
Setelah mendapat jawaban dari sang istri, Gavin pun langsung berjalan keluar dari kamar nya. Setelah Gavin keluar, Viona pun langsung memakai baju nya.
Setelah selesai, Viona pun langsung memanggil sang suami.
"Mas,,,,,, " panggil Viona dari dalam kamar.
"Clek,,,,, " pintu kamar Viona di buka dari luar.
"Sudah sayang? " tanya Gavin pada sang istri.
"Sudah mas. " jawab Viona pada sang suami.
Gavin pun langsung berjalan menghampiri sang istri, setelah itu Gavin langsung duduk di samping sang istri dan mengusap pucuk kepala Viona.
"Ya sudah sebaik nya kita istirahat dulu sekarang." kata Gavin pada sang istri.
"Iya mas. " jawab Viona singkat pada sang suami.
Gavin pun langsung membaringkan Viona, setelah itu dia berjalan memutari tempat tidur dan lain-lain naik ke atas tempat tidur.
Gavin langsung merebahkan diri nya di atas tempat tidur, dan dia juga langsung memeluk Viona.
"Mas,,,,, " kata Viona yang sedikit kaget dengan apa yang di lakukan sang suami.
"Kenapa sayang? " tanya Gavin pada sang istri.
"Biar kan seperti ini ya sayang. " kata nya lagi pada sang istri, dan hanya di jawab anggukan kepala sang istri.
Akhir nya mereka berdua pun tidur dengan Gavin memeluk sang istri, Viona pun langsung membalas peluk kan sang suami, tak membutuhkan waktu lama akhir nya mereka berdua pun sudah terlelap.
Tak terasa pagi pun tiba, Gavin terbangun lebih dulu. Gavin tersenyum, karena saat dia membuka mata, yang pertama di lihat nya adalah Viona yang masih terlelap di dalam dekapan hangat nya, yang baru saja ke marin sah menjadi istri nya.
Tak berselang lama, Viona pun mulai mengerjapkan mata nya. Viona terkejut saat melihat Gavin berada di hadapan nya, bahkan saat ini Gavin juga sedang memeluk nya.
"Abang sedang apa, kenapa ada di kamar ku? " tanya Viona pada Gavin.
Mendengar pertanyaan dari sang istri, Gavin pun tersenyum, Gavin malah mencium bibir Viona sekilas.
"Abang,,,,,, " kata Viona sedikit berteriak.
"Ada apa? " tanya Gavin pada Viona.
"Kenapa tadi abang mencium ku? " tanya Viona yang langsung menutup wajah nya karena malu.
"Memang nya ada yang salah, kalau abang mencium istri abang sendiri? " bukan nya mejawab Gavin malah balik bertanya.
"Istri,,,,, " gumam Viona, dan bayangan pernikahan mereka kemarin pun terbayang.
Setelah Viona mengingat nya, dia pun langsung menyembunyikan wajah nya di dada sang suami.
"Kenapa sembunyi? " tanya Gavin pada sang istri.
"Apa sekarang sudah ingat? " tanya nya lagi pada sang istri.
"Sudah, aku malu. " kata Viona pada sang suami.
"Kenapa harus malu? " tanya Gavin pada sang istri.
Bukan nya menjawab, Viona malah semakin menenggelamkan wajah nya pada dada Gavin.
"Ya sudah, lebih baik sekarang kita mandi dulu. " kata Gavin pada sang istri, dan hanya di jawab anggukan kepala Viona.
Mereka berdua pun mandi secara bergantian, setelah selesai mereka langsung keluar dari kamar hotel dan menuju ke restoran di mana keluar nya pasti sudah menunggu.
"Selamat pagi semua nya. " sapa kedua nya bersamaan.
"Pagi,,,,,,, " kata semua orang yang sudah berada di sana.
Gavin dan Viona pun langsung duduk di kursi, yang sudah di sediakan pihak hotel untuk keluarga besar nya.
Setelah selesai sarapan, mereka semua melanjutkan dengan berbincang ringan.
