My Baby'S

My Baby'S
Episode 27.



Tak terasa hari sudah sore, keluarga kecil Marvell pun memutuskan untuk pulang.


Saat mereka sudah sampai rumah, Ana pun langsung memandikan twins secara bergantian.


"Daddy mandi duluan, mom mau memandikan twins dulu. " kata Ana pada sang suami.


" Baik lah mom. " kata Marvell pada sang istri, sebelum dia keluar dari kamar nya Marvell mencium pipi Ana terlebih dulu.


Melihat sang daddy Yang hanya mencium sang mommy, baby Viona pun langsung menangis.


Marvell pun langsung menciumi seluruh wajah baby Viona, dan itu membuat baby Viona tertawa.


"Baik lah sekarang princess daddy harus mandi dulu. " kata Marvell pada sang putri.


Ana langsung membawa Viona masuk ke dalam kamar mandi, begitu pun dengan Marvell yang langsung berjalan ke kamar nya, karena dia juga akan mandi, sedangkan baby Vano, sedang di jaga pengasuh nya dulu.


Setelah twins selesai mandi dan memakai baju nya, Ana menitipkan twins pada pengasuh nya, karena Ana akan kekamar nya dan mandi.


Saat Ana masuk ternyata Marvell sedang duduk di sofa memangku laptop nya hanya menggunakan kimono saja.


"Daddy, kenapa tidak pakai baju dulu. " kata Ana pada sang suami.


Marvell pun langsung menutup laptop nya, Marvell langsung menghampiri sang istri dan memeluk nya dari belakang, Ana yang sedang mengambil baju ganti nya pun sedikit terkejut.


"Daddy.... " kata Ana.


"Kenpa mom? " tanya Marvell.


"Daddy lepas ih, ini mau mandi dulu sudah gerah." kata Ana pada sang suami.


"Dan daddy segera lah pakai baju nya. " kata Ana lagi pada sang suami.


"Baik lah mom. " kata Marvell.


Dan Ana pun langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, hanya butuh waktu dua puluh menit Ana sudah selesai dengan mandi nya, Ana ke luar kamar mandi sudah memakai baju lengkap.


Setelah selesai menyisir rambut, dan memakai pelembab di wajah nya. Marvell dan Ana pun langsung ke kamar twins, dan mereka pun turun ke lantai bawah untuk makan malam, dengan baby Vano di gendong Ana dan baby Viona di gendongan Marvell.


*


*


*


*


*


Tak terasa twins saat ini sudah masuk sekolah, walaupun mereka anak orang kaya, namun mereka terap bersikap sopan pada yang lebih tua, apapun pekerjaan mereka, karena itu lah yang di ajar kan kedua orang tuanya.


"Tok..... tok......tok..... daddy. " teriak Viona di luar pintu kamar kedua orang tua nya.


Ana yang samar-samar mendengar suara sang putri pun akan bangun namun di cegah sang suami.


"Sayang, mau ke mana? " tanya Marvell yang memeluk lagi sang istri.


"Lepas dad, itu princess nya nanti mengamuk. " kata Ana pada sang suami.


"Daddy, mommy, buka pintu nya. " teriak Viona lagi.


Marvell yang mendengar itu pun langsung melepaskan pelukan nya pada sang istri, Ana pun langsung berjalan menuju pintu.


"Clek... " suara pintu di buka dari dalam.


"Mommy, kenapa buka pintu nya lama banget. " kata Viona mengerucut kan mulut nya.



Melihat sang putri seperti itu, Ana pun tersenyum dan mengusap pipi nya.


"Maaf princess, mommy lagi di kamar mandi. " kata Ana pada sang putri.


"Memang nya ade mau ke mana sudah cantik begini? " tanya Ana.


"Kan kita mau jalan-jalan mom, daddy kan udah janji. " kata Viona.


"Tuh, daddy masih tidur, ade bangunkan saja daddy nya. " kata Ana pada sang putri.


