
Tak terasa waktu pun sudah pagi, Ana sudah menyiapkan sarapan untuk semua nya, tak lupa Ana juga menyiapkan bekal untuk twins dan Ara.
Setelah selesai, Ana naik ke atas untuk membangunkan twins dan Ara.
"Clek... " suara pintu kamar Viona dan Ara di buka.
Ana tersenyum saat melihat Viona yang sedang tidur dengan memeluk Ara, Ana pun langsung berjalan menghampiri nya, Ana langsung mengusap kepala kedua nya bergantian.
"Sayang, ayo bangun, ini sudah pagi, kalian harus bersiap untuk ke sekolah. " Kata Ana membangun kan Viona dan Ara.
"Eunggggg.... " Viona dan Ara pun menggeliat, dan mulai mengerjapkan mata nya.
" Mommy, Ara masih ngantuk. "kata nya yang menutup kembali mata nya.
" Pagi tante. " kata Ara pada Ana.
"Sayang jangan panggil tante, panggil saja mommy sama seperti twins. " kata Ana pada Ara.
"Tapi... " kata Ara.
"Ga apa-apa sayang, Ara sudah mommy anggap seperti putri sendiri, jadi Ara mau kan panggil mommy? " tanya Ana pada Ara, yang hanya di balas dengan anggukan kepala.
"Baik mommy... " kata Ara dengan menahan tangis nya.
Ana yang mengerti, kalau Ara sedang menahan tangisan langsung memeluk Ara dan mencium pucak kepala nya.
"Mulai sekarang Ara adalah anak mommy dan daddy, jadi kalau Ara ingin sesuatu Ara bilang sama mommy atau daddy. " kata Ana pada Ara yang masih berada dalam pelukan nya.
"Terima kasih mommy, Ara selalu ingin tau bagaimana rasanya di peluk ayah dan bunda, dan sekarang Ara sudah merasakan bagaimana hangat nya pelukan mommy. " kata Ara pada Ana dengan terisak.
Viona yang mendengar seperti ada orang menangis pun langsung terbangun, Viona melihat Ara yang sedang menangis di pelukan sang mommy pun menjadi heran.
" Mommy kenapa Ara nangis? " tanya Viona pada sang mommy.
"Ara nangis karena ade susah buat bangun. " kata Ana menggoda sang putri.
"Ara, ade minta maaf, ade sudah buat Ara nangis, nanti ade ga bakalan susah bangun lagi deh, ade janji. " kata Viona, dan itu membuat Ana tersenyum.
"Ya sudah, lebih baik sekarang kalian mandi dulu, setelah itu turun ke bawah untuk sarapan, mommy akan membangun kan abang dan daddy dulu. " kata Ana pada kedua Viona dan juga Ara.
"Baik mommy. " kata Viona dan Ara bersamaan.
"Baik lah, mommy keluar dulu. " kata Ana mengusap kepala mereka secara bergantian.
Setelah Ana keluar, mereka berdua bergantian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
" Clek.... " Ana membuka pintu kamar sang putra, Ana tersenyum melihat sang putra yang sudah berpakaian rapih.
" Mommy. " kata Vano saat melihat sang mommy berada di depan kamar nya.
" Abang sudah siap, kalau begitu abang turun untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah. " kata Ana pada sang putra.
"Iya mommy. " kata Vano pada sang mommy.
Ana pun langsung berjalan keluar dari kamar sang putra dan langsung masuk ke dalam kamar nya, Ana melihat sang suami yang sudah siap.
Marvell langsung tersenyum saat melihat sang istri, Marvell langsung menghampiri nya dan memberikan dasi nya pada sang istri.
"Cup... " satu kecupan Marvell berikan pada sang istri.
"Terima kasih mom. " kata Marvell pada sang istri.
"Iya dad. " kata Ana pada sang suami.
"Ya sudah dad, aku mau ganti baju dulu. " kata Ana pada sang suami.
" Baiklah mom, aku turun duluan yah. " kata Marvell pada sang istri.
" Iya dad. " jawab Ana pada sang suami.
Setelah selesai, Ana langsung turun dan langsung menuju ruang makan. Ternyata semua nya sudah berada di sana, dan mereka pun memulai sarapan pagi nya.
Setelah selesai mereka pun memutuskan untuk langsung berangkat ke sekolah, saat di perjalanan Viona langsung berkata pada kedua orang tua nya.
"Mommy, daddy, besok kita main ke kebun binatang ya. " kata Viona pada kedua orang tua nya.
"Iya sayang." kata Marvell pada sang putri, dan itu membuat Viona senang.
"Ara ikut kan mom? " tanya Viona pada mommy nya.
"Tentu saja sayang, kita semua akan berangkat." kata Ana pada sang putri.
"Ara tinggal di rumah saja mom, Ara mau menemani nenek saja. " kata Ara pada Ana.
" Mommy. " kata Marvell terkejut.
"Maaf om, Ara memanggil tante dengan mommy." kata Ara menunduk, karena takut Marvell akan memarahinya.
"Tidak bisa, om tidak setuju. " kata Marvell.
Ara pun semakin menundukkan kepala nya, Ana yang melihat itu pun menjadi tidak tega.
"Dad." kata Ana pada sang suami.
'' Mom, daddy tidak setuju, karena Ara memanggil mu mommy sedang kan Ara memanggil ku om. " kata Marvell pada sang istri.
"Pokoknya Ara harus memanggil ku daddy bukan om. " kata Marvell lagi, dan itu membuat Ana tersenyum.
"Ara, mulai sekarang harus manggil daddy bukan om. " kata Marvell pada Ara.
" Baiklah daddy. " kata Ara dengan suara serak, karena dia terisak.
"Daddy, sudah buat Ara menangis. " kata Viona protes pada sang daddy.
" Maaf sayang. " kata Marvell.
Dan tak terasa, akhirnya mereka semua sudah sampai di sekolah, twins dan Ara pun turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam sekolahan.
Marvell pun langsung menjalankan mobil nya menuju rumah, setelah mengantarkan sang istri Marvell pun langsung berangkat ke kantor.
Tak terasa jam pulang sekolah pun tiba, Ana menjemput twins dan Ara dengan di antar kan supir.
Saat Ana sampai di sana, twins dan Ara baru keluar dari kelas nya. twins dan Ara pun langsung berjalan menuju Ana, setelah sampai di sana twins dan Ara pun mencium tangan sang mommy.
"Mommy, daddy mana? " tanya Viona pada sang mommy.
" Daddy masih di kantor sayang." jawab Ana pada sang putri.
"Mommy, ayo kita ke kantor daddy, ade sudah lama tidak main ke sana. " kata Viona pada sang mommy.
" Tapi sayang, daddy sedang kerja. " kata Ana pada sang putri.
"Ayo mommy, ade janji tidak akan mengganggu daddy kerja, ade hanya ingin main ke kantor daddy, ade sudah lama tidak ke sana. " kata Viona membujuk sang mommy.
"Baiklah kita ke sana, tapi ade janji jangan ganggu daddy kerja. " kata Ana pada sang putri.
" Baik lah mommy, ade janji. " kata Viona.
Dan akhirnya mereka pun masuk ke dalam mobil, Ana meminta supir untuk mengantarkan nya ke kantor.
Saat sudah sampai di perusahaan Marvell, mereka semua turun dari mobil dan masuk ke dalam perusahaan.
Saat Ana sedang berbicara dengan resepsionis, Viona berlarian ke sana kemari dan tiba-tiba saja.
"Bughhhhhh..... "
*****T.B.C*****