
Baby Alice saat ini sudah berusia dua tahun, dia sudah bisa di ajak bermain. Seperti saat ini Viona dan Ara sedang mengajak nya bermain.
"Mommy coba lihat, dede bisa ngikutin kaka loh." kata Viona dengan antusias.
"Benarkah, coba mommy mau lihat. " kata Ana pada sang putri pertama nya itu.
" Dede coba ikutin kaka. " kata Viona pada sang adik.
"Ayo de, tadi dede bisa kan ikutin kaka. " kata Viona antusias.
"Wah mommy coba lihat dede bisa ngikutin kaka." kata Viona dengan senang.
Melihat itu semua yang ada di sana tersenyum, Viona langsung mencium pipi adik nya itu.
"Wah dede pinter. " kata Viona pada sang adik.
"Ka yun yun. " kata Alice pada sang kaka, tak lupa dia juga menunjuk ke arah Ara yang sedang duduk di ayunan.
"Dede mau main ayunan bareng ka Ara? " tanya Viona pada sang adik, dan Alice pun mengangguk kan kepala nya.
"Yun yun. " kata Alice lagi, tak lupa dia juga menarik tangan Viona.
Viona pun menuruti ke inginan adik nya, mereka berdua berjalan menuju Ara yang sedang duduk di ayunan.
Melihat Viona dan Alice datang menghampiri nya, Ara pun tersenyum.
"Yun yun. " kata Alice pada Ara, saat dia sudah sampai di dekat Ara.
Ara yang mengerti pun langsung menggendong Alice, dan mendidukan nya di samping nya.
"Sini duduk sama ka Ara. " kata Ara pada Alice.
Alice pun duduk berdua dengan Ara di ayunan, sedangkan Viona berjalan menuju sang daddy.
" Daddy, nanti sore kita main ke taman yu. " ajak Viona pada sang daddy.
"Memang nya kaka mau ngapain ke sana? " tanya Marvell pada putri pertama nya itu.
"Kaka mau main saja dad. " jawab Viona pada sang daddy.
"Ya sudah, nanti sore kita main ke taman. " kata Marvell pada Viona, putri pertama nya itu.
"Asik, terima kasih dad, sayang daddy. " kata Viona yang langsung memeluk sang daddy.
Alice yang melihat kaka nya memeluk sang daddy, langsung minta turun.
"Lun lun." kata Alice pada Ara.
"Dede mau turun? " tanya Ara pada Alice, dan di jawab dengan anggukan kepala.
Ara pun langsung menurunkan Alice, setelah turun Alice langsung berjalan menuju sang daddy.
"Dad,,, dad,,,, dad,,,, " kata Alice, tak lupa dia juga merentangkan ke dua tangan nya.
"Wah, ternyata dede juga mau di peluk daddy. " kata Marvell dia langsung mengambil putri ke dua nya itu dan memeluk nya.
Ana yang melihat itu pun tersenyum.
" Mom, nanti sore kita jalan-jalan ke taman. " kata Marvell pada sang istri.
"Iya dad. " jawab Ana pada sang suami.
"Dad, bagaimana kalau kita sekalian saja bawa bekal, untuk di makan di sana? " tanya ana pada sang suami.
"Seperti nya itu ide bagus mom. " jawab Marvell pada sang istri.
Ana pun langsung berjalan menuju dapur, dia akan menyiapkan makanan apa saja yang akan di bawa nya nanti sore ke taman.
Setelah hampir dua jam akhirnya semua makanan pun jadi, Ana sengaja membuat banyak cemilan untuk mereka semua.
"Dad, mom mau ke atas dulu, mau mandi. " kata Ana pada sang suami.
"Iya mom. " kata Marvell pada sang istri.
Ana pun langsung berjalan menuju lantai atas di mana kamar nya berada.
Setelah sampai Ana langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya, tak membutuhkan waktu lama Ana pun sudah selesai.
" Yang lain nya di mana dad? " tanya Ana pada sang suami.
