
Saat sedang berlarian di lobby tiba-tiba saja.
"Bughhhhhh.... "
"Awwww...... mommy.... " teriak Viona memanggil sang mommy.
"Heh anak kecil ngapain kamu berlarian di sini, lihat gara-gara kamu baju ku jadi kusut. " kata wanita itu.
"Mommy.... hiks..... hiks.... hiks.... " teriak Viona lagi dengan menangis.
Mendengar teriakan sang putri, Ana pun langsung berbalik, dan berjalan mendekati sang putri yang terjatuh.
"Sayang..... " panggil Ana pada sang putri.
"Mommy sakit.... hiks.... hiks.... hiks.... " kata Viona dengan teriak.
"Mommy tadi kan sudah bilang, ade jangan lari-lari. " kata Ana pada sang putri.
"Kamu ibu dari anak ini? " tanya wanita yang tak sengaja tadi di tabrak Viona, dia juga melihat penampilan Ana dari atas sampai bawah.
"Iya nona, saya minta maaf karena putri saya tidak sengaja menabrak anda. " kata Ana pada wanita itu.
"Pantas saja anak nya bar-bar seperti ini, penampilan ibu nya saja seperti ini. " kata wanita itu pada Ana dengan nada ketus dan sedikit tinggi.
Mendengar itu Ana langsung mendongakkan kepala nya, melihat wanita yang begitu sombong menurut nya.
"Jangan berkata kasar pada mommy dan adik ku." kata Vano, dia tidak akan pernah bisa menerima siapa pun yang berkata kasar pada sang mommy dan juga adik nya.
"Wah coba lihat anak kecil ini, maka pantas bila aku sebut kalian keluarga bar-bar. " kata wanita itu pada Ana.
" Kalian semua sudah membuang waktu ku, lebih baik aku pergi menemui tuan Marvell. " kata wanita itu lagi, yang langsung berlalu menjauhi Ana dan anak-anak nya.
Saat Ana mendengar nama sang suami di sebut dia kaget dan berpikir ada apa wanita itu mencari suami nya.
"Mom kenapa orang tadi mencari daddy? " tanya Vano pada sang mommy.
"Mommy tidak tau abang, mungkin itu rekan kerja daddy. " jawab Ana pada sang putra.
"Ya sudah lebih baik sekarang kita ke atas saja, kita langsung ke ruangan daddy dulu. " kata Ana pada ketiga nya.
"Iya mommy. " jawab mereka bertiga bersamaan.
Dan akhirnya mereka pun masuk ke lift khusus pemilik perusahaan, karyawan yang belum tau mereka pun terkejut, karena mereka masuk ke dalam lift khusus.
Setelah sampai di lantai atas, di mana ruangan suami nya berada, mereka langsung masuk ke dalam ruangan Marvell.
Setelah masuk ke dalam ternyata Marvell tidak berada di ruangan nya.
" Mommy di mana daddy? " tanya si cerewet Viona.
"Mungkin daddy lagi ada kerjaan di luar sayang. " kata Ana pada sang putri.
"Sayang, mommy mau ke kamar mandi dulu ya. " kata Ana pada sang putri.
"Iya mom. " jawab Viona pada sang mommy.
Saat Ana sedang berada di dalam kamar mandi, Viona tak sengaja melihat sang daddy yang berjalan melewati ruangan nya.
Tanpa sepengetahuan siapa pun Viona keluar dari ruangan Marvell, dari ke jauhan Viona melihat sang daddy yang masuk ke salah satu ruangan.
Saat Viona akan masuk, bersamaan dengan wanita yang tak sengaja dia tabrak tadi keluar dari ruangan itu.
"Sedang apa kau di sini, dan di mana ibu mu itu, kenapa ibu mu membiarkan mu berkeliaran di sini. " kata wanita itu yang bernama Karla.
Sementara di ruangan Marvell, Ana baru saja kel luar dari kamar mandi.
"Abang di mana ade? " tanya Ana pada sang putra.
"Abang ga tau mom. " jawab Vano pada sang mommy.
"Mommy, daddy hiks.... hiks..... hiks..... " teriak Viona dengan menangis.
Saat Ana sedang mencari sang putri tiba-tiba saja Ana mendengar teriakan sang putri, begitu juga dengan Marvell, dia langsung menghentikan rapat nya.
