelukan nya dari Gavin.


Begitu juga dengan Ara, dia memeluk lengan Vano erat.


" Ara tenang ya. " Vano menenangkan Ara, dan Vano juga mengusap kepala Ara.


Tak berselang lama, akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit, Marvell langsung menggendong sang istri masuk ke dalam rumah sakit, di ikuti twins, Ara dan Gavin.


"Dokter.... dokter..... " teriak Marvell.


Suster yang melihat nya, langsung saja mendorong brankar, Marvell langsung membaringkan sang istri di atasnya.


Suster langsung mendorong menuju ruangngan, setelah sampai Dokter langsung memeriksa keadaan Ana. Setelah selesai, dokter pun langsung keluar dari ruangan Ana.


"Bagaimana keadaan istri saya dok? " tanya Marvell langsung pada sang dokter.


Mendapat kan pertanyaan dari Marvell dokter tersebut tersenyum.


" Maaf tuan, setelah saya memeriksa nya tadi, seperti nya istri anda saat sedang mengandung. " kata dokter yang memeriksa Ana tadi.


"Untuk lebih jelas nya lagi, sebaik nya setelah istri anda bangun, anda bisa memeriksa kan nya ke dokter kandungan. " kata dokter lagi.


Mendengar perkataan sang dokter, Marvell pun terkejut, dia sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Tuan.... tuan.... " kata dokter pada Marvell, dan itu sukses membuat Marvell tersadar.


"Ma... ma.... maksud anda, istri saya saat ini sedang hamil? " tanya Marvell pada sang dokter, dan tak terasa air mata nya lolos begitu saja.


"Itu baru prediksi saya tuan, untuk memastikan nya, anda bisa memeriksakan nya pada dokter kandungan. " kata dokter pada Marvell.


"Baik lah dokter terima kasih. " kata Marvell pada sang dokter.


"Baik lah tuan, saya permisi dulu. " kata dokter tersebut.


" Baik dok, sekali lagi terima kasih. " kata Marvell pada sang dokter.


Dokter itu pun langsung berjalan menjauhi ruangan Ana, sementara Marvell dan yang lain nya langsung masuk ke dalam ruangan Ana.


Marvell langsung menghampiri sang istri, yang masih tertidur.


" Sayang, kalian istirahat dulu, kalian pasti cape. " kata Marvell pada semua nya.


"Baik dari. " jawab mereka semua nya, kecuali Gavin.


" Kalau begitu Gavin pulang dulu om. " kata Gavin pada Marvell.


" Kamu mau pulang ke mana? '' tanya Marvell pada Gavin.


"Gavin, akan pulang ke tempat biasa om. '' jawab Gavin.


" Kemana? '' tanya Marvell lagi.


"Di mana saja om, asalkan Gavin bisa tidur. " jawab Gavin dengan menundukkan kepala nya.


Marvell pun langsung menghembuskan nafas nya dengan kasar.


"Kalau begitu, mulai sekarang kamu akan tinggal di rumah keluarga Pradipta. " kata Marvell pada Gavin.


"Tapi om. " kata Gavin.


"Aku tidak suka di bantah. " kata Marvell pada Gavin dengan tegas, tanda tidak ingin di bantah.


"Ka Gavin, turuti saja perintah daddy. " kata Vano pada Gavin.


"Iya ka, kalau ka Gavin menolak, daddy bisa marah, dan itu sangat menyeramkan. " kata Viona pada Gavin.


"Ka Gavin turuti saja perintah daddy, karena daddy dan mommy orang yang sangat baik. " kata Ara pada Gavin.


"Baik lah om, Gavin akan tinggal di rumah om. " kata Gavin pada Marvell.


Mendengar jawaban Gavin, membuat Marvell tersenyum, dan Marvell pun langsung berjalan menghampiri Gavin.


Mendapat perlakuan seperti itu, tanpa terasa air mata Gavin lolos begitu saja.


"Kenapa kamu menangis? " tanya Marvell pada Gavin.


"Gavin, hanya teringat ayah dan bunda. " kata Gavin pada Marvell.


Marvell pun langsung memeluk nya, mendapatkan perlakuan seperti itu membuat Gavin semakin terisak, Marvell pun mengusap punggung Gavin.


"Om membiarkan kamu menangis hari ini, tapi tidak untuk besok. " kata Marvell pada Gavin.


"Kamu adalah anak laki-laki, jadi kamu harus kuat, tunjukkan pada ayah dan bunda mu, kalau kamu pasti akan sukses. " kata Marvell pada Gavin.


Tak berselang lama Ana pun mulai mengerjapkan matanya, saat Ana sudah benar-benar membuka mata nya.


" Ini di mana? " tanya Ana, saat dia melihat suasana kamar yang berbeda.


" Mom, kamu sudah bangun. " kata Marvell pada sang istri.


"Dad, ini di mana? " tanya Ana pada sang suami.


"Ini di rumah sakit mom, tadi kamu pingsan. " kata Marvell pada sang istri.


"Lalu kata dokter aku kenapa, apa aku sakit parah dad? " tanya Ana pada sang suami.


"Tidak mom, tapi kata dokter twins akan punya adik. " jawab Marvell pada sang istri.


"Ma... ma. maksud daddy, aku sedang mengandung? " tanya Ana pada sang suami


"Iya mom, sebentar lagi kita akan memeriksa nya ke dokter kandungan. " kata Marvell pada sang istri.


"Dad, anak-anak di mana? " tanya Ana pada sang suami.


"Anak-anak lagi istirahat di sebelah mom. " jawab Marvell pada sang istri.


"Siapa yang menjaga mereka dad? " tanya Ana pada sang suami.


" Tadi aku suruh bi Sari ke sini mom, sekalian bawa makanan dan baju ganti buat anak-anak juga. " kata Marvell pada sang istri.


"Gavin bagaimana dad? ' tanya Ana pada sang suami.


Mendengar pertanyaan sang istri Marvell pun tersenyum, Marvell mengusap kepala sang istri dengan sayang.


" Maksud daddy? " tanya Ana pada sang suami.


" Maksudnya, mulai sekarang Gavin akan tinggal bersama dengan kita. '' jawab Marvell pada sang istri.


"Benar kah dad. " kata Ana senang.


"Iya mom, dan besok rencana nya daddy akan membeli baju untuk Gavin. " kata Marvell pada sang istri.


"Benar kah dad? " tanya Ana lagi dengan antusias.


"Iya mom. " jawab Marvell pada sang istri.


"Asik...... " teriak Ana yang membuat Marvell kaget.


"Ya ampun mom. " kata Marvell, tak lupa Marvell juga mengusap dada nya karena kaget mendengar teriakan sang istri.


" Maaf dad, aku senang karena besok kita akan shoping. " kata Ana pada sang istri.


"Tapi mom..... " kata Marvell pada sang istri.


"Kenapa, apa daddy tidak akan mengajak ku? " tanya Ana pada sang suami dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Tapi mom.... " kata Marvell pada sang istri.


"Mommy mau ikut titik. " kata Ana dengan tegas pada sang suami.


"Baik lah mom, tapi kita harus bicarakan ini dulu dengan dokter. " kata Marvell pada akhir nya mengalah pada sang istri.


"Baik lah dad, ayo sekarang kita bertemu dengan dokter nya. " kata Ana pada sang suami.


*****T.B.C*****