My Baby'S

My Baby'S
Episode 28



Ana yang mendengar itu langsung memeluk sang putra, melihat mommy memeluk abang nya Viona pun langsung meminta turun dan ingin memeluk sang abang.


" Daddy lepas, Viona mau peluk abang juga. " kata Viona pada sang daddy.


Marvell pun menurun kan Viona dari pangkuan nya, setelah turun Viona langsung berlari ke arah sang abang dan mommy nya.


"Abang, ade juga ingin di peluk. " kata Viona pada sang abang, tak lupa Viona juga merentangkan tangan nya.


"Baik lah sini ade abang yang paling cantik, biar abang peluk. " kata Vano pada sang adik.


Ana pun melerai pelukan nya pada sang putra, Vano langsung turun dari kursi dan berjalan dan memeluk sang adik.


"Ade sayang abang. " kata Viona.


"Abang juga sayang ade. " kata Vano pada sang adik, yang masih dalam pelukan nya.


Melihat itu Marvell dan Ana tersenyum, dan mereka bersyukur melihat putra dan putri nya saling menyayangi.


" Sekarang kita sarapan dulu, bukan nya kita mau jalan-jalan. " kata Ana pada putra dan putri nya.


" Siap mommy. " kata kedua nya kompak.


Dan akhiri nya mereka pun sarapan, setelah selesai sarapan Viona pun langsung merengek pada sang daddy untuk berangkat sekarang juga, dan itu membuat Ana menggeleng kan kepala nya melihat tingkah manja sang putri.


"Daddy ayo cepat. " rengek Viona dengan menarik tangan sang daddy.


"Iya ade. " kata Marvell pada putri nya.


Sementara Ana dan Vano berjalan di belakang mereka, saat sudah sampai di depan mobil, seperti biasa nya.


Di dalam perjalanan Viona terus saja bertanya pada sang daddy yang membuat dia penasaran, dari dulu memang Viona lebih dekat dengan sang daddy.


Akhir nya mereka pun sampai di salah satu mall terbesar di sana.Viona langsung menarik tangan sang daddy, sehingga mommy dan abang nya tertinggal.


Saat Viona berlari tiba-tiba saja dia menabrak wanita yang tiba-tiba saja muncul dan Viona pun terjatuh, Viona langsung menangis.


Gadis yang di tabrak Viona pun ingin memarahi nya, tapi saat dia melihat Marvell menenangkan gadis itu pun merubah ekspresi wajah nya.


"Sayang, kamu ga apa-apa kan, apa ada yang luka. " tanya gadis itu, ingin menarik perhatian Marvell.


"Princess, apa ada yang luka? " tanya Marvell pada sang putri.


"Daddy sakit. '' kata Viona dengan terisak.


" Maaf tuan, saya tadi tidak sengaja. " kata gadis itu, dan gadis itu juga memegang tangan Marvell.


Ana yang melihat sang putri terjatuh pun langsung mempercepat jalan nya dan masih tetap menuntun sang putra.


Sementara di tempat Marvell, Viona yang melihat ada orang lain yang memegang tangan sang daddy pun langsung menepis tangan wanita itu.


"Tante jangan menyentuh tangan daddy, yang boleh menyentuh tangan daddy hanya Viona, mommy dan abang. " marah Viona, yang sangat posesif pada sang daddy dari dulu.


Belum gadis itu menjawab perkataan Viona, tiba-tiba saja Ana dan Vano sudah datang ke sampai di sana.


"Sayang kamu tidak apa-apa? " tanya Ana lembut pada sang putri.


"Mommy, tante itu tadi pegang tangan daddy, waktu daddy mau gendong ade." adu Viona pada sang mommy.


"Daddy cuma milik kita kan mom? " tanya Viona yang masih terdengar isakan kecil.


"Iya sayang, daddy cuma milik kita. " kata Ana pada sang putri.


''Jadi sekarang ade jangan nangis lagi ya sayang. " kata Ana lagi.


Mendengar pembicaraan keluarga kecil Marvell, gadis itu pun langsung pergi menjauh dari sana.


