My Baby'S

My Baby'S
BAB 48.



Saat ini Viona dan Ara sudah sampai di kampus mereka, dan sebelum mereka ber dua masuk ke kelas nya masing masing, mereka ke kantin dulu untuk membeli soto, tepat nya bumil yang ingin makan soto.


"Kaka ipar, kamu ga pesan? " tanya Viona pada Ara.


" Engga, aku masih kenyang. " jawab Ara pada Viona.


Viona pun langsung melanjutkan acara makan soto nya, setelah soto nya habis, mereka pun langsung berjalan dan masuk ke dalam kelas nya masing masing.


Tak terasa hari pun semakin siang, Viona dan Ara pun sudah selesai dengan kuliah mereka. Saat ini Viona dan Ara sedang berada di dalam mobil untuk pulang, tapi saat sedang di jalan, Viona tiba tiba minta di antar ke perusahaan Gavin sang suami.


" Pa Agus, tolong antarkan saya ke perusahaan mas Gavin. " kata Viona tiba tiba.


" Baik nona muda. " kata sang supir.


"Kaka ipar, kamu mau ikut masuk ke dalam ga nanti? " tanya Viona pada Ara.


"Iya, aku akan temani bumil untuk masuk ke dalam. " kata Ara pada Viona.


"Terima kasih, kaka ipar memang ter baik. " kata Viona pada Ara.


Tak berselang lama, mereka berdua pun sudah sampai di perusahaan Gavin, Viona dan Ara langsung turun dari mobil, tak lupa mereka mengucap kan terima kasih pada pak Agus.


Viona dan Ara langsung masuk ke dalam perusahaan Gavin, mereka langsung masuk ke dalam lift khusus pemilik perusahaan.


Saat mereka sudah sampai di lantai paling atas, di mana ruangan Gavin berada, mereka langsung berjalan, saat mereka melewati meja sekertaris Gavin, Viona terkejut karena ada wanita cantik yang duduk di sana, apalagi pakaian nya juga sangat seksi.


Saat Viona dan Ara akan masuk ke dalam ruangan Gavin, tiba tiba saja mereka ber dua di hentikan wanita yang duduk di kursi sekertaris.


"Berhenti, kalian ber dua mau ke mana? " tanya gadis itu pada Viona dan Ara.


"Kami mau masuk ke dalam, memang nya kenapa? " kata Viona pada pada wanita itu, tak lupa juga Viona bertanya pada wanita itu.


"Apa kalian sudah membuat janji? " tanya wanita itu pada Viona.


"Kenapa aku harus membuat janji untuk bertemu dengan suami ku sendiri. " kata Viona pada wanita itu.


"Istri,,,,,, " kata wanita itu tidak percaya.


"Nona, anda harus bangun dari mimpi mu, bagaimana mungkin tuan Gavin mau menikah dengan mu. " kata wanita itu pada Viona.


"Memang nya ada apa dengan ku? " tanya Viona pada wanita itu.


"Coba lihat penampilan mu, ups seperti nya kamu ini sedang ber badan dua. " kata wanita itu pada Viona.


"Nona jaga bicara anda. " kata Ara pada wanita itu.


"Kenapa kau marah, memang benar yang aku kata kan kalau wanita itu sedang hamil. " kata wanita itu pada Ara, tak lupa dia juga menunjuk Viona.


" Nona, jika kamu kemari ingin meminta pertanggungjawaban dari tuan Gavin, sebaik nya anda pulang saja, lagian mana mau tuan Gavin menikahi wanita seperti mu. " kata wanita itu pada Viona.


"Lalu siapa yang pantas untuk abang Gavin? " tanya Ara pada wanita itu.


"Tentu saja aku yang paling pantas untuk tuan muda Gavin. " kata wanita itu dengan percaya diri nya.


"Ha,,,,, ha,,,,,, ha,,,,, nona apa di rumah mu tidak ada kaca, atau kamu masih tidur saat ini. " kata Viona pada wanita itu, tak lupa dia juga tertawa.


