
Mendengar perkataan Marvell membuat semua nya terkejut, terlebih lagi Gavin. Dia tidak habis pikir, kenapa Clarissa bisa berbuat senekat itu.
"Apa polisi sudah menangkap nya daddy? " tanya Gavin kepada Marvell.
"Saat ini Clarissa sudah berada di kantor polisi. " jawab Marvell pada Gavin.
"Apa yang akan kamu lakukan pada nya bang? " tanya Marvell lagi pada Gavin
"Maksud daddy? " tanya Gavin yang tak mengerti dengan apa yang di kata kan Marvell.
" Maksud daddy, bukan kah Clarissa itu teman kuliah abang, jadi apa yang akan abang lakukan sekarang? " tanya Marvell pada menantu nya itu.
"Abang akan menempuh jalur damai, atau abang akan memperoleh nya secara hukum? " tanya nya lagi pada sang menantu.
"Abang ingin proses hukum nya berlanjut daddy, karena dia sudah dengan sengaja menyuruh orang untuk mencelska kan istri abang. " kata Gavin dengan tegas.
"Mas, Vio ingin bertemu dengan ka Clarissa dulu." kata Viona pada sang suami.
"Apa boleh? " tanya nya lagi pada sang suami, Viona juga menggenggam tangan Gavin yang saat ini sudah terkepal sedari tadi.
"Sayang, untuk apa kamu ingin bertemu dengan dia? " tanya Gavin pada sang istri.
"Mas, aku hanya ingin bicara sama ka Rissa. " kata Viona pada sang suami.
Mendengar keingina sang istri, Gavin pun hanya bisa membuang nafas nya kasar.
"Baik lah. " kata Gavin pada akhir nya mengalah dan menuruti keinginan sang istri.
"Terima kasih mas. " kata Viona yang langsung memeluk sang suami.
Mendapat pelukan dari sang istri, Gavin pun langsung membalas pelukan nya, dan tak lupa dia juga mengecup pucuk kepala sang istri dengan sayang.
"Ya ampun, bisa tidak kalian kalau mau mesra mesraan di kamar saja. '' kata Vano pada Gavin dan Viona.
" Apaan sih bang ganggu saja. " kata Viona pada sang abang.
"Abang pasti iri kan. " kata Viona lagi pada sang abang, dan Viona malah semakin mengerat kan pelukan nya pada sang suami, tak lupa dia juga mencium pipi sang suami.
"Ya ampun, malah semakin menjadi. " kata Vano, dan membuat semua orang yang berada di sana tertawa.
"Ara, kita nikah sekarang yu. " kata Vano pada Ara, perkataan Vano sukses membuat wajah Ara memerah.
"Engga,,,,, " kata Marvell dengan tegas.
"Kenapa engga dad? " tanya Vano pada sang daddy.
"Bukan nya daddy sudah setuju? " tanya nya lagi.
"Maksud daddy, abang Vano tidak boleh menikah sekarang. " kata Marvell pada sang putra.
"Kenapa dad? " tanya Vano lagi pada sang daddy.
"Abang harus kuliah dulu, dan setelah itu abang harus kerja dulu. " kata Marvell pada sang putra.
"Daddy ga adil. " kata Vano pada sang daddy, tak lupa wajah nya sudah sangat masam.
"Ga adil gimana? " tanya Marvell pada sang putra.
"Viona saja sudah menikah, masa abang ga boleh. " kata Vano pada sang daddy.
"Abang ka Viona perempuan, sedangkan abang laki-laki. " kata Marvell pada sang putra.
"Maksud daddy? " tanya Vano pada sang daddy.
"Maksud daddy, ka Viona itu perempuan yang akan di beri nafkah oleh sang suami, sedangkan abang Vano itu laki-laki yang akan memberi nafkah pada istri abang nanti. " kata Marvell menjelaskan pada sang putra.
"Kalau abang Vano belum bekerja, nanti istri abang mau di kasih makan apa? " tanya Marvell pada sang putra.