" Sudah masuk ke kamar masing-masing mom. " jawab Marvell.
"Daddy suruh mereka istirahat dulu mom. " lanjut nya lagi.
" Oh, ya sudah daddy juga istirahat juga. " kata Ana pada sang suami.
"Iya mom, kita juga akan istirahat. " kata Marvell pada sang istri.
"Ya sudah, sini dede juga bobo. " kata Ana yang langsung naik ke atas tempat tidur.
"Puk puk. " kata baby Alice pada sang mommy.
" Iya sini mommy puk puk. " kata Ana pada sang putri.
Alice pun langsung berguling ke arah sang mommy, melihat tingkah putri ke duanya pun Ana hanya tersenyum. Ana langsung menepuk-nepuk pelan bokong sang putri, tak membutuhkan waktu lama Alice pun sudah tertidur.
Melihat sang putri yang sudah tertidur, Marvell pun langsung beepidah posisi tidur nya menjadi di belakang sang istri, Marvell pun langsung memeluk sang istri.
"Dad." kata Ana pada sang suami.
"Sudah mom, kita istirahat saja dulu. " kata Marvell pada sang istri.
Ana pun tidak bisa protes lagi, dia pun langsung memejamkan mata nya, tak membutuhkan waktu lama, mereka pun sudah terlelap.
Tak terasa sore pun tiba, Ana mulai mengerjapkan mata nya. Ana tersenyum melihat sang suami dan putri nya masih terlelap, Ana mulai memindahkan tangan sang suami secara perlahan.
Namun belum sempat tangan Marvell berpindah, Marvell malah terbangun.
"Mau ke mana mom? " tanya Marvell pada sang istri.
" Mau ke kamar mandi dad. " kata Ana pada sang suami.
Marvell pun langsung melepaskan pelukan nya dari sang istri, Ana pun langsung turun dan berjalan menuju kamar mandi.
Saat Ana keluar dari kamar mandi, Ana tersenyum melihat suami dan anak nya tidur dengan berpelukan.
Ana pun berjalan untuk membangun kan sang suami, belum Ana sampai terdengar ketukan pintu.
"Tok,,,,, tok,,,,,, tok,,,,,, " suara pintu di ketuk dari luar.
Ana pun langsung berjalan menuju ke arah pintu, Ana langsung membuka kan pintu.
"Clek,,,,, " suara pintu di buka dari dalam.
"Mommy, daddy mana? " tanya Viona pada sang mommy.
"Daddy masih tidur ka. " jawab Ana pada putri pertama nya.
Viona pun langsung berjalan masuk, dia langsung menuju ke arah di mana daddy nya berada.
"Dad, ayo bangun ini sudah sore, bukan nya kita akan pergi ke taman.
" Emmmm,,,, " kata Marvell pada sang putri pertama nya itu.
"Daddy ayo cepat bangun, nanti keburu malam. " kata Viona pada sang daddy.
Marvell pun langsung membuka mata nya, dia langsung duduk dan tersenyum pada sang putri.
"Iya sayang, sebentar ya daddy mandi dulu. " kata Marvell pada putri pertama nya itu.
"Tapi daddy mandi nya jangan lama-lama." kata Viona pada sang daddy.
"Iya kaka, tapi kaka sudah mandi belum? " tanya Marvell menggoda sang putri.
"Kaka sudah mandi dari tadi daddy. " kata Viona pada sang daddy.
"Baik lah daddy mandi dulu sekarang. " kata Marvell pada Viona.
Marvell pun langsung berjalan menuju kamar mandi, sedangkan Ana langsung mengambil baju untuk sang suami.
Viona pun naik ke atas tempat tidur dan membangun kan adik nya.
"Dede Alice, ayo bangun, kita semua akan jalan-jalan ke taman. " kata Viona pada sang adik, dia mengelis pipi sang adik.
Setelah berusaha beberapa kali untuk membangunkan sang adik, akhir nya Alice pun bangun.
Ana langsung menggendong dan memandikan nya.
*****T.B.C*****