Setelah mendengar itu, Viona pun langsung lari dan naik kw atas tempat tidur.


"Daddy, ayo bangun, bukan nya daddy janji kita mau jalan-jalan. " kata Viona pada sang daddy.


Marvell pun masih pura-pura tidur, dan tinda merespon apa yang di kata kan sang putri.Tidak mendapat kan respon dari sang daddy,mata Viona pun mulai berkaca-kaca.Ana yang melihat itu pun langsung menghampiri nya.


"Daddy, jangan di jahilin ade ah, kasian itu ade udah mau nangis. " kata Ana pada sang suami.


Mendengar itu Marvell pun langsung terbangun, dan langsung memangku sang putri kesayangan.


"Wah princess nya daddy jangan nangis, nanti cantik nya hilang. " kata Marvell pada sang putri.


"Tapi, kita jadi kan dad, jalan-jalan nya? " tanya Viona.


"Iya sayang, hari ini kita jalan-jalan, abang nya udah siap belum. " jawaban Marvell sekaligus bertanya.


"Ade liat abang dulu ya dad? " tanya Viona.


"Iya sayang, daddy dan mommy juga mau siap-siap dulu. " kata Marvell.


Tanpa menjawab Viona pun langsung lari menuju kamar sang kaka. Saat Viona sudah sampai di depan pintu kamar sang kaka, Viona pun langsung mengetuk pintu kamar sang kaka.


"Tok.... tok..... tok..... abang buka pintu nya. " teriak Viona di depan pintu kamar sang kaka.


"Abang...... abang..... abang..... buka pintu nya. " teriak Viona lagi.


"Clek..... " suara pintu kamar di buka.


"Ada apa sih de, pagi-pagi udah teriak-teriak berisik banget. " kata Vano pada sang adik.



"Wah abang sudah ganteng, sekarang ayo kita ke kamar daddy dan mommy lagi, hari ini kan daddy udah janji mau ajak kita jalan-jalan. " kata Viona pada sang kaka.


"Kita tunggu di bawah saja, lagian mommy dan daddy pasti harus bersiap dulu. " kata Vano.


"Oh iya, ya sudah ayo kita tunggu di bawah saja. " kata Viona pada sang kaka.


Setelah mendengar perkataan sang kaka Viona pun langsung berlari menuju ke bawah, Vano hanya menggeleng kan kepala nya melihat tingkah sang adik.


Sementara Ana Dan Marvell sudah siap, dan mereka pun langsung turun ke lantai bawah. Karena mereka yakin, kalau twins pasti sudah turun, karena Viona tidak kembali lagi ke kamar mereka.


"Pagi jagoan. " kata Marvell pada sang putra.


"Pagi dad. " jawab Vano.


"Daddy kenapa hanya abang yang di sapa, kenapa ade engga, daddy udah ga sayang lagi sama ade ya. " kata Viona pada sang daddy.


"Mommy, daddy ga sayang ade. " kata Viona pada sang mommy.


" Engga sayang, daddy sayang sama ade, kan tadi ade sudah di sapa sama daddy waktu di kamar kalau abang kan belum. " jelas Ana pada sang putri.


Marvell pun langsung memindahkan Viona ke pangkuan nya.


"Maaf sayang, tapi ade harus tau kalau papah itu sayang sama ade, abang dan juga mommy. " kata Marvell pada sang putri.


" Benarkah? " tanya Viona dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Tentu saja sayang. " kata Marvell pada sang putri.


Ana yang melihat sang suami yang lebih dekat dengan sang putri pun langsung mengusap kepala sang putra.


"Abang tidak marah kan kalau daddy lebih dekat dengan daddy? " tanya Ana pada sang putra.


"Tidak mommy, karena abang sayang ade, abang ga mau kalau ade sampai sedih mommy" jawab Vano.


Mendengar jawaban Vano membuat Ana, dan Marvell pun bangga pada sang putra.


*****T.B.C****