My Baby'S

My Baby'S
part 25.



Tak terasa sudah satu minggu Viona menjalani terapi, dan saat ini dia sudah mulai bisa berjalan lagi.


"Mas, aku sudah bisa jalan lagi sekarang. " kata Viona pada sang suami.


"Iya sayang, alhamdulillah sekarang kamu sudah bisa jalan lagi. '' kata Gavin pada sang istri, tak lupa dia juga memeluk sang istri dan mencium pucuk kepala sang istri.


" Baik lah lebih baik sekarang kita pulang, semua nya pasti sudah menunggu. " kata Gavin pada sang istri.


"Iya mas, ayo kita pulang sekarang. " kata Viona pada sang suami.


"Tapi sayang, kamu mau jalan atau masih mau pakai kursi roda? " tanya Gavin pada sang istri.


"Jalan saja mas. " kata Viona pada sang suami.


"Ya sudah ayo kita pulang. " kata Gavin pada sang istri, yang hanya di jawab anggukan kepala.


"Sini aku bantu sayang. " kata Gavin pada sang istri, tak lupa dia juga menggembirakan tangan sang istri.


Gavin pun langsung membantu sang istri untuk berjalan, dan membawa nya masuk ke dalam mobil Gavin.


Tak berselang lama mereka ber dua pun sampai di halaman rumah, sama hal nya dengan tadi Gavin membantu Viona untuk berjalan.


"Ayo sayang. " kata Gavin pada Viona, tak lupa dia juga menuntun tangan sang istri.


"Terima kasih mas. " kata Viona pada sang suami, tak lupa dengan senyum manis nya.


"Sama sama sayang, ayo kita masuk. " kata Gavin pada sang istri.


Akhir nya mereka berdua pun masuk ke dalam rumah, dengan Gavin yang menggandeng tangan Viona.


"Selamat siang semua nya. " kata mereka berdua bersamaan.


"Siang sayang, kalian baru pulang? " tanya Ana pada Gavin dan juga Viona.


"Iya mom. " jawab kedua nya bersamaan.


"Ka Viona, kaki kaka,,,,, " kata Ana yang bisa melanjut kan kata kata nya.


"Alhamdulillah mom, kaki kaka sudah bisa berjalan lagi sekarang. " kata Viona pada sang mommy.


Ana pun langsung berjalan menghampiri sang putri dan langsung memeluk nya, tak lupa dia juga mencium pucuk kepala sang putri.


" Mommy senang sayang, akhir nya kamu sudah bisa berjalan lagi. " kata Ana pada sang putri.


"Iya mom, tapi kata dokter jangan terlalu di paksa, harus perlahan. " kata Viona pada sang mommy.


"Iya sayang. " kata Ana pada sang putri.


"Sekarang kamu duduk, jangan terlalu lama berdiri. " lanjut nya lagi.


"Iya mommy. " kata Viona pada sang mommy.


Ana pun langsung membantu sang putri untuk duduk di kursi, setelah nya dia pun ikut duduk di samping sang putri.


"Ka Viona sekarang sudah sembuh ya? " tanya Alice pada kaka perempuan nya itu.


"Alhamdulillah udah de. " kata Viona pada sang adik.


"Berarti nanti ka Vio bisa main lagi dan jalan jalan lagi sama ade kan? " tanya adik nya itu.


"Tentu saja sayang. " kata Viona pada sang adik.


"Horeee,,,,,, " sorak Alice dengan senang.


Melihat Alice yang senang, membuat semua orang yang berada di sana tersenyum.


"Mommy, daddy kemana, kenapa kaka tidak melihat daddy dari tadi? " tanya Viona pada sang mommy.


"Memang nya ada apa mom? " tanya Viona pada sang mommy.


"Mommy juga ga tau ka. " jawab Ana pada sang putri.


Dan mereka pun melanjutkan obrolan nya, tak berselang lama terdengar suara mobil dari luar, Ana yang sudah hapal dengan suara mobil sang suami pun langsung berjalan ke luar.


