
Tak terasa,mereka pun sudah sampai di sekolah, mereka bertiga langsung berjalan masuk menuju kelas mereka.
Sedangkan Gavin, langsung melajutkan kembali mobil nya menuju arah Perusahaan.Setelah menempuh waktu dua puluh menit, akhir nya Gavin pun sampai di perusahaan nya.
Setelah Gavin sampai di ruangan nya, dia langsung duduk di kursi kebesaran nya dan langsung mengerjakan pekerjaan nya.
Saat Gavin sedang fokus mengerjakan pekerjaan nya, tiba tiba saja pintu ruangan nya terbuka, karena terlalu fokus dengan pekerjaan nya Gavin tidak menyadari ada yang sudah masuk ke ruang nya.
Tiba tiba saja Gavin terkejut karena ada yang memeluk nya dari belakang, saat Gavin melihat siapa yang sudah memeluk nya dari belakang.
"Clarisa." kata Gavin yang langsung melepaskan pelukan Clarisa.
"Gavin, aku sangat merindukan mu. " kata Clarisa pada Gavin.
"Apa maksud mu? " tanya Gavin pada Clarisa.
"Iya Gavin, aku sangat merindukan mu. " kata Clarisa yang akan kembali memeluk Gavin.
"Apa kau sudah gila. " kata Gavin pada Clarisa.
"Iya aku sudah gila, dan kau yang sudah membuat ku gila. " kata Clarisa pada Gavin.
"Apa maksud mu? " tanya Gavin pada Clarisa.
"Kau pikir untuk apa aku datang ke negara ini, dan mau bekerja dengan mu" kata Clarisa pada Gavin.
"Jangan bilang kau,,,, " kata Gavin.
" Iya, aku mencintaimu Gavin. " kata Clarisa pada Gavin.
Tanpa mereka sadari, ternyata Viona ada di sana.
"Abang." kata Viona pada Gavin.
"Sayang." kata Gavin yang langsung berjalan dan memeluk Viona.
"Kenapa kau kemari? " tanya Clarisa menujuk Viona.
"Aku ingin menemui calon suami ku. " kata Viona pada Clarisa.
"Tidak, Gavin hanya akan menikah dengan ku. " kata Clarisa pada Viona.
"Kenapa kau menganggu ku, seharus nya Gavin menikah dengan ku bukan dengan mu. " kata Clarisa pada Viona.
"Gavin menikah dengan mu bukan karena dia mencintaimu, tapi karena dia ingin balas budi pada keluarga mu, yang sudah merawat nya. " kata Clarisa lagi pada Viona.
"Cukup Clarisa. " bentak Gavin pada Clarisa.
"Kau dengar baik baik, aku akan menikah dengan Viona karena aku mencintai nya, bulan karena balas budi. " kata Gavin pada Clarisa.
Mendengar perkataan Gavin, membuat Viona tersenyum karena senang. Sementara Clarisa meradang dan tidak Terima, dengan apa yang sudah di kata kan Gavin.
"Tidak Gavin, kau tidak boleh menikah dengan dia, kau hanya boleh menikah dengan ku. " kata Clarisa pada Gavin.
"Maaf Clarisa, aku hanya mencintai Viona, dan aku hanya menganggap kamu hanya sebagai teman saja, tidak lebih. " kata Gavin pada Clarisa.
Mendengar perkataan Gavin membuat Clarisa semakin marah.
"Jika kamu tidak menjadi milik ku, maka siapa pun tidak akan bisa memiliki mu. " kata Clarisa pada Gavin.
Setelah mengatakan itu Clarisa pun keluar dari ruangan Gavin, dan langsung membanting pintu ruangan Gavin.
Gavin pun langsung memeluk Viona, dan mengecup pucuk kepala Viona.
"Maaf sayang. " kata Gavin pada Viona.
"Kenapa abang minta maaf? '' tanya Gavin pada Viona.
" Maaf, karena kemarin abang ga ngertiin perasaan kamu sayang. " kata Gavin pada Viona .
"Abang, kita lupain yang sudah terjadi. " kata Viona pada Gavin.