"Apa maksud mu, dan kenapa kau tertawa? " tanya wanita itu pada Viona.


"Aku hanya ingin tertawa saja mendengar perkataan mu, kau bilang yang paling pantas bersanding dengan mas Gavin adalah kau. " kata Viona pada wanita itu.


"Coba kau lihat penampilan mu itu, sudah baju kekurangan bahan, dan coba lah kau ambil kaca dan lihat riasan wajah mu itu. " kata Viona pada wanita itu.


Mendengar perkataan Viona membuat wanita itu emosi, dia langsung mendorong Viona, dan tak bisa di hindari Viona pun langsung jantuh terduduk.


"Awwwww,,,,,,,,, " teriak Viona menahan sakit.


"Viona,,,,,,,, " teriak Ara, dia tidak sempat menahan Viona yang akan terjatuh.


Saat Viona terjatuh dan Ara berteriak memanggil nama Viona, bertepatan dengan pintu lift terbuka dan keluar lah Gavin dan asisten pribadi nya.


"Sayang,,,,,, " teriak Gavin saat dia melihat Viona yang duduk dan memegangi perut nya.


" Sayang kamu kenapa? " tanya Gavin pada Viona.


"Abang semua ini gara gara wanita itu, dia yang sudah mendorong Viona sampai dia terjatuh. " kata Ara pada Gavin.


"Arggggg,,,,,, mas sakit. " kata Viona pada sang suami.


"Iya sayang, kita ke rumah sakit sekarang. " kata Gavin pada sang istri.


"Abang Gavin, Viona pendarahan ayo cepat kita bawa ke rumah sakit. " kata Ara pada Gavin.


Gavin pun langsung menggendong Viona, dan sebelum dia masuk ke dalam lift.


"Alex, urus wanita itu. " kata Gavin dengan dingin.


"Baik tuan muda. " jawab Alex pada Gavin.


Setelah itu pintu lift pun tertutup, dan wanita itu pun langsung terduduk lemas, dia takut apa yang akan terjadi pada nya sekarang ini.


" Kau tidak akan selamat kali ini Tasya. " kata Alex pada wanita itu yang ternyata ber nama Tasya.


"Apa kau tau perempuan yang kamu dorong tadi adalah istri dari tuan muda Gavin. " kata Alex pada Tasya.


"Dan dia juga putri dari tuan besar Marvell Pradipta, dan itu berarti selain sebagai istri dari tuan Gavin dia juga adalah nona muda keluarga Pradipta. " kata Alex pada Tasya.


Mendengar perkataan Alex membuat Tasya semakin ketakutan, karena dia tau nama besar Pradipta.


"Apa yang harus gue lakukan sekarang? " tanya Tasya dalam hati nya.


Sementara di dalam mobil, Viona masih meringis kesakitan memegangi perut nya.


"Arggggggg,,,,,, Ara sakit. " kata Viona pada Ara yang saat ini sedang berada di samping nya.


"Iya sabar ya sebentar lagi kita sampai rumah sakit. " kata Ara menenangkan Viona.


Walaupun saat ini dia juga sangat ketakutan, dia takut terjadi sesuatu yang buruk dengan Viona dan juga kandungan nya.


"Abang Gavin, lebih cepat sedikit, kasihan Viona. " kata Ara pada Gavin yang saat ini sedang menyetir.


Tanpa berkata apa apa Gavin pun langsung menaikan kecepatan mobil nya, tak berselang lama mobil Gavin pun sudah sampai di rumah sakit.


Dia langsung keluar dari mobil, dan langsung membuka pintu penumpang, setelah itu, Gavin langsung menggendong sang istri dan membawa nya masuk ke dalam rumah sakit.


"Dokter,,,,,, dokter,,,,,,,, dokter,,,,,, tolong istri saya. " teriak Gavin.


Para suster yang mendengar teriakan Gavin pun langsung berlari dengan mendorong brankar pasien, setelah di tidur kan para perawat pun langsung membawa Viona masuk ke dalam UGD.


***** T. B. C *****