
Mendengar pertanyaan dari Marvell Gavin pun langsung menatap sang istri, dan di balas dengan senyuman, mereka berdua menatap semua orang yang berada di sana secara bergantian.
"Kami, akan tinggal dulu di sini untuk beberapa saat, itu pun kalau tidak ada yang keberatan. " kata Gavin pada semua nya.
"Tentu saja tidak, justru mommy akan sangat senang jika kalian masih mau tinggal di sini. " kata Ana yang langsung berpindah duduk, dan memeluk Viona.
"Mommy jangan khawatir, walaupun kami pindah, mommy akan bisa setiap hari main ke rumah kami. " kata Gavin pada Ana.
"Maksud abang Gavin? " tanya Ana pada menantu nya itu.
"Maksud nya, kan rumah abang dekat dari rumah mommy, jadi mommy bisa main setiap hari ke sana atau Viona yang kesini. " kata Gavin pada mommy mertua nya itu.
"Memang rumah kalian di mana? " tanya Ana pada menantu nya itu.
"Di samping rumah mommy. " jawab Gavin pada Ana.
Dan jawaban Gavin membuat semua orang yang berada di sana terkejut.
"Maksud nya rumah yang baru selesai di renovasi itu rumah kalian? " tanya Ana pada kedua nya.
"Iya mommy, abang dan Vio ga mau jauh dari mommy, makanya abang membeli rumah yang ada di sebelah dan merenovasi nya. " jawab Gavin pada sang mommy.
"Terima kasih sayang, kalian tidak pindah jauh. " kata Ana yang langsung memeluk sang putri, dan mencium pucuk kepala Viona, Ana senang karena dia tidak akan jauh dari sang putri, walaupun sudah menikah.
Mereka pun melanjutkan obrolan nya, sampai tak terasa hari sudah mulai sore, mereka memutuskan untuk ke kamar mereka masing masing, untuk membersihkan diri nya.
"Sayang, besok kamu akan mulai terapi. " kata Gavin pada sangat istri, dan memeluk sang istri tak lupa mengecup pucuk kepala sang istri.
"Tapi mas,,,, " kata Viona pada sang suami.
"Tapi kenapa sayang? " tanya Gavin pada sang istri.
"Aku takut mas. " jawab Viona pada sang suami.
"Apa yang kamu takut kan sayang? " tanya Gavin lagi pada sang istri.
"Bagaimana kalau aku tidak bisa berjalan lagi. " kata Viona pada sang suami.
"Sayang, mas yakin, kamu pasti bisa berjalan lagi." kata Gavin pada sang istri, tak lupa dia juga memeluk sang istri dan Viona pun membalas pelukan sang suami.
"Sayang, kamu harus yakin, kamu pasti bisa berjalan lagi seperti biasa nya. " kata Gavin lagi, dan hanya di jawab anggukan kepala oleh Viona.
"Sebaik nya sekarang kita turun, seperti nya semua sudah berada di bawah. " kata Gavin pada sang istri.
"Iya mas. " kata Viona pada sang suami.
"Sudah jangan nangis, nanti mereka menyangka abang sudah menyakiti kamu sayang. " kata Gavin pada sang istri.
" Mas,,, " kata Viona pada sang suami.
"Sudah, yuk kita turun. " kata Gavin pada sang istri.
Gavin pun langsung menggendong sang istri untuk turun menuju lantai dua.
"Maaf ya mas? " kata Viona tiba tiba.
"Maaf untuk apa sayang? " tanya Gavin pada sang istri.
"Maaf aku sudah menyusahkan abang, naik dan turun saja harus di gendong. " kata Viona pada sang suami.
"Ga apa apa sayang, justru mas senang. " kata Gavin pada sang istri.
"Kenapa senang mas? " tanya Viona pada sang suami.
"Ya seneng mas bisa menggendong kamu di depan semua orang, tapi mas tidak yakin nanti mas masih bisa menggendong kamu atau tidak. '' kata Gavin pada sang istri.
"Maksud nya mas tidak yakin, mas masih kuat menggendong kamu atau tidak, jika kamu sudah hamil sayang. " kata Gavin pada sang istri.
Viona langsung terdiam beberapa saat, dia mencerna apa maksud sang suami, saat dia sudah mengerti dia langsung mengerucut kan bibir nya.
"Jadi maksud mas, mas ga akan kuat gendong aku kalau aku sedang hamil karena aku jadi gendut, gitu maksud nya? " tanya Viona dengan bibir yang semakin mengerucut.
Melihat sang istri seperti itu, Gavin pun langsung tersenyum.
"Maaf sayang, mas cuma bercanda. " kata Gavin pada sang istri.
"Ga, aku ga mau maafin mas. " kata Viona pada sang suami, dan mengerucutkan bibir nya karena kesal pada sang suami.
"Maaf sayang. " kata Gavin lagi pada sang istri, tapi tak ada jawaban dari sang istri.
"Cup,,,, cup,,,,,, " dua kecupan mendarat di pipi Viona.
"Mas,,,,, apaan sih, bagaimana kalau ada yang lihat. " kata Viona pada sang suami.
"Maafin mas ya sayang, mas tadi cuma bercanda." kata Gavin pada sang istri.
Gavin yang tidak mendapat kan jawaban dari sang istri pun langsung menciumi wajah Viona.
"Mas,,,, udah berhenti ih,,,, " kata Viona pada sang suami.
"Mas ga bakalan berhenti sampai kamu mau maafin mas sayang. " kata Gavin pada sang istri.
"Iya aku maafin, tapi berhenti cium aku. " kata Viona pada sang suami.
"Memang nya kenapa, kalau mas cium kamu? " tanya Gavin pada sang istri.
"Aku malu, kalau sampai ada yang lihat. " kata Viona pada sang suami.
"Kenapa harus malu, kita kan sudah menikah. " kata Gavin pada sang istri.
"Ya engga harus cium di depan orang juga kali mas. " kata Viona pada sang suami.
"Berarti kalau ga ada orang boleh dong? " tanya Gavin menggoda sang istri.
"Mas ih nyebelin. " kata Viona, tak lupa dia juga memukul dada Gavin pelan.
"Ha,,,, ha,,,, ha,,,,,, iya sayang, mas berhenti. " kata Gavin pada sang istri.
Dan mereka berdua pun sampai di ruang keluarga, dimana kedua orang tua, abang, adik dan juga calon kaka ipar nya berada, sementara yang lain nya sudah pulang ke rumah nya masing masing.
"Sore semua nya. " kata mereka berdua.
"Sore juga,,,, " kata semua nya bersamaan..
Gavin pun langsung mendudukan Viona di dekat Ara, sementara dia sendiri duduk di dekat Vano. Mereka pun langsung melanjutkan obrol ringan, sampai waktu makan malam pun tiba, mereka semua langsung menuju ruang makan.
Mereka pun menyantap makan malam mereka dengan hening, setelah mereka selesai, mereka pun langsung berjalan menuju ruang keluarga dan menonton acara televisi.
Tak terasa malam pun kian larut, mereka semua sudah masuk ke dalam kamar masing masing. Di dalam kamar Viona, Gavin dan Viona pun sudah merebahkan diri mereka, tak membutuhkan waktu lama mereka pun terlelap.
Tak terasa pagi pun tiba, mereka semua sudah berada di ruang makan untuk sarapan pagi. Setelah mereka selesai, mereka pun langsung melakukan kegiatan mereka masing masing.
Gavin dan Viona sudah sudah berada di tempat terapi, Viona pun langsung berlatih berdiri dan melangkah kan kaki nya.
***** T. B. C *****