
Marvell pun langsung meminta salah satu suster untuk mengambilkan kursi roda, tak berselang lama suster pun datang.
Marvell langsung menggendong sang istri, setelah nya Marvell mendudukkan Ana di kursi roda, Marvell langsung berjalan keluar dengan mendorong kursi roda Ana menuju ruangngan dokter kandungan.
"Tok.... tok.... tok.... " suara pintu ruangngan dokter di ketuk dari luar.
"Masuk..... " kata kata dokter tersebut dari dalam ruangan nya.
"Clek.... " pintu ruangan dokter tersebut di buka oleh suster.
"Selamat malam dok." kata Ana dan Marvell bersamaan.
"Malam tuan, nona, ada yang bisa saya bantu? " jawab dokter tersebut sekaligus bertanya.
"Maaf dok, saya kesini untuk memeriksa kan istri saya. " kata Marvell pada sang dokter.
Marvell pun menceritakan apa yang terjadi pada sang istri, dan apa yang tadi dokter kata kan, tentang kemungkinan kalau sang istri sedang hamil.
"Baiklah kalau begitu, mari kita periksa dengan USG nona. " kata dokter yang bernama Sarah.
Ana pun langsung berbaring di ranjang, dokter pun langsung memberikan gel di perut Ana. Dokter pun langsung menggulirkan alat yang ada di prut Ana, kekiri dan ke kanan,Dokter tersenyum saat melihat titik hitam.
"Selamat tuan, istri anda saat ini memang sedang mengandung. " kata dokter yang memeriksa Ana.
Mendengar perkataan sang dokter tanpa terasa air mata Marvell dan Ana pun langsung menetes membasahi pipi mereka.
"Mom, kita akan punya anak lagi. " kata Marvell pada sang istri.
"Iya dad, sebentar lagi twins akan punya adik. " kata Ana pada sang suami.
"Sekali lagi selamat ya tuan, nona. " kata dokter lagi.
"Iya dok. " jawab Ana pada sang dokter.
Ana pun turun dari atas ranjang, dan di papah kembali untuk duduk di kursi, Marvell pun langsung bertanya pada sang dokter.
Marvell pun langsung bertanya pada dokter apa saja yang boleh dan tidak boleh di laku kan sang istri.
"Dok, apa tidak apa-apa kalau besok istri saya ikut jalan- jalan? " tanya Marvell pada sang dokter.
"Boleh saja tuan, asal jangan terlalu cape. " jawab dokter tersebut.
"Terima kasih dokter. " kata Ana dengan senang.
"Berarti istri saya besok sudah bisa pulang? " tanya Marvell pada sang dokter.
"Sebenarnya sekarang pun bisa tuan, karena saya lihat kondisi nona baik-baik saja." kata dokter tersebut.
"Baiklah dok, terima kasih dan kami permisi dulu." kata Marvell pada sang dokter.
" Oh iya silahkan tuan, nona. " jawab sang dokter.
Marvell pun kembali mendorong kursi roda Ana, untuk kembali ke ruangan nya.
"Dad, bukan nya aku sudah boleh pulang sekarang. " kata Ana pada sang suami.
"Iya, tapi kita pulang besok saja, kita akan langsung berbelanja untuk keperluan Gavin. " kata Marvell pada sang istri.
"Baik lah dad. " kata Ana pada sang suami.
"Sekarang lebik baik mom istirahat dulu. " kata Marvell pada sang istri.
"Baik lah dad. " jawab Ana pada sang suami.
Ana pun langsung merebahkan diri nya di ranjang pasien, sedangkan Marvell langsung berjalan dan merebahkan diri nya di sofa yang ada di sana.
Saat jam sudah menunjukkan hampir tengah malam Ana terbangun, Ana langsung berjalan menuju sofa di mana suami nya berada.
"Dad.... dad..... daddy bangun. " kata Ana membangun kan sang suami dan menggoyang kan lengan sang suami.
"Emmmmmm.... ada apa mom? " tanya Marvell.
"Aku laper dad. " kata Ana pada sang suami.
