
Ana sudah membawa beberapa stel pakaian untuk Gavin, saat Ana sudah dekat dengan mereka, Ana mendengar apa yang di katakan Gavin pada sang suami.
"Tidak bisa, kita akan tetap membeli nya di sini. " kata Ana tidak ingin di bantah.
"Ka Gavin, lebih baik turuti keinginan mommy, kalau tidak..... " kata Viona pada Gavin tak lupa dia juga menggeleng kan kepala nya.
" Kenapa? " tanya Gavin yang penasaran.
"Mommy akan mengomel, sampai ka Gavin mau menuruti keinginan mommy. " jelas Viona pada Gavin.
"Baik lah, Gavin akan menuruti keinginan tante. " kata Gavin pada akhir nya.
"Satu lagi..... " kata Ana pada Gavin.
"Apa tante? " tanya Gavin pada Ana.
"Jangan panggil tante, panggil mommy dan daddy. " kata Ana pada Gavin.
"Tapi...... " kata Gavin.
"Tidak ada bantahan. " Ana langsung memotong perkataan Gavin.
"Baik lah mom, dad. " kata Gavin, dan tanpa terasa air mata nya menetes.
Melihat Gavin yang menangis, Ana pun langsung berjalan dan menarik Gavin ke dalam pelukan nya.
"Sudah jangan menangis. " kata Ana pada Gavin, tak lupa Ana juga mengusap punggung Gavin.
"Terima kasih mom. " kata Gavin di sela tangis nya.
"Terima kasih untuk apa? " tanya Ana pada Gavin.
"Selama ini Gavin sangat merindukan pelukan ayah dan bunda, dan sekarang Gavin mendapatkan nya dari mommy. " kata Gavin pada Ana.
Marvell yang mendengar perkataan Gavin pun langsung mendekat, Marvell juga mengusap kepala Gavin.
Sepuluh menit sudah Gavin menangis dalam pelukan Ana, Marvell pun membiarkan nya dan membawa yang lain nya untuk membeli apa yang mereka ingin kan.
Marvell sengaja meninggal kan Ana dan Gavin, agar Gavin merasa lebih tenang.
"Apa kau sudah tenang? " tanya Ana pada Gavin.
"Iya mom. " jawab Gavin pada Ana.
"Baik lah kalau begitu, kita lanjutkan lagi belanja nya, tapi seperti nya kita akan mencari makanan terlebih dahulu. " kata Ana pada Gavin.
"Maaf mom, apa mommy sudah lapar? " tanya Gavin pada Ana.
"Seperti nya begitu, lebih baik sekarang kita susul dad dan yang lain nya. " kata Ana pada Gavin.
"Iya mom. " kata Gavin pada Ana.
Ana dan Gavin pun berjalan untuk menghampiri Marvell dan yang lain nya, setelah sampai di tempat Marvell, Ana pun langsung meminta nya untuk mencari makanan terlebih dulu, karena dia sudah lapar.
"Dad, kita cari makan dulu. " kata Ana pada sang suami.
"Baik lah mom, tunggu sebentar, aku panggil dulu anak-anak. " kata Marvell pada sang istri, dan hanya di jawab anggukan kepala.
Marvell dan yang lain nya pun sudah datang menghampiri Ana dan Gavin, setelah itu mereka pun langsung berjalan menuju tempat makan yang di inginkan bumil.
"Dad, kita makan di situ saja. " kata Ana menunjuk pada salah satu tempat makan yang menyajikan makanan Jepang.
"Baik mom. " jawab Marvell pada sang istri.
Mereka pun langsung masuk dan mereka memilih duduk di tempat paling ujung.
Marvell dan yang lain nya sudah memesan makanan nya, tapi berbeda dengan Ana, dia terus saja membolak balik buku menu nya.
"Mom, kenapa hanya membolak balik terus? " tanya Marvell pada sang istri.
"Makanan nya ga ada dad. " kata Ana paa sang suami.
"Mau makan gudeg. " jawab Ana tanpa rasa bersalah.