" Ka Vio, mau bulan madu ke mana? " tanya Marvell pada sang putri.
" Daddy, Viona masih harus masuk sekolah. " kata Viona pada sang daddy.
"Lagi pula, kaki Viona masih belum bisa berjalan. " kaya kata Viona dengan lirih.
"Sayang, besok kamu akan terapi, jadi kamu jangan sedih. " kata Gavin pada sang istri, tak lupa dia juga mengusap pucuk kepala sang istri.
"Abang yakin, kamu pasti bisa berjalan seperti biasa nya. " kata nya lagi.
Mendengar perkataan Gavin, Viona pun langsung memeluk sang suami, dan tanpa terasa air mata nya pun langsung menetes, Gavin pun langsung membalas pelukan sang istri.
"Sayang jangan nangis, nanti cantik nya hilang. " goda Gavin pada sang istri.
"Mas,,,,, " kata Viona, dia juga mencubit kecil perut sang suami.
"Aww,,,,, sakit sayang. " kata Gavin pada sang istri.
Mendengar dan melihat tingkah pasangan suami istri baru itu membuat semua orang yang berada di sana tersenyum.
"Sudah, lebih baik kita pulang sekarang. " kata Marvell pada semua nya.
"Abang Gavin dan ka Viona mau ikut pulang sekarang atau masih mau menginap di sini? " tanya Ana pada Gavin dan Viona.
"Sayang, kamu mau menginap lagi di sini atau ikut pulang bersama semua nya? " tanya Gavin pada sang istri.
"Kita ikut pulang saja ya mas. " kata Viona pada sang suami.
"Baik lah kita akan ikut pulang. " kata Gavin pada sang istri, tak lupa dengan senyum manis nya.
"Baik lah, ayo kita pulang sekarang. " kata Marvell pada semua nya.
"Ayo,,,,,, " kata semua nya.
Akhir nya mereka semua keluar dari hotel dan menuju mobil nya masing masing. Gavin dan Viona pun masuk ke mobil Gavin, dan mereka hanya berdua saja di dalam mobil Gavin.
Setelah menempuh perjalanan hampir empat jam, dengan terkadang mereka berhenti untuk membeli cemilan atau pun minum nya.
Mereka semua akhir nya sudah sampai di rumah, mereka langsung masuk ke dalam rumah, dan menuju kamar nya masing masing untuk beristirahat.
Tak terasa makan siang pun tiba, saat ini mereka sudah berada di ruang makan. Terkadang terdengar pertanyaan dari si bungsu, dan tawa dari semua orang yang berada di sana.
Setelah semua nya selesai makan siang, mereka langsung menuju ruang keluarga, dan mereka membahas tentang Gavin dan Viona.
"Abang Gavin, apa kalian berdua sudah memutuskan untuk tinggal di mana? " tanya Marvell pada menantu nya itu.
Gavin pun langsung melihat ke arah sang istri, mendapatkan tatapan dari sang suami, Viona pun langsung mengangguk dan tersenyum ke arah sang suami.
" Sebenar nya abang sudah membeli rumah untuk kami tinggali dad. " kata Gavin pada Marvell.
"Benar kah, kapan kamu membeli nya? " tanya Marvell yang tak tau jika Gavin sudah menyiapkan tempat tinggal untuk nya dan juga Viona.
"Satu tahun lalu dad. " kata Gavin pada Marvell.
Mendengar itu Marvell pun tersenyum, dia bangga pada Gavin, dia sudah menyiapkan semua nya masa depan mereka dengan sangat matang, bahkan sebelum pernikahan mereka di laksanakan.
"Kapan kalian akan pindah ke rumah baru kalian?" tanya Marvell pada ke dua nya.
Pertanyaan Marvell berhasil membuat Ana menatap Gavin dan Viona dengan sendu, sementara yang di tatap hanya tersenyum memang semua nya bergantian.
"Kami,,,,,, "
***** T. B. C *****