"Ya makan nasi lah dad." kata Vano dengan santai.
"Ya dari daddy. " jawab Vano dengan santai.
"Astaghfirullah abang Vano. " Kata Marvell dan juga Ana.
"Ara sayang, apa kamu mau menikah dengan laki-laki yang tidak bertanggung jawab seperti ini." kata Ana pada Ara, tak lupa Ana juga langsung menjewer telinga sang putra.
Melihat itu semua yang berada di sana langsung tertawa, melihat Vano yang kesakitan karena jeweran sang mommy.
" Ampun mom, sakit. " kata Vano pada sang mommy.
"Abang cuma bercanda mom. " kata Vano lagi pada sang mommy.
Mendengar perkataan sang putra, Ana pun langsung melepaskan jeweran nya.
"Mommy ga bisa di ajak bercanda. " kata Vano pada sang mommy, tak lupa tangan nya mengusap telinga nya yang sudah merah.
"Lagian abang bercanda nya begitu. " kata Ana pada sang putra, Vano pun langsung pindah duduk ke samping sang kekasih.
"Ara, coba lihat telinga aku sakit dan panas lagi. " kata Vano pada sang kekasih.
Ara yang merasa kasihan pun langsung mengelus, dan sesekali mengusap telinga Vano yang memerah, akibat dari jeweran mommy Ana.
"Terima kasih Ara. " kata Vano dengan tersenyum, dan itu menambah ketampanan nya.
Mereka pun melanjut kan obrolan nya, sampai tak terasa malam kian larut, mereka semua nya memutus untuk pergi ke kamar nya masing masing.
Di kamar Gavin dan Viona mereka berdua sedang mengobrol ringan.
"Sayang, sebentar lagi kamu lulus sekolah. " kata Gavin pada sang istri.
"Mau lanjut kuliah di mana sayang? '' kata Gavin lagi pada sang istri.
" Memang nya boleh, aku lanjut kuliah mas? " bukan nya menjawab Viona malah balik bertanya pada sang suami
"Tentu saja boleh sayang. " kata Gavin pada sang istri.
"Terima kasih mas. " kata Viona yang semakin mengerat kan pelukan nya pada sang suami.
"Sama sama sayang. " kata Gavin yang membalas pelukan sang istri, tak lupa dia juga mengecup kening sang istri.
"Ya sudah, lebih baik kita istirahat ini sudah malam, kamu besok sekolah. " kata Gavin pada sang istri.
"Iya mas. " kata Viona pada sang suami.
Akhir nya mereka berdua pun memejam kan mata nya, dan tak membutuh kan waktu lama mereka ber dua sudah terlelap dengan masih berpelukan.
Tak terasa pagi pun tiba, mereka semua sudah berada di ruang makan untuk sarapan, sebelum mereka melakukan aktivitas masing masing.
Setelah mereka semua selesai sarapan, mereka langsung pergi dengan mobil masing masing.
Seperti biasa, Gavin akan mengantar sang istri sebelum dia berangkat ke kantor. Vano sendiri akan berangkat bersama dengan Ara, sedangkan Marvell akan mengantar putri bungsu nya ke sekolah.
"Sayang, hati hati ya, nanti pulang nya bareng abang Vano ya. " kata Gavin pada sang istri.
"Memang nya mas mau kemana? " tanya Viona pada sang suami.
"Mas ada rapat sayang. " jawab Gavin pada sang istri, tak lupa dia juga mengusap kepala sang istri.
"Baik lah mas, aku masuk dulu ya sebentar lagi masuk. " kata Viona pada sang suami, tak lupa dia juga mencium tangan suami nya.
"Iya sayang, hati hati. " kata Gavin pada sang s
istri, tak lupa dia juga mengecup kening sang istri.
Viona pun langsung keluar dari mobil suami nya dan langsung berjalan menuju kelas nya, walaupun dia harus berjalan perlahan.
***** T. B. C *****