
Tak berselang lama, keluarga besar Marvell dan Ana pun sudah tiba di rumah sakit. Karena setelah memberi pelajaran pada Tasya, Alex langsung memberi kabar pada Marvell.
"Abang Gavin di mana ka Vio? " tanya daddy Marvell pada sang menantu.
"Daddy,,,, Viona sedang di tangani dokter. " jawab Gavin pada daddy Marvell.
"Sebenar nya apa yang terjadi? " tanya daddy Marvell pada Gavin.
"Abang ga tau dad, karena saat abang keluar dari dalam lift, abang sudah melihat Viona yang terduduk dang meringis kesakitan. " kata Gavin pada daddy Marvell.
"Ka Ara bagaimana kejadian nya? " tanya mommy Ana pada Ara, yang saat ini masih berada di dalam dekapan mommy Ana.
Mendengar pertanyaan dari mommy Ana, Ara pun langsung mendongak menatap wajah mommy Ana.
"Kata kan saja sayang. " kata mommy Ana pada Ara, tak lupa mommy Ana juga mengusap pucum kepala Ara.
Ara pun langsung menceritakan semua nya, tak terasa air mata Ara pun menetes tanpa permisi.
"Tenang lah sayang, semua nya akan baik baik saja. " kata mommy Ana menenangkan Ara.
Tak berselang lama dokter pun keluar dari ruangan tersebut, semua keluarga langsung menghampiri sang dokter.
"Dokter, bagaimana keadaan istri saya? " tanya Gavin pada sang dokter.
"Maaf tuan muda, tapi kami harus mengatakan ini. " kata dokter itu dengan menghela napas panjang.
"Saat ini ke adaan nona muda tidak baik, dan satu hal lagi. " kata dokter tersebut.
"Apa dokter.? '' tanya Gavin pada sang dokter.
" Kami membutuhkan tanda tangan anda sebagai suami dari pasien. " kata sang dokter.
"Maksud dokter apa? " tanya mommy Ana yang tidak mengerti.
"Maksud nya, nona muda harus segera di oprasi untuk menyelamatkan nona muda dan bayi nya. " kata dokter menjelaskan.
" Dokter, tolong lakukan yang terbaik untuk istri dan anak ku, tolong selamatkan mereka berdua. " kata Gavin pada sang dokter.
"Kami akan berusaha tuan muda. " kaya kata dokter tersebut.
Seorang suster pun langsung berjalan menghampiri Gavin, dan dia memberikan surat persetujuan pada Gavin, dan Gavin pun langsung menandatangani nya.
Setelah mendapat persetujuan dari Gavin, dokter pun langsung masuk kembali untuk membawa Viona ke ruang oprasi. Saat mereka sedang menunggu di depan ruang oprasi, Vano pun langsung menghampirimu keluarga nya.
"Mom, dad. " kata Vano pada kedua orang tua nya.
" Abang Vano kapan datang? " tanya daddy Marvell pada sang putra.
"Abang baru saja sampai dad. " jawab Vano pada sang daddy.
"Bagaimana keadaan Viona dad? " tanya Vano pada sang daddy.
"Ka Vio masih di dalam bang. " kata daddy Marvell pada sang putra.
"Sebenar nya apa yang terjadi dad? " tanya Vano pada sang daddy.
Daddy Marvell pun langsung menceritakan apa yang tadi di ceritakan Ara, mendengar itu Vano pun mengepal kan tangan nya.
"Lalu bagaimana dengan wanita itu dad? " tanya Vano pada sang daddy.
"Abang tidak perlu khawatir, daddy sudah mengurus nya. " kata daddy Marvell pada sang putra.
"Di mana Ara sekarang dad? " tanya Vano pada sang daddy.
"Ara sedang makan malam, tadi mommy memaksa nya untuk membeli makanan, karena sejak tadi siang pasti Ara belum makan. " kata mommy Ana pada sang putra.
