
Tak terasa jam pulang sekolah twins sebentar lagi, Marvell dan Ana pun akan berangkat untuk menjemput twins dan juga Ara.
Tak berselang lama Marvell dan Ana pun sudah sampai di sekolahhan twins, dari kejauhan Ana dan Marvell melihat Viona yang berlari menuju ke arah mereka.
"Daddy..... " teriak Viona, saat sudah sampai di hadapan kedua orang tua nya.
"Ade jangan lari-larj nanti jatuh. " kata Ana pada sang putri.
"Maaf mom. " kata Viona pada sang mommy.
Tak berselang lama Vano dan Ara pun sampai di depan Ana dan Marvell, Vano langsung mencium tangan daddy dan mommy nya bergantian, Ara pun melakukan hal yang sama seperti yang Vano lakukan.
"Maaf mommy, daddy ade lupa. " kata Viona yang langsung mencium tangan kedua orang tua nya bergantian.
"Ya sudah ayo kita pulang sekarang. " kata Ana.
"Ayo mommy. " kata Viona, pada sang mommy.
"Kalau begitu Ara juga pamit pulang dulu tante, om. " kata Ana pada kedua orang tua teman nya.
"Sayang, kamu mau ke mana? " tanya Ana pada Ara yang akan pergi.
"Ara mau pulang tante, kasian nenek kalau kerja sendirian di rumah. " kata Ara pada mommy twins.
"Sayang, mulai hari ini kamu akan berangkat dan pulang sekolah bersama dengan twins. " kata mommy Ana.
"Maksud mommy apa? " bukan Ara yang bertanya, justru malah Viona yang bertanya pada sang mommy.
" Maksud nya mulai hari ini Ara akan tinggal bersama dengan kita sayang. " kata Marvell memberikan jawaban pada sang putri.
Viona dan Ara pun masih mencerna apa yang di kata kan sang daddy.
"Horeeeeee.... " tiba-tiba saja Viona berteriak kegirangan, yang membuat Ara dan Vano menutup mata dan telinga nya.
"Ya ampun, ade jangan teriak, sakit kuping abang." kata Vano pada sang adik.
"Maaf abang. " kata Viona pada sang abang.
"Makasih daddy, mommy, ade senang. " kata Viona pada kedua orang tua nya.
"Ya sudah ayo sekarang kita pulang. " kata Ana pada semuanya.
Akhir nya mereka berlima pun langsung masuk ke dalam mobil, Marvell pun langsung melajukan mobil nya menuju arah ke rumah.
Tak berselang lama, mereka pun sampai di rumah, Viona langsung menarik Ara menuju kamar nya.
" Ara ayo ikut, kita ke kamar ade. " kata Viona pada Ara,dan mereka pun langsung berjalan menuju kamar Viona.
"Ayo masuk. " kata Viona setelah membuka pintu kamar nya.
Melihat kamar yang begitu mewah, membuat Ara terpaku di tempat nya.
"Ayo masuk. " kata Viona lagi, yang langsung menarik tangan nya, karena Viona kesal melihat Ara yang hanya diam di depan kamar nya.
Viona langsung mengambil baju ganti untuk diri nya, dan juga tak lupa untuk Ara.
"Ara ini, baju ganti nya. " kata Viona pada Ara.
"Tapi.... " kata Ara.
"Tenang saja, pakaian itu baru. " kata Viona pada Ara.
"Bukan begitu, aku hanya tidak enak saja, kalau harus memakai baju mu. " kata Ara pada Viona.
"Tidak masalah, ayo cepat ganti baju nya, setelah itu kita akan turun ke bawah. " kata Viona pada Ara.
Akhir nya Viona dan Ara pun secara bergantian masuk ke dalam kamar mandi, setelah mereka berdua selesai, mereka pun langsung turun ke lantai bawah.
"Nenek... " kata Ara pada sang nenek, yang langsung mencium tangan sang sang nenek.
" Ara sudah pulang cu... " kata nenek dengan mengelus kepala sang cucu.
