
Saat Ana masuk ke dalam kamar nya, Ana hanya tersenyum dan menggeleng kan kepala nya. Ana pun berjalan menghampiri sang suami yang masih tertidur dengan mendekap sang putri.
"Dad... dad.... daddy bangun ini sudah pagi. " kata Ana dengan menggoyang kan lengan sang suami.
"Ade ayo bangun sayang, kata nya mau sekolah nanti ade telat ke sekolah nya kalau ga bangun sekarang. " kata Ana pada sang putri dan mengusap pucuk kepala sang putri.
"Emmmmm, jam berapa mom? " tanya ke dua nya bersamaan.
" Jam enam. " jawab Ana pada.
Mendengar jawaban Ana, Marvell dan Viona pun langsung terbangun.
Marvell langsung turun dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya, sementara Viona langsung merengek pada sang mommy agar memandikan nya.
"Mommy, bantu ade buat mandi, ade takut ke siangan ke sekolah nya. " kata Viona pada sang mommy.
"Iya sayang, ayo kita ke kamar ade dulu. " kata Ana, tak lupa dia juga menuntun sang putri.
Saat mereka sudah sampai di kamar Viona, Ana pun langsung membawa nya ke kamar mandi dan langsung memandikan sang putri.
Setelah selesai Ana meminta sang putri untuk menunggu nya di ruang makan, dan di angguki Viona. Setelah itu Ana kembali lagi ke kamar nya dan ternyata sang suami sudah selesai.
Ana langsung mengambil alih saat Marvell sedang memakai dasi nya.
"Terima kasih sayang. " kata Marvell pada sang istri, Ana hanya tersenyum mendengar perkataan sang istri.
Ana langsung masuk ke walk in closet, karena dia sudah mandi tadi, jadi dia hanya perlu mengganti baju nya saja. Setelah selesai Ana pun hanya menyisir rambut nya dan memakai pelembab di wajah dan bibir nya saja, karena Ana memang sudah cantik alami.
"Ayo dad kita turun, kasian twins pasti sudah menunggu. " kata Ana pada sang suami.
"Ya sudah, ayo mom. " kata Marvell pada sang istri, tak lupa dia juga memberikan kecupan di pucuk kepala sang istri.
Akhir nya mereka pun turun dan langsung menuju ruang makan, karena twins sudah menunggu nya di sana.
"Selamat pagi, princess dan prince. " kata Marvell pada twins, tak lupa dia juga mencium pucuk kepala twins secara bergantian.
"Pagi dad. " jawab kedua nya bersamaan.
Mereka berempat pun langsung memakan sarapan mereka dengan tenang, setelah selesai Ana dan Marvell mengantarkan twins ke sekolah.
Saat mereka sudah sampai ke sekolah, Ana, Marvell dan twins pun keluar dari mobil.
"Daddy nanti akan jemput kita kan? " tanya Viona pada sang daddy.
"Daddy tidak bisa berjanji sayang, tapi kalau daddy tidak ada pekerjaan dady akan menjemput kalian ok. " jawab Marvell pada sang putri, tak lupa dia juga mengusap kepala Viona.
"Iya dad. " kata Viona pada sang daddy.
" princess daddy tidak sedih kan? " tanya Marvell pada sang putri.
" Tidak dad. " kata Viona pada sang daddy.
"Daddy kan kerja buat bunda, abang dan ade. " kata Viona lagi pada sang daddy.
"Wah putri daddy sangat pintar. " kata Marvell pada sang putri, tak lupa dia juga memberikan kecupan di kedua pipi dan kening nya.
"Ya sudah lebih baik sekarang abang dan ade masuk ke dalam, sebentar lagi bell masuk berbunyi. " kata Ana kepada kedua anak nya.
"Iya mommy. " jawab kedua nya.
Tak lupa sebelum mereka masuk ke dalam sekolah, mereka mencium tangan kedua orang tua nya bergantian.