" Ya ampun mom, di sini mana ada gudeg. "kata Marvell pada Ana.
" Tapi mau makan gudeg dad. " kata Ana pada sang suami, dengan nada tegas tak ingin di bantah.
Pelayan yang mencatat pesanan Marvell pun berusaha untuk menahan senyum nya.
" Mas itu saja dulu. " kata Marvell pada sang pelayan.
"Baik tuan. " jawab pelayan tersebut.
"Tapi dad, bagaimana dengan gudeg nya? " tanya Ana pada sang suami.
"Maaf tuan, di sebelah ada yang berjualan gudeg." kata pelayan tersebut.
"Apa boleh, saya membawa makanan dari luar mas? " tanya Marvell pada pelayan tersebut.
"Istri saya saat ini sedang hamil muda mas, dan seperti nya dia sedang ngidam. " kata Marvell menjelaskan.
"Bisa tuan. " jawab pelayan itu dengan tersenyum.
"Terima kasih mas. " kata Marvell pada pelayan tersebut.
Pelayan pun pergi dari meja Marvell, begitu juga dengan Marvell, dia akan langsung memesan pesanan sang istri di sebelah.
"Mom, aku belikan dulu pesanan nya ya. " kata Marvell pada sang istri.
"Iya dad. " jawab Ana dengan semangat.
Marvell pun keluar dari tempat makan tersebut, Ana dan yang lain nya menunggu makanan yang mereka pesan.
Tak lama pesanan pun sudah datang, dan bertepatan dengan Marvell yang sudah kembali kesana, dengan membawa satu porsi gudeg.
Melihat gudeg yang di bawa Marvell, Ana pun langsung tersenyum senang.
"Ini mom gudeg nya. " kata Marvell pada sang istri.
Ana langsung menerima nya, dan langsung membuka nya.
"Mom, kenapa hanya di lihat saja, kenapa ga di makan gudeg nya? " tanya Marvell pada sang istri, karena Ana hanya melihat gudeg nya saja, tanpa memakan nya.
"Ga mau dad. " jawab Ana pada sang suami.
"Kenapa ga mau mom? " tanya Marvell pada sang istri.
"Aku hanya ingin melihat nya saja dad. " jawab Ana tanpa rasa bersalah.
"Ya ampun mom. " kata Marvell dengan menggeleng kan kepala nya, begitu pun dengan twins, Ara dan Gavin.
Akhir nya mereka semua makan dengan sesekali terdengar perkataan dari Viona, dan terkadang juga pertanyaan dari Ana pada sang suami.
Setelah mereka semua selesai dengan makanan nya, mereka semua langsung berjalan keluar dari tempat makan tersebut, setelah Marvell membayar nya.
Mereka melanjutkan kembali berbelanja untuk keperluan Gavin, tak lupa Marvell juga akan memasukkan Gavin kesekolah.
Tak terasa hari sudah sore, mereka pun memutuskan untuk pulang, karena mereka semua sudah merasa lelah.
Sebelum mereka pulang ke rumah, Marvell mengajak mereka semua untuk makan malam di luar, supaya mereka bisa langsung istirahat saat sampai rumah.
Setelah semuanya tiba di rumah, hari sudah malam,mereka langsung masuk ke kamar mereka masing-masing, terkecuali Gavin, dia beristirahat di kamar Vano, karena Marvell belum menyiapkan kamar untuk Gavin.
Di kamar Marvell dan Ana, mereka langsung membersihkan diri nya ber sama-sama. Mereka hanya membutuhkan waktu lima belas menit saja untuk membersihkan diri nya.
Setelah selesai, Ana langsung merebahkan diri nya di atas tempat tidur nya. Sedangkan Marvell, dia langsung menuju sofa, dia juga langsung sibuk dengan laptop nya.
Setelah Marvell selesai dengan pekerjaan nya, dia langsung menuju tempat tidur nya dan langsung merebahkan diri nya. Marvell langsung memeluk sang istri, tak berapa lama kemudian Marvell pun ikut terlelap.
*****T.B.C*****