Ana langsung berlari menuju sumber suara sang putri, Vano dan Ara pun ikut keluar.
"Sayang." kata Ana pada sang putri dan Ana juga langsung memeluk sang putri.
"Kenapa kau membiarkan anak mu berkeliaran di sini. " kata Karla dengan nada tinggi, pada Ana yang sedang menenangkan sang putri.
Viona yang tidak pernah di bentak siapa pun menangis semakin kencang.
"Huaaaaaaa...... daddy....... " teriak Viona memanggil sang daddy.
"Kenapa kau membuat adik ku menangis. " kata Vano dengan marah.
Sementara di dalam sana Marvell langsung berjalan keluar, dia mendengar teriakan sang putri yang memanggil dirinya.
"Ada apa ini? " tanya Marvell pada semuanya orang yang ada di sana.
Melihat Marvell keluar, Karla pun langsung menghampiri nya.
"Maaf tuan Marvell, aku sedang memberi pelajaran pada wanita dan anak-anak nya ini. " kata Karla menunjuk Ana dan twins.
"Wanita ini tidak bisa menjaga anaknya, dan membiarkan anaknya berkeliaran di perusahaan. " kata Karla lagi.
Melihat, dan mendengar istri dan anak nya di perlakukan seperti itu, membuat rahang Marvell mengeras.
Belum sempat Marvell berbicara, Viona sudah berteriak memanggil sang daddy.
"Daddy..... " teriak Viona pada sang daddy, tak lupa Viona juga merentangkan tangan nya pada sang daddy.
Karla yang mendengar panggilan gadis kecil itu pada Marvell, berhasil membuat Karla terkejut, sekaligus ketakutan.
"Dad... dad.... daddy.... " kata Karla dengan bergumam.
"Tu.... tu... tuan Marvell. " kata Karla dengan gugup.
"Iya, mereka adalah istri dan anak-anak ku. " kata Marvell dengan nada dingin.
"Andre, kamu tau apa yang harus kamu lakukan bukan? " tanya Marvell pada sang asisten.
"Iya tuan muda. " kata Andre pada Marvell.
Dan keluarga Marvell pun langsung berjalan meninggal kan mereka semua.
Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka pun sampai di ruangan Marvell. Sementara Viona masih terisak di pelukan sang daddy, Marvell pun langsung menenangkan sang putri.
"Princess, sudah jangan menangis lagi. " kata Marvell, dia juga mengusap air mata yang berada di pipi sang putri.
"Dad... dad.... daddy, wanita itu memarahi ade. " kata Viona pada sang daddy.
"Iya sayang, nanti daddy akan memarahi dia, sekarang princess jangan sedih lagi ya. " kata Marvell pada sang putri.
"Daddy.... " kata Ana, menegur sang suami.
"Ade, tidak boleh membalas apa yang orang lain lakukan pada kita. " kata Ana pada sang putri.
"Memangnya kenapa mommy? " tanya Viona pada sang mommy.
"Sayang kalau kita membalas apa yang orang yang lain lakukan pada kita, lalu apa bedanya kita dengan orang itu. " kata Ana menjelaskan pada sang putri.
"Maksud mommy, kita harus tetap baik walaupun orang itu sudah menyakiti kita. " kata Viona pada sang mommy.
"Sayang, sebagai manusia kita harus saling memaafkan, bukan kah Alloh saja maha pemaaf, lalu kenapa kita sebagai manusia tidak bisa. " kata Ana menjelaskan pada sang putri.
" Jadi, putri mommy yang cantik ini mau kan memaafkan tante yang tadi? " tanya Ana pada sang putri dan mengelus kepala sang putri dengan sayang.
"Iya mommy. " jawab Viona pada sang mommy.
"Pintarnya putri mommy ini. " kata Ana yang langsung memeluk sang putri.
"Mommy, abang juga mau di peluk. " kata Vano pada sang mommy.
Ana pun langsung merentangkan tangan nya, Vano pun langsung menghambur ke peluk kan sang mommy.
"Ara sayang, ayo sini. " kata Ana pada Ara.
Ara pun langsung berjalan dan memeluk tubuh Ana.
*****T.B.C*****