
Tak terasa pagi pun tiba, mereka berdua baru tidur kembali saat jam sudah menunjukkan pukul tiga.
Marvell yang terbangun lebih dulu sedikit terkejut, karena saat ini Ana masih tertidur dengan memeluk diri nya.
Saat Marvell merasa ada pergerakan, dia langsung menutup lagi mata nya. Dan saat Ana membuka mata nya, dia terkejut karena posisi nya yang memeluk Marvell.
"Ya ampun, kenapa aku tidur dengan memeluk mas Marvell. " kata Ana pelan.
Sedangkan Marvell, dia sedang menahan senyum nya, karena mendengar kata sang istri.
"Untung saja mas Marvell belum bangun. " kata Ana lagi.
"Menang nya kalau aku sudah bangun kenapa? " tanya Marvell.
Dan pertanyaan Marvell membuat Ana terkejut, dan langsung mendongak kan kepala nya ke atas.
"Sejak kapan mas bangun? " Ana malah balik bertanya.
"Sejak tadi, yang jelas sebelum kamu bangun. " jawab Marvell.
Wajah Ana pun langsung memerah karena merasa malu, Ana pun berniat untuk bangun. Sebelum Ana berhasil bangun, tangan nya langsung di tarik Marvell, sehingga Ana terjatuh dalam pelukan Marvell lagi.
Marvell pun langsung membenarkan kan rambut yang menutupi wajah Ana, dan Marvell pun tersenyum melihat wajah Ana yang memerah, dan dagupan jantung Ana pun semakin cepat mendapat perlakuan seperti itu dari sang suami.
"Kenapa wajah mu merah ? " tanya Marvell menggoda sang istri.
"Apa sih mas lepas ah, Ana mau mandi. " kata Ana pada sang suami.
Bukan nya melepaskan sang istri, Marvell malah mengerat kan pelukan nya di pinggang ramping sang istri.
"Mas." kata Ana.
"Biar kan seperti ini sebentar lagi. " kata Marvell.
Saat Marvell masih menikmati hangat nya pelukan sang istri, tiba-tiba saja terdengar tangisan twins dari kamar sebelah.
"Mas lepas, twins nangis. " kata Ana pada sang suami.
"Ya ampun, seperti nya twins tidak rela, daddy dan mommy nya memiliki waktu hanya berduaan saja." kata Marvell sedikit mendengus kesal, karena twins menganggu kebersamaan nya bersama sang istri.
"Apaan sih mas, lepas ah kasihan twins. " kata Ana yang berusaha melepaskan pelukan sang suami.
"Baik lah. " kata Marvell melepaskan pelukan nya.
Dan pada saat Ana akan berjalan menuju kamar twins, tiba-tiba saja Marvell menarik tubuh sang istri dan.
"Cup." satu kecupan mendarat di pipi sang istri, dan itu membuat Ana kaget.
Sementara Marvell sudah lari ke dalam kamar mandi, dia takut kalau istri nya marah.
"Ana, itu twins kasian nangis. " kata Marvell dari dalam kamar mandi.
Dan itu berhasil mengembalikan kesadaran Ana, dan dia pun langsung membuka pintu penghubung yang ada di dalam kamar nya.
Setelah sampai di kamar twins, Ana langsung menggendong baby Viona, dan langsung memberikan nya ASI. Ana melamun memikirkan yang baru saja terjadi, di mana sang suami yang tiba-tiba saja mencium pipi nya.
"Ya ampun ada apa dengan ku, dan perasaan apa ini. " kata Ana pada diri nya sendiri.
Setelah Ana selesai memberikan ASI pada twins, Ana langsung membawa baby Viona untuk di mandikan terlebih dahulu. Saat Ana masih ada di kamar mandi, Marvell masuk dan langsung menggendong sang putra dan mengajak nya berbicara, walaupun dia tau tidak akan mendapatkan jawab dari sang putra.
Tak berselang lama, Ana keluar dari kamar mandi dan saat Ana melihat sang suami tiba-tiba saja wajah nya memerah, karena Ana teringat kejadian tadi.