Tak berselang lama, orang yang sedang di bicarakan pun datang.
"Abang Vano ,,,,, " kata Ara saat dia melihat Vano.
Ara langsung menangis dalam dekapan Vano, sementara Vano mengusap punggung sang kekasih, untuk memberi kan nya ketenangan.
"Sudah, semuanya akan baik baik saja. " kata Vano pada Ara.
Mereka pun langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan, tak berselang lama dokter pun sudah keluar dari ruangan oprasi. Semua nya langsung berdiri, dan menghampiri sang dokter.
"Bagaimana dok? " tanya Gavin pada sang dokter.
"Alhamdulillah semua nya berjalan lancar, bunda dan baby boy nya selamat. " kata sang dokter pada semua nya.
"Alhamdulillah,,,,, " kata semua nya secara bersamaan.
"Hanya saja baby nya masih harus masuk inkubator. " kata dokter pada semua nya.
"Baik dok, lakukan saja yang terbaik dok. " kata daddy Marvell pada sang dokter.
*.
*.
*.
Tak terasa sudah satu bulan kelahiran baby boy, dan sekarang baby boy pun sudah mempunyai nama Narendra Pradipta Lubis, dan nama panggilan nya adalah baby Rendra.
Saat ini Viona dan Gavin masih tinggal bersama mommy Ana dan daddy Marvell, sementara Vano sudah kembali lagi ke luar negri.
"Wah, jagoan nya bunda sudah bangun. " kata Viona saat di menghampiri boks bayi milik putra nya.
Viona langsung menggendong sang putra, dan membawa nya ke atas tempat tidur milik nya.
" Ayah ayo bangun, masa kalah sama Rendra. " kata Viona pada sang suami.
"Coba lihat yah, baby Rendra saja sudah bangun. " kata Viona pada sang suami.
Mendengar perkataan sang istri Gavin pun langsung membuka mata nya, dan tersenyum saat melihat sang putra sudah berada di sebelah nya, dengan memain kan tangan nya.
"Wah jagoan ayah sudah bangun. " kata Gavin pada sang putra, tak lupa dia juga memberikan ciuman di pipi sang putra.
"Dad, titip Rendra ya, bunda mau bantuin mommy dan ka Ara, pasti lagi masak buat sarapan. " kata Viona pada sang suami.
"Iya bun. " jawab Gavin pada sang istri.
Viona pun langsung berjalan keluar dari kamar nya, Viona turun menuju lantai bawah. Saat Viona sudah sampai, dia langsung berjalan menuju dapur, dan ternyata mommy dan Ara sudah berada di sana.
"Selamat pagi mom, kakak ipar. " kata Viona pada mommy Ana dan Ara.
"Pagi,,,, " jawab ke dua nya secara bersamaan.
"Ka Vio kenapa turun, apa baby Rendra masih tidur? " tanya mommy Ana pada sang putri.
"Baby Rendra sudah bangun mom, lagi main sama ayah nya. " jawab Viona pada sang mommy.
" Oh gitu. " kata mommy Ana pada sang putri.
Mereka pun melanjutkan membuat sarapan untuk semua nya, setelah mereka semua selesai, mereka pun langsung menata nya di atas meja makan. Setelah selesai, mereka langsung berjalan menuju ke kamar nya masing masing untuk segera membersihkan badan nya, yang sudah terasa berkeringat.
Setelah mereka semua nya sudah selesai dan berpakaian rapih, mereka pun langsung turun dan berjalan menuju ruang makan. Tak lupa Gavin juga menggendong baby Rendra, setelah sampai Gavin menaruh baby Rendra di box yang ada di ruang keluarga.
"Bi sumi, tolong titip Rendra dulu sebentar. " kata Viona pada bi Sumi.
"Baik non. " jawab bi Sumi pada Viona.
Mereka pun melanjutkan sarapan nya bersama, hanya saja terasa kurang lengkap karena tidak ada Vano.
****** The end ******