
Hari ini adalah hari di mana Marvell, Ana dan twins akan pulang ke rumah Marvell sendiri.
"Sayang, kenapa kalian tidak menginap satu minggu lagi di sini. " kata mamah Anindira yang tidak rela melepaskan cucu-cucu nya.
"Mah, rumah Marvell dekat, kalau mamah memang ingin bertemu dengan Ana dan twins mamah tinggal ke sana saja. " kata Marvell pada sang mamah.
"Mah sudah lah, Marvell sudah dewasa, biarkan dia memutuskan apa yang terbaik untuk keluarga nya. " kata papah Kenan membuka suara.
"Ya sudah kalian hati-hati di jalan ya. " kata mamah Sekar.
"Dan sayang kalau ada apa-apa jangan sungkan telpon mamah ya. " kata mamah Sekar pada Ana.
"Iya mah. " jawab Ana.
"Ya sudah mah, pah, kami pulang dulu ke rumah kami sendiri, asalamualaikum. " kata Marvell, yang langsung mencium tangan mamah Sekar dan papah Kenan, begitu pun dengan Ana, dia melakukan hal yang sama yang seperti suami nya lakukan.
"Iya hati-hati, Walaikumsalam. " kata mamah Sekar.
Akhirnya Marvell dan keluarga kecil nya pun pergi dari rumah mamah Sekar, menuju rumah yang akan mereka tempati. Setelah menempuh perjalanan hampir dua puluh menit, akhirnya mereka sampai.
Ana di buat terkejut dengan rumah yang berada di hadapan nya saat ini.
" Ayo kita masuk, kasian twins kalau kelamaan di luar. " kata Marvell menyadarkan Ana dari keterkejutan nya.
"Ah, i... i... iya mas. " kata Ana.
Marvell hanya tersenyum melihat sang istri yang terkejut saat melihat rumah yang akan mereka tinggali.
"Selamat datang tuan muda dan nona muda. " sapa para pelayan di rumah tersebut.
Marvell tidak menyahuti ucapan mereka, sementara Ana membalas dengan tersenyum kepada mereka.
"Ayo Ana kita ke kamar twins dulu, kasian mereka sudah tertidur. " kata Marvell pada sang istri.
"Iya mas. " kata Ana pada sang suami.
Marvell pun mengajak Ana untuk masuk ke dalam lift, dia tidak mau kalau sampai sang istri kelelahan karena menaiki tangga. Saat sudah sampai, Ana kembali terpesona dengan kamar twins.
" An, sebaik nya tidur kan abang Vano nya di box biru. '' kata Marvell pada sang istri.
"Ah, iya mas. " kata Ana.
Ana langsung menidurkan baby vano, begitu juga dengan Marvell langsung menidurkan baby Viona di box bayi yang berwarna pink.
"Ana, sebaik nya kamu juga istirahat. " kata Marvell.
"Ayo ikut aku. " kata Marvell, yang langsung membuka pintu penghubung.
Saat pintu kamar itu terbuka, Ana kembali terkejut saat melihat kamar yang akan di tempati nya.
"Ayo masuk An. " kat kata Marvell pada sang istri.
"Kalau ada yang tidak kamu sukai, kamu bilang saja, biar nanti aku suruh orang untuk mengganti nya. " kata Marvell lagi.
" Ga usah mas, ini sudah bagus, Ana suka. " kata Ana pada sang suami.
"Ya sudah, bagus kalau kamu suka." kata Marvell.
"Lebih baik sekarang kamu istirahat dulu, sebelum twins terbangun, aku mau ke ruang kerja ku dulu."
kata Marvell pada sang istri.
"Iya mas. " kata Ana, yang langsung naik ke atas tempat tidur nya dan mulai memejam kan mata nya.
Sedangkan Marvell langsung berjalan ke ruang sebelah, di mana ruang kerja nya berada.
Mereka bertiga sedang berada di atas tempat tidur, dan terdengar suara tawa dari twins. Mendengar itu Marvell tersenyum, Marvell pun langsung mendekati mereka bertiga.