Saat Marvell turun dari mobil, dia tersenyum melihat sang istri yang sudah menunggu nya dengan senyuman manis nya.


"Ayo masuk mom. " kata Marvell pada sang istri, tak lupa dia juga merangkul pinggang sang istri, yang masih ramping, walau sudah memiliki tiga orang anak.


Mereka ber dua pun langsung masuk menuju ruang keluarga, setelah sampai mereka langsung duduk berdampingan.


"Bagaimana terapi nya ka? " tanya Marvell pada sang putri.


"Alhamdulillah lancar daddy, bahkan sekarang kaka sudah bisa berjalan. " kata Viona pada sang daddy.


"Alhamdulillah ka, daddy senang dengar nya. " kata Marvell pada Viona.


Mereka pun melanjutkan obrolan santai mereka, sampai tak terasa hari sudah semakin sore, mereka semua nya memutuskan untuk membersihkan diri mereka.


Mereka langsung berjalan menuju kamar mereka masing masing.Mereka semua tidak langsung keluar dari kamar, saat jam sudah menunjukkan hampir jam enam, mereka semua langsung turun dan berjalan menuju mushola yang sengaja Marvell buat di sana.


Mereka semua nya langsung melaksanakan kewajiban mereka sebagai seorang muslim, setelah mereka selesai, mereka melanjutkan dengan mengaji sampai waktu isya tiba.


Setelah mereka sudah selesai melakukan kewajiban nya, mereka pun langsung berjalan menuju ruang makan, untuk melaksanakan makan malam bersama.


"Wah, ini semua nya makanan ke sukaan kaka. " kata Viona yang senang melihat banyak makanan kesukaan nya.


"Ka Vio, mommy juga memasak makanan ke sukaan ade juga. " kata Alice pada sang kaka.


"Iya sayang, mommy masak makanan ke sukaan kalian semua nya. " kata Ana pada putri bungsu nya itu, tak lupa dia juga mengusap sayang kepala sang putri.


"Sayang mommy. " kata Alice pada sang mommy, tak lupa dia juga langsung berdiri dan memeluk sang mommy, dan memberi nya banyak kecupan.


"Iya mommy juga sayang ade. " kata Ana pada putri bungsu nya.


"Jadi mommy hanya sayang sama ade saja? " tanya Viona dengan mengerucutkan bibir nya.


"Mommy sayang kalian semua nya. " kata Ana pada semua nya.


"Kami juga sayang mommy. " kata semua nya bersamaan.


"Sudah, kita lanjut kan dulu makan malam nya, setelah itu baru lanjut lagi mengobrol nya. " kata Marvell pada semua nya.


"Siap daddy. " kata semua yang ada di sana kecuali Ana.


Marvell dan Ana pun hanya menggeleng kan kepala mereka, melihat tingkah anak anak nya. Mereka semua akhir nya melanjut kan makan malam mereka, setelah mereka selesai mereka semua langsung berjalan menuju ruang keluarga, untuk menonton televisi dan berbincang ringan.


Mereka pun memulai obrol ringan, sampai Viona teringat kalau sang grenfa meminta daddy nya untuk bertemu, dan itu membuat Viona penasaran dan langsung menanyakan nya pada sang daddy.


"Daddy, sebenar nya kenapa grenfa menyuruh daddy ke sana tadi? " tanya Viona yang penasaran.


"Membahas tentang orang yang membuat kaka kecelakaan. " kata Marvell pada semua nya.


"Maksud nya grenfa sudah tau siapa pelaku nya daddy? " tanya Vano pada sang daddy.


" Iya, anak buah grenfa sudah menemukan siapa dalang nya. " kata Marvell, dan itu berhasil mengejutkan semua orang yang berada di sana.


"Siapa orang nya daddy. " kata mereka semua bersamaan, kecuali Alice.


" Clarissa,,,, " kata Marvell pada semua nya.


***** T . B . C ****