My Baby'S

My Baby'S
Part 22.



Saat Gavin sudah berdiri, dan akan mendorong kursi roda yang di duduki Viona, mereka terkejut, karena semua keluarga nya berada di luar kamar Viona.


"Sejak kapan kalian di sana? " tanya Viona pada semua nya.


"Sudah dari tadi. " kats Vano pada sang adik.


"Sejak abang Gavin, meminta ka Viona untuk menikah. " kata Alice pada sang kaka.


"Jadi kalian semua nya, mendengar kan semua yang abang kata Gavin kata kan? " tanya Viona pada semua nya.


"Tentu saja ka. " jawab semua nya serempak.


Mendengar itu Viona langsung menutup wajah nya dengan tangan nya, sementara Gavin langsung tersenyum melihat Viona menutupi wajah nya.


Gavin pun langsung berjalan dan berjongkok di hadapan Viona, dia juga melepaskan tangan sang calon istri yang menutupi wajah nya.


"Kenapa hmmm,,,,,? " tanya Gavin pada Viona.


"Aku malu bang. " kata Viona pada Gavin, dan kini wajah Viona sudah sangat memerah.


"Kenapa harus malu? " tanya Gavin pada Viona.


Sebelum Viona menjawab, Marvell pun langsung membuka suara nya.


"Sebaik nya kita makan dulu. " kata Marvell pada semua nya.


"Setelah itu, kita lanjut kan semua nya setelah makan siang. " kata nya lagi.


Dan akhir nya mereka semua pun langsung berjalan turun menuju lantai bawah di mana ruang makan berada.


Setelah mereka sampai di ruang makan, mereka semua pun langsung melakukan makan siang mereka.


Setelah mereka selesai makan siang, mereka semua nya langsung berjalan menuju ruang keluarga.


"Jadi, kapan pernikahan kalian di adakan? " tanya sang grenfa.


"Abang ingin tiga hari lagi grenfa. " kata Gavin pada grenfa.


"Abang, apa itu tidak terlalu cepat? " tanya Viona yang terkejut dengan jawaban Gavin.


"Tidak sayang. " kata Gavin pada Viona.


"Apa kamu mau sekarang saja kita menikah. " kata Gavin pada Viona.


"Engga, abang apaan sih. " kata Viona yang wajah nya semakin memerah.


Mereka semua nya langsung tertawa melihat Viona yang semakin memerah wajah nya.


*.


*.


*.


Tak terasa hari yang di nanti pun tiba, Viona sudah siap dengan kebaya putih di dalam kamar. Sedangkan Gavin, sudah berada di ruang keluarga.


Saat ini Gavin sedang berada di hadapan penghulu dan juga Marvell, dan ijab kabul pun selesai di ucapakan Gavin dengan sekali tarikan napas, dan di sambut dengan kata,,,,


"SAH,,,,,,, " kata semua orang serempak.


Lantunan do'a pun di ucapa kan pak penghulu, tak lama kemudian Viona pun datang dengan di dorong sang mommy. Setelah sampai di hadapan Gavin, Viona pun langsung mencium tangan Gavin, yang kini sudah menjadi suami nya.


Setelah Viona mencium tangan sang suami, Gavin pun langsung mencium kening sang istri. Setelah itu mereka semua langsung berangkat menuju pantai, sesuai dengan keinginan Viona.


Viona pun langsung di ganti kan baju nya, setelah selesai Viona langsung di bawa menuju ke arah di mana Gavin sudah menunggu nya di sana.



"Sayang, kamu sangat cantik. " kata Gavin pada sang istri.


"Terima kasih mas. " kata Viona pada sang suami.


"Mas,,,, " kata Gavin memastikan apa yang di dengar nya tadi.


"Iya mas, apa abang tidak suka aku memanggil mas? " tanya Viona pada Gavin.


"Tentu saja aku suka. " kata Gavin pada Viona.


Dan acara pun di lanjutkan, Gavin dan Viona mendapatkan banyak ucapan dari semua keluarga nya.