"Kita akan mulai semua nya dari awal. " kata Viona lagi pada sang kekasih.
"Terima kasih sayang. " kata Gavin pada Viona.
Gavin pun langsung memeluk Viona dan di balas oleh Viona dengan tak kalah erat.
"Oh iya sayang, kenapa kamu sudah pulang sekolah? " tanya Gavin pada Viona.
"Ya sudah, lebih baik sekarang kita pergi cari makan siang ya. " kata Gavin pada sang kekasih.
"Iya bang. " kata Viona pada Gavin.
Dan mereka pun langsung keluar dari ruangan Gavin, mereka berdua langsung berjalan dan masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka menuju lobby.
Setelah mereka berdua sudah sampai di lobby, mereka berdua pun langsung berjalan menuju ke arah parkiran di mana mobil Gavin berada.
Gavin langsung melajukan mobil nya untuk mencari restoran yang di ingin kan sang kekasih. Mereka berdua pun memutuskan untuk memakan makanan Jepang.
Setelah mereka berdua selesai makan, Gavin pun langsung melajukan mobil nya menuju rumah, untuk mengantarkan Viona pulang.
"Asalamualaikum." kata Gavin dan Viona bersamaan, setelah mereka berdua masuk ke dalam rumah.
"Walaikumsalam." jawab Ana yang berada di dapur.
"Kalian berdua baru datang? " kata Viona pada mereka berdua.
"Iya mom, tadi kaka dan abang makan siang dulu." jawab Viona pada sang mommy.
"Oh begitu. " kata Ana pada sang putri,
"Sekarang lebih baik kalian membersihkan diri dulu, kemudian istirahat. " kaga Ana lagi.
"Iya mom. " kata Viona pada sang mommy.
"Maaf mom, abang harus kembali lagi ke kantor mom. " kata Gavin pada Ana.
"Oh, baik lah bang. " kata Ana pada Gavin.
"Abang hati hati di jalan ya. " kata Ana pada Gavin.
"Iya mom. " jawab Gavin pada Ana.
Gavin pun langsung mencium tangan Ana, setelah itu Gavin mengucapkan salam.
"Asalamualaikum.' kata Gavin pada Ana.
" Walaikumsalam. " jawab Ana pada Gavin.
Gavin pun berjalan menuju ke luar rumah, Viona pun berjalan di belakang Gavin, dia mengantarkan sang kekasih.
"Sayang, aku berangkat ke kantor lagi ya. " kata Gavin pada Viona.
"Iya, abang hati hati di jalan. " kata Viona pada sang kekasih.
" Iya sayang. " kata Gavin pada Viona, tak lupa dia juga mengusap pucuk kepala Viona.
Gavin pun langsung masuk ke dalam mobil nya, setelah itu dia menjalankan mobil nya meninggal kan halaman rumah, menuju ke perusahaan nya.
Setelah mobil Gavin tidak terlihat, Viona pun langsung masuk kembali ke dalam rumah. Viona langsung naik menuju ke lantai atas, di mana kamar nya berada.
Setelah sampai di kamar nya, Viona pun langsung masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai, Viona langsung naik ke atas tempat tidur nya dan langsung merebahkan diri nya, tak berselang lama Viona pun langsung terlelap.
Tak terasa hari sudah sore, semua orang sudah berada di rumah.
"Tok,,,, tok,,,, tok,,,,, " suara pintu kamar Viona di ketuk dari luar.
Viona pun langsung bangun dan berjalan menuju pintu kamar nya.
" Clek,,,, " suara pintu di buka dari dalam.
"sayang, kamu baru bangun? " tanya Gavin pada Viona.
"Abang sudah pulang? " bukan nya menjawab Viona malah balik bertanya.
"Iya sayang. " jawab Gavin pada Viona, tak lupa dia juga mengusap pucuk kepala Viona.
"Lebih baik sekarang kamu cuci muka dulu, setelah itu baru turun ke bawah. " kata Gavin pada Viona.
"Iya bang. " kata Viona pada Gavin.
Gavin pun turun lebih dulu, menuju lantai bawah.
****T.B.C****