Setelah kedua anak nya masuk, Marvell dan Ana pun langsung masuk ke dalam mobil nya. Marvell pun mengantar kan Ana kembali ke rumah nya, setelah itu Marvell pun langsung berangkat ke perusahaan nya.
Sementara di sekolah twins, saat ini mereka sedang mendengar kan sang guru.
Tak terasa jam istirahat pun tiba, semua anak keluar untuk ke kantin. Begitu juga dengan twins, walaupun mereka membawa bekal dari rumah.
"Wah, masih ada ya yang masih bawa bekal. " kata anak A.
"Iya, coba lihat makanan nya. " jawab teman anak A, yang mengambil kotak makanan nya dan akan membuang makanan nya.
"Ka jangan. " kata anak yang di bully.
"Ups, tangan aku nya licin. " kata teman anak A, yang menjatuhkan kotak bekal anak tersebut.
Anak yang di bully itu pun menangis, melihat itu Viona pun marah, dan dia langsung berjalan mendekati nya.
"Apa yang kalian lakukan? " tanya Viona pada kedua orang yang membully teman sekelas nya.
" Siapa kamu, kenapa kamu membela nya? " anak itu malah baik bertanya.
"Kenapa kamu ingin tau, siapa aku? " tanya Viona pada kedua orang tersebut.
"Kau.... " kata anak itu yang akan men*rik rambut Viona.
"Jangan berani menyentuh adik ku. " kata Vano menahan tangan anak tersebut.
Melihat tatapan dingin Vano yang dingin dan tajam, akhir nya mereka pun pergi dari sana.
"Kamu tidak apa-apa? " tanya Viona pada anak yang di buli tadi,
"Aku tidak apa-apa, terima kasih sudah mau membela Ara ka. " jawab anak tersebut yang bernama Ara.
"Nama kamu Ara, oh iya nama aku Viona dan itu abang aku nama nya Vano." kata Viona.
" Makanan kamu sudah kotor, kita makan bareng aja ya. " kata Viona pada Ara.
"Ga apa-apa ka, Indri ke kelas saja. " kata Ara, yang tidak enak pada Viona dan Vano.
"Ga bisa poko nya kita akan makan bersama, Viona tak mau di tolak. '' kata Viona.
" Lebih baik kamu turuti saja, dari pada nanti dia nangis. " kata Vano.
"Abang." kata Viona, yang mata nya mulai berkaca-kaca.
" Iya baik lah aku akan ikut makan. " kata Ara pada akhir nya.
Mendengar itu, akhir nya Viona pun tersenyum. Mereka bertiga pun makan bersama, setelah selesai mereka bertiga pun berjalan menuju kelas nya, setelah sampai di dalam kelas Viona pun mulai merengek pada sang abang.
"Abang, tukeran tempat duduk. " kata Viona dengan merengek.
" Huh... '' Vano hanya bisa membuang napas nya kasar
Vano pun bertukar tempat duduk dengan Indri, Viona yang sekarang duduk dengan Ara pun tersenyum manis.
Tak terasa jam pulang sekolah pun tiba, Ana saat ini sudah berada di halaman sekolah. Ana tersenyum saat melihat twins berjalan ke arah nya, saat twins sudah dekat mereka langsung mencium tangan sang mommy.
" Mommy kenalin ini teman ade, nama nya Ara. " kata Viona pada sang mommy.
"Halo sayang, terima kasih sudah mau berteman dengan twins. " kata Ana pada Ara, tak lupa Ana pun mengusap kepala Ara sayang.
Mendengar itu Ara pun hanya tersenyum, dan Ara pun berpamitan untuk pulang ke rumah nya.
"Tante, Ara pamit pulang dulu ya. " kata Ara pada Ana.
"Ara pulang dengan siapa? " tanya Ana pada Ara.
"Ara pulang sendiri tante. " kata Ara.
*****T.B.C*****