My Baby'S

My Baby'S
Part 2.



Ana dan Marvell hanya bisa menghela nafas nya berat, mereka tau betapa posesif nya putri nya itu pada Gavin. Tapi mereka juga tidak akan keberatan, kalau memang Viona dan Gavin berjodoh nantinya.


Dan di sini lah Gavin berada, tepat nya di dalam kamar Viona. Saat ini Gavin sedang membujuk Viona untuk mengijinkan nya untuk kuliah di Amerika.


"Kaka Viona, ijinin abang Gavin kuliah ke Amerika ya. " kata Gavin pada Viona.


"Ga boleh. " jawab Viona pada Gavin.


"Kenapa abang ga boleh kuliah di sana? " tanya Gavin pada Viona.


"Kaka ga suka, pasti di sana akan banyak wanita yang mendekati abang. " jawab Viona jujur.


"Memang nya kenapa kalau banyak wanita yang mendekati abang? " tanya Gavin pada Viona.


"Kaka ga suka, karena abang hanya milik kaka. " kata Viona.


"Abang kesana buat kuliah bukan buat cari perempuan kaka. " kata Gavin pada Viona.


"Abang janji kalau abang kuliah di sana, abang ga boleh dekat dengan perempuan di sana. " kata Viona dengan memberikan jari kelingking nya.


"Iya abang janji. " kata Gavin pada Viona, tak lupa Gavin juga menautkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Viona.


*.


*.


*.


Tak terasa sudah tiga tahun Gavin kuliah di Amerika, hubungan Gavin dan Viona pun semakin dekat. Saat ini adalah pesta perpisahan yang di selenggarakan pihak sekolah, Viona sudah terlihat cantik dengan balutan kebaya nya, begitu juga dengan Ara.


Viona tidak tau kalau hari ini Gavin akan pulang untuk memberi dia kejutan, di acara perpisahan sekolah nya.


"Dad, abang Gavin ga pulang? " tanya Viona pada sang daddy.


"Seperti nya tidak sayang, seperti nya bang Gavin sedang banyak tugas kuliah." jawab Marvell pada sang daddy.


"Abang Gavin menyebalkan. " kata Viona menggerutu.


Dan gerutuan Viona membuat kedua orang tua nya tersenyum, dan saat Viona sedang berbincang dan tertawa dengan seorang teman laki-laki yang berada di kelas nya, tiba-tiba saja tangan nya di tarik dan di bawa menjauh.


Saat Viona tau siapa yang menarik tangan nya, dia pun tersenyum senang.


"Kaka kenapa dekat dengan laki-laki lain? " tanya Gavin pada Viona.


"Memang nya kenapa kalau kaka dengan laki-laki lain, apa abang Gavin cemburu? " tanya Viona pada Gavin.


Gavin yang sedang kesal karena melihat Viona dekat dengan laki-laki lain, apalagi Viona juga terlihat tertawa dengan laki-laki itu pun tanpa sadar dia pun mengakui nya.


"Iya abang cemburu, dan abang tidak suka melihat kamu dengan laki-laki mana pun. " kata Gavin tanpa sadar.


Viona yang mendengar itu pun langsung tersenyum, saat Gavin menyadari apa yang baru saja di katakan nya pun langsung menatap pada Viona.


Viona yang senang pun langsung memeluk Gavin, dia tidak peduli kalau akan ada banyak orang yang melihat nya.


Gavin pun langsung melepaskan pelukan Viona, dia sadar kalau dia tidak pantas bersanding dengan Viona, dia hanya lah seorang anak yatim piatu yang di ambil dari jalanan oleh kedua orang tua Viona.


"Abang Gavin kenapa? " tanya Viona, ketika dia melihat wajah sedih Gavin.


"Ade, lupakan apa yang baru saja abang Gavin kata kan. " kata Gavin yang membuat Viona tidak mengerti.


"Apa maksud abang? " tanya Viona pada Gavin.


"Ade pasti bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari abang." kata Gavin pada Viona.


"Kenapa abang? " tanya Viona pada Gavin.


"De, abang merasa ga pantas buat ade. " kata Gavin pada Viona.