"Apa kamu demam An, kenapa wajah nya merah seperti kepiting rebus. " kata Marvell menggoda sang istri.
"Mas Marvell. " kata Ana yang semakin malu.
" Sudah mas ah, ini tolong pakai kan baju ade, aku mau memandikan abang. " kata Ana pada sang suami, dan langsung mengambil Vano dari gendongan Marvell, dan membawa nya ke dalam kamar mandi untuk di mandikan.
" Ha... ha..... ha.... " tawa Marvell menggema di kamar tersebut.
Tak berselang lama Ana pun keluar dari kamar mandi, Ana langsung memakai kan baby Vano baju. Setelah selesai, mereka pun memutuskan untuk keluar karena sudah saatnya sarapan.
" Pagi nak. " jawab mamah Anindira dan papah Riko.
"Twins di mana? " tanya mamah Anindira.
" Di ruang keluarga mah, di titip kan dulu sama bibi. " kata Marvell.
"Memang nya kalian ga pakai suster untuk twins?" tanya mamah Anindira.
"Pakai pah, nanti siang datang nya. " jawab Marvell.
"Oh bagus lah kalau begitu, biar menantu mamah tidak terlalu cape kalau ada yang bantu. " kata mamah Anindira.
Mendengar perkataan mamah Anindira, Ana hanya tersenyum dan pasrah, bagaimana pun dia menolak, dia tidak akan pernah bisa menang.
Tak terasa hari sudah siang, suster yang di minta Marvell pun sudah datang.
"Selamat siang tuan, nona. " sapa kedua suster.
"Siang, silahkan perkenalkan nama kalian. " kata Marvell.
" Perkenalan nama saya Marni, dan yang itu Santi." kata suster Marni.
" Oh baiklah, kalian istirahat saja dulu. " kata Marvell pada kedua pengasuh twins.
" Bi Surti, tolong antarkan mereka ke kamar di samping kamar twins. " kata Marvell.
" Baik tuan muda. " jawab bi Surti.
"Mas, kenapa suster nya ada dua. " kata Ana pada sang suami.
"Anak kita kan dua Ana. " kata Marvell.
" Tapi kan mas. " kata Ana yang langsung di potong mamah Anindira.
" Ga apa-apa sayang, biar mereka bisa bantu kamu buat jagain twins, karena semakin besar twins akan semakin aktif gerak nya. " kata mamah Anindira.
" Mamah ga mau kalau kamu jadi kecapean. " tambah nya lagi.
Ana hanya bisa pasrah dengan keinginan suami dan juga kedua mertua nya.
Tak terasa sore pun tiba, Marvell mengajak istri dan kedua anak nya ke taman belakang rumah nya.
Baby Viona terlihat sangat senang, berbeda dengan baby Vano yang malah tertidur lelap.
"Wah walaupun mereka kembar tapi sifat nya jauh berbeda. " kata Marvell pada sang istri.
"Iya abang Vano lebih tenang dari pada baby Viona. " kata Ana.
"Iya kamu benar mom. " kata Marvell.
" Mom. " beo Ana yang mendengar Marvell memanggil nya dengan panggilan mom.
"Iya mommy, dan kamu harus memanggil ku dengan sebutan daddy. " kata Marvell.
"Tapi... " kata Ana.
"Biar nanti kamu terbiasa memanggil ku daddy, apalagi nanti kalau twins sudah bisa bicara, masa nanti twins akan memanggil ku dengan sebutan mas, karena mommy nya memanggil mas bukan daddy. " Marvell menjelaskan pada sang istri.
"Baik lah, aku akan mencoba memanggil daddy. " kata Ana pasrah, karena apa yang di kata kan Marvell memang benar.
Mereka memutuskan untuk pulang, karena hari sudah terlalu sore. Saat sudah sampai di dalam rumah, Ana langsung menggendong baby Vano sedang kan Marvell langsung menggendong baby Viona.
Sementara mamah Anindira dan papah Riko sudah pulang ke rumah mereka sendiri.
*****T.B.C*****