My Baby'S

My Baby'S
Episode 26.



Saat ini Marvell Dan keluarga kecil nya sedang berada di dalam mobil, dengan supir yang tadi mengantar kan Ana ke perusahaan.


" Mom, bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu sebentar. " kata Marvell pada sang istri.


"Apa mas ga cape, kalau harus jalan-jalan dulu. " kata Ana yang takut kalau suami nya itu kelelahan.


"Tidak apa-apa mom. " kata Marvell pada sang istri.


"Pa kita mampir ke mall xxxxx dulu ya. " kata Marvell pada sang supir.


Tak berselang lama akhir nya mereka pun sampai di mall xxxxx, Marvell dan Ana pun turun dari mobil, sedangkan supir langsung menurunkan stroller dari bagasi mobil.


"Tuan muda, nona muda, ini stroller nya. " kata sang supir.


"Oh iya terima kasih pak. " kata Ana.


"Sama-sama." kata sang supir.


"Ayo mom kita masuk. " kata Marvell yang langsung mendorong stroller twins.


"Ayo dad. " kata Ana pada sang suami.


Mereka pun langsung masuk ke dalam mall tersebut, Ana merangkul tangan Marvell, mendapatkan perlakuan seperti itu Marvell pun tersenyum.


Mereka sudah menjadi pusat perhatian saat mereka masih di parkiran tadi,banyak yang memuji mereka sebagai pasangan yang serasi.


Saat mereka melewati salah satu toko mainan, baby Viona pun menangis dan menunjuk nya.


"Ade kenapa? " tanya Marvell pada sang putri.


Baby Viona pun terus menunjuk pada toko mainan.


"Ade mau kesana buat beli mainan ya. " kata Marvell.


"Ya sudah, ayo kita kesana princess. " kata Marvell lagi.


Pada saat Marvell akan berjalan menuju toko mainan yang di inginkan putri nya tiba-tiba saja handphone nya berbunyi.


Drtttttt......


Drttttttt.....


Drttttttt......


"Mom, masuk duluan saja ya, daddy mau mengangkat telpon dulu. " kata Marvell pada sang istri.


"Iya dad. " kata Ana pada sang suami.


Marvell pun berjalan menjauhi anak dan istri nya, sedangkan Ana membawa twins masuk ke dalam toko mainan tersebut.


Saat sudah berada di dalam toko tesebut, baby Viona menunjuk mainan yang di ingin kan nya.


Sebelum Ana mengambil mainan yang di ingin kan sang putri Ana pun melihat terlebih dahulu harga nya.


"Ya ampun, ini harga nya sangat mahal. " kata Ana lirih, namun masih terdengar di salah satu pelayan toko tersebut.


Pelayan yang tadi ingin menghampiri nya pun, langsung berbalik menjauhi nya.


"Nia kamu layani wanita itu. " kata Sisika.


"Tapi ka, aku kan lagi melayani pembeli. " jawab Nia.


" Biar aku yang melayani nona ini. " kata Siska.


Nia pun langsung mengikuti apa yang di kata kan Siska.


"Selamat siang nona, ada yang bisa saya bantu? " tanya Nia yang sekarang sudah ada di samping Ana.


"Ah iya maaf mbak, saya mau lihat yang ini apa boleh?" tanya Ana pada Nia.


"Putri saya seperti nya sangat menyukai nya. " kata Ana lagi.


"Tentu saja nona. " kata Nia ramah, dan langsung mengambil kan dan memberi kan nya pada Ana.


"Terima kasih. " kata Ana pada Nia, dan hanya di balas Nia dengan senyuman.


"Apa ade suka dengan mainan yang ini. " baby Viona pun mengulurkan tangan nya, dan tersenyum senang.


Ana yang mengerti pun langsung memberikan nya pada sang putri. Saat Viona sedang memainkan mainan nya, tiba-tiba saja mainan nya terjatuh dari tangan nya, dan itu membuat baby Viona pun merengek.


Siska yang melihat itu langsung menghampiri nya, dan langsung memarahi Ana. Baby Viona pun langsung menangis, karena mendengar Siska yang meninggikan suara nya.


" Apa kau tau berapa harga mainan itu, apa kau mampu membeli nya. " kata Siska dengan nada tinggi nya.


