
Mendengar perkataan Vano, membuat pipi Ara berubah menjadi merah.
"Abang apaan sih. '' kata Ara pada Vano.
"Iya, maafin abang sayang. " kata Vano pada Ara.
Akhir nya mereka ber dua pun langsung masuk ke dalam kelas nya, dan ternyata Viona sudah berada di dalam kelas.
"Wah, abang Vano kalian,,,, " kata Viona pada Vano.
"Menurut mu. " kata Vano pada Viona.
"Wah, ini keren. " kata Viona.
"Selamat ya abang, kakak ipar. " kata Viona, tak lupa dia juga memeluk Vano dan Ara bergantian.
Tak berselang lama bel masuk pun berbunyi, mereka pun duduk di tempat nya masing-masing, mereka pun mengikuti pelajaran seperti biasa nya.
Sementara di kota lain, Clarisa saat ini sedang merencanakan sesuatu. Dia menatap foto Gavin, bergantian dengan foto Viona, dia langsung mencoret foto Viona.
"Jika aku tidak bisa mendapatkan Gavin, maka siapa pun tidak bisa, termasuk kamu Viona. " kata Clarisa pada foto Viona.
Setelah berbicara seperti itu, Clarisa pun langsung mengambil handphone nya dan menelpon seseorang.
Sedangkan di perusahaan Gavin, dia sedang bertemu dengan client dari Kanada, untuk membicarakan tentang kerja sama yang sudah mereka jalani selama satu tahun ini.
"Baik lah tuan Gavin, saya tunggu kedatangan anda di Kanada. " kata pemimpin perusahaan itu.
"Saya usaha kan tuan. " jawab Gavin.
Mereka pun langsung berjabat tangan, setelah itu mereka semua keluar dari ruang meeting. Begitu juga dengan Gavin, dia ikut berjalan untuk mengantarkan tamu nya.
Setelah tamu nya pergi, Gavin pun langsung berjalan menuju ke ruangan nya kembali. Setelah sampai Gavin langsung duduk di kursi kebesaran nya, dan melanjutkan pekerjaan nya.
Tak terasa jam makan siang pun tiba, tapi Gavin. asih saja sibuk dengan berkas nya.
"Drttttt,,,,, drttttt,,,,,, drttttt,,,,, " handphone Gavin berbunyi.
Gavin pun langsung mengambil handphone nya, dan saat dia melihat siapa yang menelpon dia pun tersenyum.
"Asalamualaikum." kata Gavin saat dia sudah mengangkat telpon nya.
"Walaikumsalam abang. " jawab Viona dari sebrang sana.
"Ada apa sayang? " tanya Gavin pada Viona.
"Ga ada apa-apa, hanya ingin mengingatkan abang ini sudah waktu nya makan siang. " kata Viona pada Gavin.
"Memang nya ini sudah jam berapa? " tanya Gavin pada Viona.
"Abang ini sudah jam dua belas. " kata Viona pada Gavin.
"Ya ampun, ternyata sudah jam segini. " kata Gavin.
"Apa abang begitu banyak kerjaan, sampai sudah waktu nya makan siang saja abang ga sadar. " kata Viona mengomel pada Gavin.
"Iya maaf sayang, kerjaan abang hari ini begitu banyak. '' kata Gavin pada Viona.
" Abang, walaupun kerjaan abang banyak, tapi abang jangan lupa untuk makan siang. " kata Viona terus mengomel pada Gavin.
"Iya sayang, abang tidak akan lupa lagi. " kata Gavin pada Viona.
"Abang selalu bilang begitu, tapi abang juga selalu lupa. " kata Viona.
"Iya sayang, abang minta maaf. " kata Gavin pada Viona.
Mereka pun melanjutkan obrolan nya, dengan Gavin yang berjalan menuju kantin perusahaan untuk membeli makan siang nya.
"Abang, aku tutup dulu ya, soal nya bel masuk nya sudah berbunyi. " kata Viona pada Gavin.
"Iya sayang, kamu belajar yang rajin ya. " kata Gavin pada Viona.