"Wah prince dan princess nya daddy lagi main sama mommy ya. " kata Marvell mengejut kan Ana.
"Mas kapan masuk? " tanya Ana pada sang suami.
"Barusan Ana. " kata Marvell
Akhirnya mereka pun bermain bersama, dan tak berselang lama pintu kamar Marvell pun di ketuk dari luar.
"Tok.... tok.... tok... maaf tuan muda, nona muda, makan siang nya sudah siap. " kata orang di balik pintu kamar Marvell.
"Iya bi Inah, sebentar lagi kami turun. " kata Marvell.
"Ayo Ana, kita turun sekarang. " kata Marvell pada sang istri.
"Iya mas. " kata Ana pada sang suami.
Marvell pun turun dengan menggendong ade Viona, sedangkan Ana menggendong abang Vano. Setelah mereka sampai di lantai bawah, Marvell langsung meminta tolong pada bi Inah untuk menjaga baby twins, tak lupa Marvell juga menyuruh bi Inah mengajak salah satu dari ART di sana untuk membantu nya menjaga twins.
Saat Marvell dan Ana sudah selesai makan siang, mereka langsung menghampiri twins yang berada di ruang keluarga.
"Terima kasih bi, kalian bisa istirahat sekarang. " kata Kevin kepada bi Inah dan rekan nya.
"Sama-sama tuan muda, kalau begitu kami permisi dulu. '' kata bi Inah.
Marvell dan Ana pun langsung mendekati baby twins, Marvell langsung menggendong abang Vano dan mengajak nya bercerita, dan terkadang terdengar tawa khas bayi.
Tiba-tiba saja ade viona menangis, padahal Viona sendiri sudah di gendong sang mommy.
" Kenapa ade nangis? " tanya Marvell pada sang istri.
"Engga tau, tiba-tiba saja ade nangis. " kata Ana pada sang suami.
"Abang bobo dulu ya. " kata Marvell pada Vano.
Marvell pun langsung menggendong Viona, dan setelah berada di pangkuan Marvell, Viona pun langsung berhenti menangis dan itu membuat Marvell tersenyum.
"Wah, ternyata princess daddy cemburu ya, kalau daddy menggendong abang. " kata Marvell pada sang putri.
Seolah mengerti, baby Viona tersenyum dan mengangkat tangan nya. Melihat itu, Marvell dan Ana pun ikut tersenyum.
Tak terasa hari sudah malam, setelah selesai makan malam, mereka pun langsung naik ke atas. Dan di sini lah mereka berada sekarang di kamar twins.
Saat ini Ana sedang memberikan ASI pada baby Viona, sementara baby Vano saat ini sedang berada di pangkuan Marvell. Setelah baby Viona kenyang dan tertidur, Ana pun langsung mengambil baby Vano untuk di berikan ASI, setelah baby Vano kenyang, baby Vano pun tertidur.
Ana dan Marvell pun langsung keluar dari kamar twins, menuju kamar mereka. Ana pun langsung pergi ke kamar mandi, tak lupa dia juga membawa baju ganti nya.
Sementara Marvell, dia pergi ke walk in closet. Marvell mengganti baju nya di sana. Ternyata Marvell dan Ana selesai secara bersamaan.
" Mas sudah ganti baju? " tanya Ana.
" Iya Ana. " jawab Marvell, yang langsung naik ke atas tempat tidur nya.
Sementara Ana masih diam mematung di tempat nya tadi.
"Ana kemari lah, sebaik nya kita istirahat sekarang, sebelum twins terbangun tengah malam nanti. " kata Marvell pada sang istri.
Tanpa menjawab Ana pun langsung berjalan dan naik ke atas tempat tidur dan langsung merebahkan tubuh nya.
"Selamat malam Ana. " kata Marvell.
"Selamat malam Mas. " balas Ana.
Dan akhirnya mereka berdua pun terlelap.
*****T.B.C*****