"Abang, kaka, sebaik nya kalian istirahat. " kata Ana pada Gavin dan Viona.


"Iya, kalian pasti capek. " kata Marvell pada Gavin dan Viona.


"Iya mom, dad. " kata kedua nya bersamaan.


Gavin pun langsung mendorong kursi roda Viona, mereka menuju kamar hotel yang sudah mereka pesan sebelum nya.


Saat Gavin membuka pintu kamar nya, Viona terkejut melihat pemandangan yang sangat indah.



"Apa kamu menyukai nya sayang. " kata Gavin pada Viona, yang sekarang ini sudah menjadi istri nya.


"Aku sangat menyukai ini mas. " kata Viona pada sang suami.


"Bagus lah kalau kamu menyukai nya sayang. " kata Gavin pada Viona, dan Gavin pun langsung memeluk dan mencium pipi sang istri.


"Ayo sekarang lebih baik kita membersihkan diri dulu, sebelum kita beristirahat. " kata Gavin pada sang istri.


Gavin pun mandi terlebih dahulu, setelah Gavin selesai dia pun langsung berjalan menghampiri sang istri.


Gavin pun langsung menggendong sang istri, dan membawa nya ke dalam kamar mandi. Setelah sampai Gavin pun langsung mendudukkan sang istri di dalam bathtub.


"Sayang, apa kamu juga mau aku membantu mu untuk mandi? " tanya Gavin pada sang istri.


"Tidak,,,,, " jawab Viona langsung.


"Kenapa sayang? " tanya Gavin pada Viona.


"Ti,,,,, ti,,,, tidak apa apa. " kata Viona pada Gavin, dan pipi Viona pun semakin memerah.


"Mas,,,,,, " kata Viona pada sang suami.


"Baik lah sayang, kalau begitu aku keluar dulu. " kata Gavin pada Viona.


Sebelum Gavin keluar dari sana, dia pun mengecup pipi sang istri. Setelah itu, Gavin pun langsung berjalan keluar dari kamar mandi.


Viona pun tersenyum, dia juga langsung menyalakan shower air hangat. Viona pun langsung membersihkan diri nya sendiri, setelah dia selesai, Viona pun langsung memakai beathrup.


Setelah itu, Viona pun langsung memanggil sang suami.


"Mas,,,,, mas,,,,, mas,,,,,, " panggil Viona dari dalam kamar mandi.


Mendengar panggilan sang istri, Gavin pun langsung masuk ke dalam kamar mandi.


"Ada apa sayang? " tanya Gavin yang terlihat khawatir pada sang istri.


"Tidak ada apa apa, aku hanya sudah selesai mandi. " kata Viona pada sang suami.


Mendengar itu Gavin pun merasa lega, tadi nya Gavin pikir kalau terjadi sesuatu pada sang istri.


"Baik lah sayang. " kata Gavin pada sang istri.


Gavin pun langsung menggendong sang istri, Gavin langsung membawa nya keluar dari kamar mandi. Gavin juga langsung mendudukkan nya di atas tempat tidur, setelah itu Gavin pun langsung mengambil baju untuk sang istri.


"Sayang, apa kamu ingin aku membantu mu untuk memakai pakaian mu? " tanya Gavin menggoda sang istri.


"Mas, aku bisa sendiri. " kata Viona yang langsung merebut baju dari sang suami.


"Mas, sekarang keluar dulu, aku mau pakai baju dulu. " kata Viona pada sang suami.


"Kenapa harus keluar sayang. " kata Gavin pada sang istri.


"Bukan kah saat ini kita sudah jadi suami istri sayang. " kata Gavin yang semakin mendekat kan wajah nya pada sang istri.


"I,,,, i,,, iya, tapi mas. " kata Viona pada sang istri.


"Iya sayang, aku mengerti, aku akan menunggu mu sampai kamu siap sayang. " kata Gavin pada sang istri.


"Abang keluar dulu ya, kalau sudah selesai kamu panggil saja. " kata Gavin pada sang istri.


"Iya mas. " kata Viona pada sang suami.


***** T. B. C *****