"Siap abang. " kata Viona pada Gavin.
"Asalamualaikum." kata nya lagi.
Dan sambungan telepon pun di putus oleh Viona, karena dia sudah harus mengikuti pelajaran lagi.
Gavin pun melanjut kan makan siang nya, yang dia bawa ke dalam ruangan nya. Tak terasa sore pun tiba, Gavin langsung mengambil jas yang ada di kursi nya dan mengambil nya.
Gavin keluar dari ruangan nya, dia langsung masuk menuju lift khusus, setelah sampai di lobby Gavin langsung berjalan keluar menuju tempat parkir di mana mobil nya berada.
Setelah dua puluh menit, akhir nya dia pun sampai di rumah.
"Asalamualaikum." kata Gavin saat dia masuk ke dalam rumah.
"Walaikumsalam." jawab semua orang yang ada di sana.
"Grenma, grenfa, oma, opah. " kata Gavin saat dia melihat semua orang yang ada di sana.
"Sore abang. " kata semua nya.
"Sore oma. " jawab Gavin, pada sang oma.
"Abang Gavin, sebaik nya sekarang abang mandi dulu, setelah itu abang kembali lagi kemari. " kata Marvell pada Gavin.
"Kita akan bahas tentang pernikahan abang dan Viona. " kata Marvell lagi.
"Baik dad. " kata Gavin pada Marvell.
Gavin pun langsung berjalan menuju lantai dua di mana kamar nya berada, dia langsung masuk ke dalam kamar nya, setelah itu dia langsung membersihkan diri nya.
Setelah selesai, Gavin langsung kembali turun dia langsung berjalan menuju ruang keluarga, di mana semua orang sudah berada di sana.
"Abang, apa benar yang kami semua dengar? " tanya grenfa.
"Kalau abang ingin menikah dengan Viona dalam waktu dekat ini? " tanya grenfa nya lagi.
"Iya grenfa, abang ingin menikah dengan Viona dalam waktu dekat ini. " kata Gavin pada sang grenfa.
"Kenapa abang ingin menikah dengan Viona dalam waktu dekat? " tanya grenfa.
Gavin pun menceritakan apa yang menjadi alasan nya untuk mempercepat pernikahan mereka.
"Inti nya sekarang, abang ingin menghalalkan Viona. " kata Gavin pada semua nya.
Mendengar perkataan Gavin, membuat semua orang yang berada di sana tersenyum senang dengan jawaban Gavin.
"Baik lah kalau begitu, pernikahan kalian akan di selenggarakan sebulan lagi. '' kata sang grenfa.
" Benar kah grenfa. " kata Gavin pada sang grenfa.
"Iya abang, apa kamu mau kalau kita membatalkan ijin abang untuk menikah dengan Viona. " kata sang grenfa.
"Jangan grenfa. " kata Gavin pada sang grenfa.
Gavin langsung bangun dan duduk di samping sang grenfa, kemudian memeluk nya. Melihat tingkah Gavin, semua orang yang berada di sana tertawa.
Mereka pun berbincang, tak terasa hari kian larut. Mereka pun langsung berjalan menuju ke kamar nya masing masing, termasuk ke dua orang tua Ana dan Marvell yang menginap di sana.
Saat waktu sudah menunjukkan pukul enam, mereka pun sudah berada di ruang makan untuk sarapan bersama. Setelah selesai, Gavin, Viona, Ara dan Vano pun berpamitan untuk ke sekolah.
"Semua nya, kami berangkat dulu. " kata Gavin, tak lupa dia juga mencium tangan semua orang yang berada di sana bergantian, begitu juga dengan Vano, Viona dan juga Ara.
"Kalian hati hati. " kata Ana, pada ke empat nya.
"Iya mommy. " jawab ke empat nya bersamaan.
"Asalamualaikum." kata mereka ber empat.
"Walaikumsalam." jawab semua orang yang berada di sana.
Akhir nya ke empat nya pun berangkat, dengan Vano dan Ara di satu mobil, Gavin dan Viona di satu mobil.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang sedang memata matai mereka.
*****T.B.C*****