"Tidak mau, ade cuma mau abang Gavin. " kata Viona.


"Tapi ade..... "


Gavin tidak bisa melanjutkan ucapan nya, saat dia berbalik untuk mengejar Viona yang berlari menjauh dari nya.


"Maaf." kata Gavin lirih.


Marvell pun langsung menghampiri Gavin, dan dia berdiri di hadapan Gavin. Sementara Viona, akan menghampiri Gavin dan Marvell, tapi di cegah sang mommy.


"Mom." kata Viona pada sang mommy, Ana hanya menggelengkan kepala nya.


" Maaf dad. " kata Gavin pada Marvell.


"Maaf untuk apa? " tanya Marvell pada Gavin.


"Maaf, karena abang sudah berani menyukai Viona putri daddy. " kata Gavin pada Marvell.


"Tapi Gavin janji, Gavin akan menjauh dari kehidupan Viona. " kata Gavin pada Marvell.


"Bagus, kalau sekarang kamu mau menjauhi Viona... " kata Marvell pada Gavin.


"Baik dad, sekali lagi Gavin minta maaf. " kata Gavin pada Marvell.


"Daddy... " kata Viona pada sang daddy.


"Kaka... " kata Ana pada sang putri.


"Mommy, kaka ga mau abang pergi. " kata Viona yang tanpa dia sadari kalau air mata nya sudah menetes.


"Kaka tenang lah, sudah jangan menangis. " kata Ana meyakinkan pada sang putri.


"Mommy, daddy akan menyuruh abang Gavin pergi, kaka tidak mau abang Gavin pergi. " kata Viona pada sang daddy.


Sementara di tempat Marvell dan Gavin.


"Baik lah dad, Gavin pergi dulu, sekali lagi Gavin minta maaf. " kata Gavin pada Marvell, Gavin juga menangkup kan kedua tangan nya.


Gavin pun langsung membalikkan badan nya, dan saat Gavin berjalan menjauhi mereka.


"Tapi abang Gavin harus pulang setelah kuliah abang selesai. " kata Marvell pada Gavin.


Mendengar perkataan Marvell Gavin pun menghentikan langkah nya, dia juga langsung membalikkan badan nya.


"Maksud daddy? " tanya Gavin pada Marvell.


" Kamu harus pulang untuk melamar putri daddy." kata Marvell pada Gavin.


Perkataan Marvell barusan membuat Viona dan juga Gavin tidak percaya.


"Maksud daddy? " tanya Gavin yang tidak mengerti dengan perkataan Marvell.


Marvell pun langsung berjalan menuju Gavin, dia juga menepuk bahu Gavin.


"Abang harus menyelesaikan kuliah abang terlebih dulu, dan jadilah laki-laki yang sukses dan bertanggung jawab untuk mendampingi putri pertama daddy. " kata Marvell pada Gavin.


Mendengar perkataan Marvell, Viona pun langsung berlari menghampiri sang daddy. Begitupu dengan Ana, dia juga menghampiri mereka.


"Daddy yang terbaik. " kata Viona pada sang daddy.


"Mommy dan daddy hanya minta abang Gavin bisa bahagia kan putri pertama kami " kata Ana pada Gavin, tak lupa dia juga menepuk punggung Gavin.


"Tapi mom. " kata Gavin pada Ana.


"Abang, mommy dan daddy akan lebih tenang jika abang Gavin yang mendampingi kaka Viona. " kata Ana pada Gavin.


Gavin pun langsung memeluk Ana, dia meneteskan air mata nya, karena dia tidak menyangka di terima dengan baik.


"Terima kasih mom. " kata Gavin pada Ana.


" Terima kasih mommy dan daddy sudah mau menyayangi dan menerima Gavin di keluarga kalian. " kata Gavin pada Ana, dengan mengerat kan pelukan nya pada Ana.


"Abang tidak boleh bicara begitu, mommy dan daddy sayang sama abang, kami sudah menyayangi dan menganggap abang sama seperti Vano, Viona, Ara dan Alice. " kata Ana pada Gavin.


***** Flashback off*****


*****T.B.C*****