Karena hari sudah sore, keluarga kecil Marvell pun memutuskan untuk pulang. Apalagi melihat Vano dan Viona sudah terlihat sangat lelah.


Marvell pun memutuskan untuk sekalian makan malam di luar, setelah selesai keluarga kecil Marvell pun langsung pulang ke rumah.


Saat mereka sudah sampai di rumah, ternyata twins sudah terlelap. Marvell pun menggendong Viona terlebih dahulu dan menidurkan di kamar nya, setelah itu Marvell juga menggendong Vano dan menidurkan nya di kamar nya.


Setelah selesai, Marvell pun langsung masuk ke dalam kamar nya sendiri. Saat dia masuk, bertepatan dengan Ana yang baru keluar dari kamar mandi.


"Daddy mandi dulu, air nya sudah siap. " kata Ana yang langsung keluar dari kamar, Ana akan menggantikan baju anak nya.


"Iya mom. " kata Marvell, yang langsung berjalan menuju kamar mandi.


Saat Marvell keluar dari kamar mandi, Marvell tersenyum melihat sang istri yang sudah tertidur, dan Marvell pun langsung naik ke atas tempat tidur, dia pun langsung merebahkan tubuh nya di samping Ana dan langsung memeluk Ana, dan akhir nya tak membutuhkan waktu lama Marvell pun sudah terlelap.


Tak terasa pagi pun tiba, seperti biasa Viona akan mengetuk pintu kamar kedua orang tua nya.


"Tok.... tok..... tok...... daddy.... daddy.... " teriak Viona di depan pintu kamar kedua orang tua nya.


Ana pun mulai menggeliat dan membuka mata nya, setelah Ana berhasil mengumpulkan semua kesadaran nya, Ana pun langsung turun dari tempat tidur nya dan berjalan menuju pintu.


"Clek...... " suara pintu kamar di buka.


"Selamat pagi mommy. " kata Viona pada sang mommy.


"Pagi sayang. " balas Ana pada sang putri.


"Daddy belum bangun mom? " tanya Viona.


"Belum, lebih baik ade yang bangun kan daddy. " kata Ana pada sang putri.


Tanpa menjawab perkataan sang mommy, Viona pun langsung berlari dan naik ke atas tempat tidur di mana sang daddy masih terlelap.


"Daddy ayo bangun, bukan nya daddy akan mengantar ade dan abang ke sekolah. " kata Viona tak lupa dia juga menggoyang kan tubuh sang daddy yang sedang terlelap.


"Emmmmm, ada apa princess. " kata Marvell pada sang putri.


" Daddy bangun, bukan nya daddy mau mengantar ade dan abang ke sekolah. " kata Viona pada sang daddy.


" Iya sayang, tapi ini masih pagi. " kata Marvell yang malah menarik sang putri ke dalam pelukan nya.


"Tapi janji ya daddy akan nganterin ade dan abang ke sekolahan bersama mommy juga? " tanya Viona pada sang daddy.


"Iya sayang, sekarang kita tidur dulu. " kata Marvell yang semakin mengerat kan pelukan nya.


Ana yang melihat tingkah suami dan putri nya pun tersenyum, Ana memutuskan untuk turun dan menyiapkan sarapan untuk keluarga nya, tak lupa Ana juga akan mempersiapkan bekal untuk twins.


Setelah selesai dengan masakan nya, Ana pun langsung naik ke atas menuju kamar sang putra.


"Tok.... tok.... tok..... abang. " panggil Ana pada putra nya.


"Clek.... iya mom. " kata Vano yang sudah membuka pintu kamar nya.


"Mom pikir abang belum bangun. " kata Ana.


"Sudah mom. " kata Vano pada sang mommy.


"Ya sudah mommy ke kamar dulu, mommy akan lihat ade sudah bangun apa belum. " kata Ana pada sang putri.


" Iya mom. " jawab Vano singkat.


Akhirnya Ana pun berjalan menuju kamar nya, di mana sang suami dan putri nya berada.


*****T.B.C*****