My Baby'S

My Baby'S
Part 28.



Setelah mereka selesai, mereka berempat pun langsung turun menuju ruang keluarga.Mereka tersenyum saat melihat Vano yang malah tertidur di pangkuan Ara.


"Abang Vano bangun, sebentar lagi waktu nya shalat maghrib loh. " kata sang mommy.


"Emmmm, iya mom. " kata Vano yang masih memejam kan mata nya.


"Bangun abang. " kata Ana lagi pada sang putra.


"Iya mommy. " kata Vano yang langsung membuka mata nya, dan kembali duduk dengan benar.


Melihat itu Ara pun tersenyum, melihat wajah sang kekasih yang terlihat kesal pada sang mommy. Tak berselang lama suara azan pun berkumandang, mereka semua langsung mengambil wudhu secara bergantian.


Yang menjadi imam saat ini adalah Vano, karena kemarin Marvell yang menjadi imam. Seperti biasa nya setelah selesai mereka selalu mengaji, sambil menunggu shalat isya.


Setelah mereka semua selesai, mereka langsung berjalan menuju ruang makan, mereka semua akan makan malam bersama.


Setelah selesai, mereka semua langsung menuju ruang keluarga dan menonton televisi seperti biasa nya, terkadang di selingi dengan obrolan ringan. Sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, mereka semua pun memutuskan untuk beristirahat.


Tak terasa pagi pun tiba, setelah mereka sudah rapih, mereka pun langsung turun menuju lantai satu. Berhubung hari ini hari libur, Viona dan Gavin akan ke kantor polisi untuk menjenguk Clarissa, sesuai dengan keinginan sang istri.


Vano dan Ara akan pergi ke salah satu mall, untuk mencari buku yang di inginkan Ara, sedangkan Marvell dan Ana hanya akan berdiam diri di rumah.


"Mom, dad, abang sama Viona berangkat dulu ya." kata Gavin pada Ana dan juga Marvell.


"Iya sayang, kalian hati hati ya. " kata Ana yang di balas dengan anggukan kepala ke dua nya.


"Asalamualaikum." kata Gavin dan Viona, tak lupa mereka juga mencium tangan Marvell dan juga Ana secara bergantian.


"Walaikumsalam, hati hati di jalan ya. " kata Ana pada kedua nya.


"Iya mom. " jawab Viona pada sang mommy, dan Gavin pun langsung melajukan mobil nya dengan hati hati.


Saat Ana dan Marvell akan masuk ke dalam, tiba tiba saja Vano dan Ara keluar.


"Mom, dad, abang dan Ara mau beli buku dulu ya. " kata Vano pada kedua orang tua nya.


"Mau beli buku atau mau pacaran bang? " tanya Marvell pada sang putra.


"Dua dua nya dad. " jawab Vano pada sang daddy.


"Abang abang, kamu ini ada ada saja. " kata Marvell pada sang putra.


"Ya sudah, kalian berangkat sana dan hati hati di jalan. " kata Ana pada anak pertama nya itu.


"Ya sudah mom,dad, kami berangkat dulu, asalamualaikum. " kata Vano pada kedua orang tua nya.


"Iya hati hati bang. " kata Ana pada putra nya itu.


"Mom, dad, Ara pergi dulu, asalamualaikum. " kata Ara pada kedua orang tua sang kekasih.


"Iya sayang, Walaikumsalam, hati hati di jalan. " kata Ana pada Ara.


Vano dan Ara pun langsung menaiki mobil yang akan membawa nya menuju ke salah satu mall.


Sementara Ana dan Marvell langsung masuk ke dalam, dan mereka langsung berjalan menuju kamar nya, mereka ingin beristirahat.


"Tak terasa anak anak sudah besar ya dad? " tanya Ana pada sang suami.


" Iya mom, rasanya baru kemarin mereka masih bayi, tapi sekarang si kembar sudah punya pasangan nya masing masing, tinggal putri bungsu kita saja yang masih belum ada pasangan nya. " kata Marvell pada sang istri, tak lupa Marvell juga mengusap pelan kepala sang istri yang memeluk nya.


"Dad, Alice masih kecil ya, dia itu baru mau lulus sekolah dasar dad. " kata Ana pada sang suami.