"Baiklah, mom mau makan apa? " tanya Marvell pada sang istri.
"Mau daddy yang belikan, ga mau driver ojek online. " kata Ana pada sang suami.
"Baik lah mom. " kata Marvell pada akhir nya.
" Memangnya mom mau makan apa? " tanya Marvell pada sang istri, tak lupa Marvell juga mengelus kepala sang istri dengan sayang.
"Mau makan mie ayam dad. " kata Ana dengan senang.
"Baik lah mom. " kata Marvell pada sang istri.
Tapi sebelum Marvell berangkat untuk mencari pesanan sang istri, Ana pun mengatakan mie ayam yang di inginkan nya
Marvell yang mendengar permintaan sang istri, hanya bisa menghembuskan nafas dengan kasar.
"Baik lah mom. " kata Marvell pada akhir nya.
Marvell pun berjalan keluar dari ruang rawat Ana, dia langsung berjalan menuju parkiran di mana mobil nya berada.
Saat Marvell sudah berada di dalam mobil, dia langsung menelpon kedua sahabat nya, Bayu dan Andre.
Setelah menelpon beberapa kali, akhirnya telpon Marvell pun di angkat oleh mereka berdua.
"Kalian ke mana saja? " tanya Marvell pada ke dua sahabat nya, saat sambungan telepon terhubung.
"Vell, yang benar saja ini jam berapa? " tanya Bayu pada Marvell.
"Tentu saja kami sedang tidur. " kata Andre.
"Pokoknya kalian berdua bersiap aku akan menjemput kalian berdua. " kata Marvell pada kedua sahabat nya.
Tanpa menunggu jawaban dari kedua nya Marvell pun langsung memutuskan sambungan telepon nya.
Sementara di tempat lain, kedua sahabat nya sedang mengumpat nya.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Marvell sampai di depan rumah Andre, setelah Andre masuk, Marvell langsung menjalankan mobil nya ke arah rumah Bayu.
Setelah kedua sahabat nya berada di dalam mobil, Marvell langsung melajukan kembali mobil nya untuk mencari makanan yang di inginkan sang istri.
"Vell, sebenarnya kita mau ke mana? " tanya Andre pada sang sahabat.
" Temani gue cari mie ayam. " kata Marvell pada kedua sahabat nya.
"Ya ampun, loe bisa pesan kan lewat handphone mu itu. " kata Bayu pada Marvell dengan gemas.
"Percuma handphone mu canggih begitu. " kata Bayu lagi yang terus menggerutu.
"Istri gue ga mau. " kata Marvell pada kedua sahabat nya.
"Dari pada kalian berdua terus berbicara, sebaik nya kalian bantu gue buat cari penjual mie ayam." kata Marvell pada kedua sahabat nya.
"Baik lah.... " jawab mereka berdua bersamaan.
Akhir nya kedua nya pun berhenti menggerutu, mereka berdua membantu Marvell untuk mencari penjual mie ayam yang di ingin kan Ana.
"Vell itu ada penjual mie ayam. " kata Andre pada Marvell.
Marvell pun langsung menghentikan mobil nya, dan melihat penjual mie ayam yang di tunjuk Andre.
"Bukan." kata Marvell singkat, dan dia pun kembali menjalankan mobil nya kembali.
Lima menit kemudian, Bayu pun menunjuk penjual mie ayam.
"Bukan.. " hanya itu yang menjadi jawaban Marvell kepada kedua sahabat nya.
"Vell sebenar nya mie ayam seperti apa yang ingin kamu beli? " tanya Andre pada Marvell.
Andre dan Bayu sudah kesal dengan Marvell, karena setiap mereka menunjukkan penjual mie ayam Marvell selalu menjawab " bukan ".
" Ana ingin mie ayam, yang gerobak nya ada gambar Iron man dan penjual nya harus anak remaja." kata Marvell dengan santai.
"Ya salam.... " jawab kedua nya bersamaan, mereka juga menepuk jidat nya masing-masing.
*****T.B.C*****