"Iya nek. " jawab Ara dengan tersenyum.
Perkataan Viona membuat semua orang yang ada di sana tersenyum.
"Baik lah, kenari lah biar nenek elus kepala nya. " kata nenek Ratih.
Viona pun dengan sangat senang dan tersenyum berlari mendekati nenek Ratih, saat sudah sampai Viona langsung mencium tangan nenek Ratih, dan nenek Ratih pun mengelus kepala Viona.
Mendapatkan perlakuan seperti itu Viona merasa senang, walaupun kedua orang tua nya dan juga grenma, grenfa nya selalu memanjakan nya.
"Assalamu'alaikum... " kata kedua orang tua Marvell dan juga kedua orang tua Ana.
"Walaikumsalam.... " jawab mereka semua yang ada di sana.
" Mah, pah. " kata Ana dan Marvell bersamaan, tak lupa mereka juga mencium tangan kedua orang tua mereka secara bergantian.
" Wah ramai sekali. " kata mamah Anindira.
"Iya mah. " kata Ana dengan tersenyum.
"Oh iya mah, kenalkan ini nenek Ratih dan cucu nya Ara, yang pernah Ana cerita kan. " kata Ana pada sang mertua.
"Apa kabar bu, perkenalkan nama saya Anindira dan itu suami saya Riko, kami orang tua dari Marvell. " kata mamah Anindira.
"Kalau yang itu, namanya Arum dan suaminya Adi, mereka kedua orang tua Ana. " kata mamah Anindira lagi.
"Iya nyonya, nama saya Ratih. " kata nek Ratih pada kedua orang tua Ana dan Marvell.
"Bu, jangan panggil kami nyonya, panggil saja nama kami. " protes mamah Anindira.
"Baik lah, kalau begitu nak Dira, dan nak Arum saja, bagaimana? " tanya nenek Ratih.
"Seperti nya itu jauh lebih baik. " kata mamah Anindira.
Dan mereka pun akhir nya mengobrol, sementara Viona dan Ara sedang bermain boneka, sedangkan Vano sedang bermain game.
Tak terasa waktu sudah petang, mereka semua memutuskan untuk mandi di kamar masing-masing.Setelah mereka selesai, mereka pun langsung turun ke lantai bawah.
Ana sudah menata semua makanan yang sudah dia dan bibi masak di meja makan.
"Ayo semua nya kita makan malam dulu. " kata Ana pada semua orang yang berada di sana.
Akhirnya mereka semua pun makan malam bersama, setelah selesai mereka mengobrol di ruang keluarga terlebih dahulu.
Tak terasa waktu pun sudah semakin larut nenek Ratih pun meminta sang cucu untuk segera tidur.
"Ara ini sudah malam, sebaik nya tidur, besok harus sekolah. " kata nenek Ratih pada sang cucu.
"Oh iya benar, twins lebih baik kalain juga tidur. " kata Ana pada kedua anak nya.
"Baik lah mommy. " jawab kedua nya.
"Selamat malam semua nya. " kata twins bersamaan.
"Malam sayang. " jawab semua orang yang berada di sana.
"Ara ayo, kita tidur bersama. " kata Viona yang langsung menarik tangan Ara.
"Tapi nak.... " kata nek Ratih.
"Biar kan saja nek, mereka tidur bersama. " kata Ana pada nek Ratih.
Dan akhirnya mereka semua memutuskan untuk beristirahat, mereka semua masuk ke kamar masing-masing.
Di kamar Viona saat ini, Viona sedang mengambil baju tidur untuk dia dan Ara, Viona sengaja mengambil baju yang sama.
"Ara ini baju tidur nya, biar kita samaan. " kata Viona menyerahkan baju pada Ara.
"Terima kasih. " kata Ara yang mengambil baju itu.
Mereka pun mengganti baju secara bergantian di kamar mandi, setelah itu mereka pun naik ke tempat tidur dan tak membutuhkan waktu lama mereka sudah terlelap.
*****T.B.C*****