"Iya sayang,tapi apa yang aku kata kan memang benar kan. " kata Marvell pada sang istri.


"Iya dad. " jawab Ana pada sang suami.


"Ya sudah lebih baik kita sekarang istirahat dulu. " kata Marvell pada sang istri.


Akhir nya mereka berdua pun memejamkan mata nya, mereka tidur dengan saling memeluk satu sama lain.


Sementara di tempat lain, tepat nya di kantor polisi, Gavin dan Viona saat ini sedang berbicara dengan Clarissa.


"Untuk apa kalian datang kemari? " tanya Clarissa pada kedua nya.


"Ka Rissa kenapa ingin mencelaka kan aku? " Viona malah balik bertanya.


"Kamu jangan pura pura bodoh Viona. " kata Clarissa pada Viona.


"Ka, aku ingin tau dari kamu sendiri. " kata Viona pada Clarissa.


"Aku ingin kamu m*t* . " kata Clarissa.


"Clarissa,,,, " kata Gavin dengan emosi yang sudah memuncak.


"Mas,,,, " kata Viona, tak lupa dia juga mengelus lengan sang suami.


"Mas tenang. " kata Viona lagi pada sang suami.


"Sayang, bagaimana aku bisa tenang, jika jelas jelas wanita itu ingin menghabisi mu. " kata Gavin pada sang istri.


"Tapi mas harus tenang, lagi pula aku tidak apa apa kan. " kata Viona pada sang suami.


"Tapi sayang. " kata Gavin pada sang istri.


"Mas, aku ingin bicara berdua dengan ka Rissa. " kata Viona pada sang suami.


"Engga boleh, kamu tidak boleh bicara hanya berdua saja, mas ga mau terjadi sesuatu pada mu sayang. " kata Gavin pada Viona.


"Aku janji mas, aku akan baik baik saja. " kata Viona pada sang suami.


"Baik lah. " kata Gavin pada sang istri, walaupun ada kekawatirran dalam hati nya.


"Apa yang ingin kamu bicara kan dengan ku? " tanya Clarissa pada Viona, setelah Gavin pergi dari sana.


"Aku hanya ingin bertanya, apa ka Rissa mencintai dan menyayangi mas Gavin? " tanya Viona pada Clarissa.


"Pertanyaan bodoh apa itu, jelas kamu tau apa jawaban nya, tentu saja aku mencintai Gavin. " kata Clarissa pada Viona.


"Tapi aku rasa ka Rissa tidak benar benar mencintai mas Gavin.


" Apa maksud mu? " tanya Clarissa pada Viona.


"Ka Rissa bukan mencintai mas Gavin, tapi ka Rissa sangat terobsesi dengan mas Gavin. " kata Viona pada Clarissa.


"Aku sangat mencintai Gavin. " kata Clarissa lagi.


"Jika ka Rissa memang mencintai mas Gavin, maka ka Rissa akan membiarkan mas Gavin bisa bahagia, walaupun mas Gavin tidak bersama dengan ka Rissa. " kata Viona pada Clarissa.


" Ka Rissa akan merasa bahagia, jika melihat mas Gavin bahagia. " kata Viona lagi pada Clarissa.


"Tapi apa yang ka Rissa lakukan, ka Rissa malah membuat nya terluka, apa itu yang ka Rissa sebut dengan cinta. " kata Viona lagi.


"Aku tidak ingin membuat nya sedih. " kata Clarissa lirih.


"Tapi kenyataan nya ka Rissa membuat mas Gavin sedih, apa dengan cara ka Rissa membuat ku celaka dan bahkan mungkin saat itu aku m*t* akan membuat mas Gavin bahagia? " tanya Viona pada Clarissa, dan hanya di jawab dengan gelengan kepala.


"Ka Rissa, jika kita memang benar benar mencintai seseorang, maka dengan siapa pun pilihan nya kita hanya bisa mendoakan nya, karena cinta tidak bisa di paksakan ka. " kata Viona pada Clarissa.


" Maaf,,,,, " kata Clarissa dan tak terasa air mata nya pun sudah menetes.


***** T. B. C *****