
Semua keluarga sudah berada di ruang keluarga, setelah tadi mereka sudah selesai makan malam, Marvell pun memulai pembicaraan dengan Vano.
"Sekarang kalian sudah selesai sekolah, dan kalian akan berkuliah di mana? " tanya Marvell pada semua nya.
"Terkecuali abang Vano. " lanjut Marvell lagi.
"Kenapa ada pengecualian untuk abang dad? " tanya Vano pada sang daddy.
"Karena abang akan kuliah di Jerman. " kata Marvell pada sang putra.
Semua orang yang berada di sana terkejut dengan apa yang di bilang Marvell.
"Dad,,,,,,,, " kata ana Ana pada sang suami.
"Mom, daddy hanya ingin abang vano Vano bisa bertanggung jawab nanti nya. " kata Marvell pada sang istri.
"Dan daddy juga melakukan ini untuk kebaikan abang Vano. " kata Marvell lagi pada sang istri.
"Tapi dad,,,,,, '' kata ana Ana pada sang suami.
" Mom, daddy melakukan ini supaya abang Vano bisa lebih ber tanggung jawab nanti nya. " kata Marvell pada sang istri.
Mendengar perkataan sang suami, Ana pun hanya menundukkan kepala nya.
"Mommy jangan khawatir, sebelum abang berangkat kita akan mengadakan resepsi pernikahan ka Viona dan abang Gavin. " kata Marvell pada sang istri.
"Dan juga pertunangan abang Vano dan Ara. " kata Marvell dengan tersenyum.
Mendengar kata kata terakhir Marvell, semua orang yang berada di sana pun langsung menatap Marvell.
"Daddy,,,,,, " kata semua orang yang berada di sana.
"Kenapa????? " tanya Marvell pada semua nya.
"Daddy baru saja bilang apa? " bukan nya menjawab, Ana malah balik bertanya pada sang suami.
"Tadi daddy bilang, kita akan mengadakan acara resepsi ka Viona, dan juga pertunangan abang Vano. " kata Marvell pada semua nya.
Vano langsung berhambur memeluk sang daddy, dia tidak menyangka kalau daddy nya akan mengatakan itu.
"Terima kasih dad, abang sayang daddy. " kata Vano pada sang daddy.
"Daddy juga sayang abang. " kata Marvell pada sang putra, tak lupa dia juga mengusap punggung sang putra.
"Daddy tau, abang pasti takut, kalau abang kuliah jauh, Ara akan di ambil orang. " kata Marvell pada sang putra.
"Kok daddy tau? " tanya Vano pada sang daddy, dia juga langsung melepaskan pelukan nya dari sang daddy.
"Tentu saja daddy tau. " kata Marvell pada sang putra.
Mereka pun melanjut kan obrolan mereka, sampai tak terasa hari kian larut, mereka pun memutuskan untuk istirahat di kamar nya masing masing.
Di dalam kamar Viona dan Gavin, mereka mengobrol ringan, dengan Viona yang memeluk sang suami.
"Sayang, tadi daddy tanya sesuatu ke mas. " kata Gavin pada sang istri.
"Daddy tanya apa mas? " tanya Viona pada sang suami.
"Daddy bertanya kita akan honeymoon ke mana. " kata Gavin pada sang istri.
" Lalu mas jawab apa? " tanya Viona pada sang suami.
"Mas bilang, mas mau tanya kamu dulu mau ke mana. " kata Gavin pada sang istri.
"Jadi kamu mau honeymoon ke mana sayang. " kata Gavin pada sang istri.
"Bagaimana kalau kita pergi ke Paris saja. " kaya kata Viona pada sang suami.
"Ya sudah lebih baik sekarang kita beristirahat, ini sudah malam. " kata Gavin lagi pada sang istri.
Viona dan Gavin pun langsung menutup mata nya dan terlelap. Tak terasa pagi pun tiba, Viona dan Gavin pun langsung turun menuju lantai bawah.
Setelah Viona dan Gavin sudah turun, Viona dan Gavin pun langsung menuju ruang makan.
"Selamat pagi semua nya. " kata Viona dan Gavin pada semua nya.
"Pagi juga. " kata semua orang yang berada di sana.
Viona dan Gavin pun langsung duduk di kursi nya masing masing, Viona langsung mengambilkan makan untuk sang suami.
"Ka Viona, apa kalian sudah memutuskan akan liburan ke mana? " tanya Marvell pada Viona.
"Kita akan ke Paris dad. " jawab Viona dengan senyum senang nya. " kata Viona pada sang daddy.
"Baik lah, daddy akan siapkan semua nya, untuk kalian di sana. " kata Marvell pada sang putri.
"Dad, biar abang saja yang urus semua nya. " kata Gavin yang merasa tidak enak.
"Tidak apa apa abang Gavin, anggap ini hadiah pernikahan untuk kalian dari daddy dan mommy. " kata Marvell pada Gavin.
"Baik lah kalau begitu, Terima kasih dad, mom. " kata Gavin pada akhir nya.
"Daddy, kenapa tidak bertanya pada Alice ingin liburan kemana? " tanya si bungsu, dengan mencebikan mulut nya.
"Memang nya Alice ingin liburan ke mana? " tanya Marvell pada putri bungsu nya.
"Alice ingin ke Korea dad. " jawab Alice antusias.
"Baik lah sayang, kita berlima akan pergi ke sana." kata Marvell pada putri bungsu nya.
"Horeee,,,,,,, sayang daddy. " kata Alice pada sang daddy, dia juga langsung turun dari kursi nya dan langsung berlari menuju sang daddy, tak lupa Alice juga memeluk dan mencium pipi sang daddy.
"Sama sama sayang, sekarang ade lanjut kan sarapan nya. " kata Marvell pada sang putri.
Alice pun langsung kembali lagi ke tempat duduk nya semula, dia melanjut kan sarapan nya. Setelah mereka sarapan, mereka melanjutkan perbincangan nya di ruang keluarga, dan mereka memutuskan akan berangkat besok.
Saat ini mereka semua nya sedang membereskan barang barang yang akan di bawanya besok, Viona terlihat sangat antusias untuk memilih baju yang akan di bawanya.
"Sayang, kita jangan terlalu banyak membawa baju. " kata Gavin pada sang istri.
"Memang nya kenapa mas? " tanya Viona pada sang suami.
"Biar kita tidak terlalu repot sayang, nanti kita beli saja di sana. " kata Gavin pada sang istri.
"Oh gitu ya. " kata Viona pada sang suami, dan hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Gavin.
"Baik lah, kita bawa segini saja ya mas. " kata Viona yang sudah memasuk kan baju dia dan juga Gavin.
"Iya sayang, dan sekarang lebih baik kamu istirahat dulu. " kata Gavin pada sang istri.
Viona pun langsung berjalan ke arah tempat tidur nya, dia langsung merebahkan kan tubuh nya di atas tempat tidur nya.
"Mas juga sini, kita istirahat bersama. " kata Viona pada sang suami.
Gavin pun langsung menutup laptop nya, dia juga menyimpan laptop nya di atas meja, dan dia langsung berjalan menuju tempat tidur di mana sang istri berada.
Gavin langsung naik ke atas tempat tidur, dia langsung merebahkan kan tubuh nya di sebelah sang istri. Viona pun langsung memeluk tubuh sang suami, dia juga tidur di atas dada bidang sang suami.
Gavin pun hanya tersenyum melihat kebiasaan sang istri akhir akhir ini, tak lupa Gavin juga mengusap punggung sang istri agar cepat tertidur.
***** T. B. C *****