" Ka Siska, jangan berteriak kasian anak nya menjadi menangis. '' kata Nia, pada Siska.


Mendengar baby Viona menangis, baby Vano pun ikut menangis. Ana pun menjadi bingung karena sang putri masih belum berhenti menangis, baby Viona malah semakin kencang menangis.


Sementara Siska masih saja bicara dengan nada tinggi pada Ana, sementara Nia langsung membantu Ana dengan menggendong baby Vano untuk menenangkan nya.


Dari kejauhan Marvell melihat sang istri dan kedua anak nya menangis pun langsung menutup telpon nya, saat Marvell masuk dia melihat dan mendengar salah satu pelayan di sana membentak istri nya.


Marvell yakin karena nada suara pelayan itu yang tinggi, maka kedua anak nya menjadi menangis.


Marvell juga melihat ada satu pelayan yang membela sang istri, dan berusaha menenangkan salah satu anak nya.


"Ada apa ini? " tanya Marvell saat dia sudah sampai pada sang istri.


Siska yang tau siapa yang menghampiri nya pun menunduk hormat.


"Tuan muda Marvell. " kata Siska.


"Aku tanya ada apa? " tanya Marvell.


Dan Siska pun menceritakan apa yang terjadi, sehingga dia memarahi Ana yang tak lain adalah istri dari Marvell Pradipta.


Mendengar sang istri di marahi, membuat rahang Marvell pun mengeras. Saat Marvell akan memarahi Siska, tiba-tiba saja baby Viona melihat Marvell pun langsung memanggil nya.


"Da...d... da.. d.... da... d.... " panggil baby Viona sambil sesegukan.


"Ade kenapa nangis, sini biar daddy yang gendong. " kata Marvell


Perkataan Marvell membuat Siska terkejut, dan Siska pun langsung ketakutan.


"Panggil kan manager di sini. " kata Marvell penuh penekanan.


Salah satu pelayan pun memanggil manager di toko tersebut, saat manager toko datang dia pun langsung memberi hormat pada Marvell, karena Marvell lah yang mempunyai mall tersebut.


"Tuan muda, senang sekali tuan muda bisa mampir ke toko kecil kami. " kata sang manager.


"Tapi sayang nya aku tidak merasa senang. " kata Marvell menatap tajam sang manager.


"Maksud tuan muda? " tanya manager tersebut.


"Kau tanya saja pada pelayan mu itu. " kata Marvell menunjuk Siska.


"Siska, apa yang sudah kamu lakukan? " tanya manager tersebut, namun Siska hanya diam saja.


"Siska, jawab. " tanya manager itu lagi.


"Nia, coba kamu jelaskan apa yang terjadi. " kata manager itu pada Nia.


Dan Nia pun menjelaskan apa yang terjadi tadi pada sang manager, mendengar itu manager itu pun marah pada Siska dan langsung memecat nya.


"Pak saya mohon jangan pecat saya " kata Siska pada manager tersebut.


"Jangan memohon pada ku, sebaik nya kamu minta maaf pada istri tuan muda Marvell. " kata manager tersebut.


"Nona muda saya mohon jangan pecat saya. " kata Siska pada Ana.


"Kau dengar, setelah kau keluar dari sini, akan aku pastikan tidak akan ada seorang pun yang menerima mu. " kata Marvell dingin.


"Nona muda, saya mohon. " kata Siska yang sudah menangis dan Siska juga berlutut pada Ana.


Ana yang tidak tega melihat itu pun langsung menyuruh Siska untuk bangun.


"Pak tolong jangan pecat dia, saya sudah memaafkan nya. " kata Ana pada manager tersebut.


"Mom... " kata Marvell pada sang istri.


"Dad, aku mohon setidak nya berikan dia kesempatan ke dua. " kata Ana.


Marvell pun hanya menganggukkan Kepala nya menyetujui ke inginan sang istri.


"Terima kasih nona muda. " kata Siska.


"Kau, naikan gajih pelayan itu. " tunjuk Marvell pada Nia.


" Baik tuan muda. " kata manager tersebut.


"Terima kasih tuan muda, nona muda. " kata Nia, dan Ana pun tersenyum.


Dan akhir nya keluarga kecil Marvell pun melanjut kan acara jalan-jalan nya.


*****T.B.C*****