
Tak terasa hari sudah menjelang siang, Vano, Viona dan Ara pun sudah bersiap untuk pulang. Setelah menempuh perjalanan dua puluh menit, akhir nya mereka bertiga pun sampai di rumah.
"Asalamualaikum." kata ketiga nya, saat mereka ber tiga memasuki rumah.
"Walaikumsalam." kata Ana dari arah dapur.
Mereka bertiga pun langsung berjalan menuju dapur, setelah mereka bertiga sampai dapur, mereka pun mencium tangan Ana secara bergantian.
"Kalian baru sampai? " tanya Ana pada ke tiga nya.
"Iya mom. " jawab ketiga nya bersamaan.
" Ya sudah, sebaik nya kalian mandi dulu, setelah itu istirahat. " kata Ana pada ketiga nya.
"Kalian pasti capek. " kata Ana lagi.
"Siap mom. " jawab ke tiga nya.
Mereka ber tiga pun langsung ber jalan menuju ke kamar nya masing masing, setelah nya mereka langsung membersih kan diri nya.
Tak terasa sore pun tiba, mereka semua nya langsung turun ke bawah. Saat mereka semua nya sedang berada di ruang keluarga, terdengar suara yang mengucap kan salam.
"Asalamualaikum." kata Marvell dan Gavin secara bersamaan.
"Walaikumsalam." jawab semua orang yang berada di ruang keluarga.
Mereka pun langsung berdiri, dan mencium tangan Marvell dan Gavin secara bergantian, tak lupa Gavin pun mencium tangan Ana.
"Kalian sedang apa? " tanya Marvell pada semua nya.
" Tentu saja sedang menunggu daddy dan mas Gavin. " kata Viona pada daddy nya, tak lupa saat ini dia sudah bergelayut manja di tangan sang suami.
"Ya sudah sebaik nya daddy dan abang Gavin mandi dulu. " kata Ana pada suami dan menantu nya.
"Ya sudah, ayo mom kita ke kamar. " kata Marvell pada sang istri.
"Mas, ayo kita juga ke kamar. " kata Viona pada sang suami.
"Ya ampun kalian ini. " kata Vano.
"Kenapa bang? " tanya Marvell pada sang putra.
"Daddy, sama Viona menyebalkan. " kata Vano mendengus kesal.
" Memang nya kami kenapa? " tanya Marvell pada putra nya itu.
"Daddy ngajak mommy ke kamar, Viona juga ngajak abang Gavin ke kamar, terus abang ngajak siapa? " tanya Vano pada sang daddy.
"Abang Vano yang sabar ya. " kata Viona meledek kembaran nya itu.
"Wah, kamu menyebal kan. " kata Vano pada sang adik.
"Ara sayang, kita juga ke kamar yu. " kata Vano pada sang kekasih.
"Abang Vano. " teriak Marvell dan Ana bersamaan.
"Mom, sama dad kenapa sih teriak. " kata Vano p ada ke dua orang tua nya.
"Apa maksud abang Vano mengajak Ara ke kamar? " tanya Ana pada sang putra.
"Memang nya salah abang mengajak Ara ke kamar? " bukan nya menjawab, Vano malah balik bertanya.
"Ngapain abang Vano ngajak Ara ke kamar abang? " tanya Ana pada sang putra.
"Siapa juga yang ngajak Ara ke kamar abang? " tanya Vano pada sang mommy.
"Tadi abang ngajak Ara ke kamar. " kata Ana pada sang putra.
"Maksud abang ke kamar masing masing mom. " kata Vano pada sang mommy.
'' Oh di kirain abang ngajak Ara ke kamar abang. " kata Ana pada sang putra.
"Memang nya boleh mom, abang ajak Ara ke kamar abang? " tanya Vano pada sang mommy.
"Boleh bang. " kata Marvell pada sang putri.
" Benar kah dad . " kata Vano pada sang daddy.
"Iya tentu saja, tapi setelah kalian menikah." kata Marvell pada sang putra.
" Kalau begitu ayo nikah kan abang dengan Ara sekarang juga. " kata Vano pada sang daddy.
"Setelah abang bekerja. " kata Marvell pada sang putra.
Senyuman Vano pun langsung hilang begitu saja.
" Tidak bisa, Ara mau di kasih nafkah dari mana? " tanya Marvell pada sang putra.
"Abang kan bisa kuliah sambil kerja. '' kata Vano pada sang daddy.
" Sudah mengobrol nya di lanjut nanti saja, sebaik nya sekarang daddy dan abang Gavin mandi dulu." kata Ana pada sang suami dan menantu nya itu.
"Baik mom. " kata Marvell pada sang istri.
Marvell pun langsung berjalan menuju lantai dua di mana kamar nya berada, dan tentu saja bersama dengan sang istri tercinta. Begitu juga dengan Gavin yang membawa sang istri menuju kamar mereka.
Sementara Vano dan Ara duduk di ruang keluarga, sementara si bungsu sedang berada di rumah sang omah dan opah nya.
" Sayang, kamu mau kan nungguin abang sampai abang lulus kuliah dan sukses? " tanya Vano pada sang kekasih.
"Iya bang, Ara akan selalu nungguin abang. " kata Ara pada kekasih nya itu.
"Terima kasih sayang. " kata Vano pada sang kekasih.
Mereka pun melanjutkan obrolan nya dengan Vano yang sudah merebahkan kepala nya di paha sang kekasih, sedang kan Ara mengusap kepala Vano dengan lembut.
Sementara di dalam kamar Marvell dan Ana, mereka sedang membahas tentang Vano dan Ara.
"Daddy apa serius dengan yang daddy katkan tadi? " tanya Ana pada sang suami.
"Yang mana mom? " tanya balik Marvell pada sang istri.
"Kalau abang Vano boleh menikahi Ara setelah abang lulus kuliah dan bekerja. " kata Ana pada sang suami.
"Kita lihat saja nanti mom. " kata Marvell pada sang istri.
"Ya sudah daddy mandi dulu ya mom. " kata Marvell pada sang istri.
"Iya dad. " kata Ana pada sang suami.
Marvell pun langsung berjalan menuju kamar mandi, sedang kan Ana langsung berjalan ke arah lemari untuk mengambil baju untuk sang suami.
Tak beda jauh di kamar Viona juga sedang membantu sang suami membuka kemeja nya.
"Terima kasih sayang. " kata Gavin pada sang istri.
"Sama sama mas. " kata Viona pada sang suami.
"Apa mau sekalian membantu mas untuk mandi. " kata Gavin menggoda sang istri.
"Mas apaan sih, lagian aku sudah mandi tadi. " kata Viona pada sang suami.
"Iya sayang mas cuma bercanda. " kata Gavin yang langsung menarik pinggang sang istri.
"Lepas mas ah. " kata Viona pada sang suami.
"Baik lah sayang. " kata Gavin pada sang istri, tapi sebelum dia melepaskan pelukan nya, Gavin langsung mencium bibir sang istri.
" Manis. " kata Gavin pada sang istri.
"Mas ih. " kata Viona pada sang suami.
"Haa,,,,, ha,,,,, ha,,,,, kamu lucu sayang. " kata Gavin pada sang istri.
"Udah sana ah mandi dulu. " kata Viona pada sang suami.
"Iya sayang. " kata Gavin pada sang istri.
Gavin pun langsung melepaskan pelukan nya, dan langsung berjalan ke kamar mandi. Sementara Viona langsung berjalan menuju ke arah lemari untuk mengambil baju untuk sang suami.
Tak berselang lama Gavin pun sudah selesai membersihkan diri nya, Gavin tersenyum melihat sang istri yang sedang menatap ke luar jendela.
Gavin langsung berjalan ke arah sang istri dia langsung memeluk sang istri dari dari belakang.
"Sedang apa? " tanya Gavin pada sang istri.
"Ya ampun mas ngagetin ih. " kata Viona pada sang suami.
"Maaf sayang, abis kamu nya melamun sampai aku keluar dari kamar mandi saja kamu tidak sadar. " kata Gavin pada sang istri.
"Maaf mas, ya sudah mas pakai baju dulu sana. " kata Viona pada sang suami.
"Iya sayang. " kata Gavin pada sang istri.
Gavin pun langsung memakai baju yang sudah di siapkan sang istri.
***** T. B. C *****