
Tak terasa usia ke hamilan Viona pun sudah memasuki usia tujuh bulan, perut Viona pun sudah terlihat besar, saat ini keluarga besari nya sedang mengadakan acara tujuh bulanan.
"Sayang, kamu sudah siap? " tanya Gavin pada sang istri.
"Sudah mas. " jawab Viona pada sang suami.
Mereka ber dua pun langsung berjalan turun, menuju lantai bawah, di mana semua nya sudah berada di lantai bawah.
"Ka Vio, duduk di sini. " kata mommy Ana pada sang putri.
"Iya mom. " jawab Viona.
Viona langsung duduk di samping sang mommy, dan acara pun sudah di mulai. Acara pun sudah selesai sampai jam dua belas siang, setelah mereka melaksanakan kewajiban nya sebagai muslim, mereka semua nya pun memutuskan untuk beristirahat.
Tak terasa hari sudah sore, mommy Ana dan Ara sedang masak di dapur untuk makan malam nanti.
"Selamat sore mom, kaka ipar. " kata Viona pada mommy Ana dan Ara.
"Sore ka, kenapa sudah turun. " kata mommy Ana pada sang putri.
" Iya mom, kaka bosen kalau di kamar terus. " kata Viona pada sang mommy.
"Ya sudah sebaik nya ka Vio duduk di sana saja. " kata mommy Ana pada sang putri.
"Tapi kaka mau ngambil buah buahan mom. " kata Viona pada sang mommy.
"Kaka lagi mau makan buah mom. " kata Viona lagi.
"Ya sudah kaka duduk saja di situ, biar mommy yang kupas buah buahan nya. " kata mommy Ana pada sang putri.
Mau tak mau Viona pun duduk di kursi yang ada di dekat sana, walaupun sebenar nya Viona sangat ingin membantu mereka ber dua.
"Ini ka buah nya. " kata mommy Ana pada sang putri.
"Terima kasih mom. " kata Viona pada sang mommy.
"Sama sama sayang. " kata mommy Ana pada sang putri.
Mommy Ana pun langsung melanjutkan kembali acara memasak nya, terkadang Viona pun ikut mengobrol dengan mommy Ana dan Ara.
Tak terasa makanan yang mereka buat pun sudah selesai, mereka ber dua langsung menyiapkan makanan nya di atas meja makan.
"Kalian sedang apa? " tanya daddy Marvell pada ke tiga orang yang berada di ruang makan.
"Kita baru selesai masak buat makan malam dad." kata mommy Ana pada sang suami.
"Ka Vio juga ikut masak? " tanya daddy Marvell pada sang putri.
"Engga dad, ka Vio cuma liatin mommy dan ka Ara yang lagi masak. " jawab Viona pada sang daddy.
"Mereka ber dua ga ngebolehin ka Vio buat bantuin. " lanjut nya lagi tak lupa dengan bibir nya yang mengerucut.
"Sayang, mommy hanya ga mau kalau kamu nanti nya akan kecapean. " kata daddy Marvell pada sang putri, tak lupa dia juga mengusap kepala sang putri.
"Bukan nya tadi ka Vio sudah mendadak kan acara tujuh bulan nan, pasti kamu cape. " kata mommy Ana pada sang putri.
"Iya sayang, kami hanya khawatir kalau kamu nanti nya kecapean. " kata Gavin pada sang istri.
"Iya mas. " kata Viona pada sang suami.
"Ya sudah, sebentar lagi waktu nya sholat maghrib, sebaik nya sekarang kita bersisp siap. " kata daddy Marvell pada semua nya.
"Iya dad. " jawab semua nya.
Dan mereka pun langsung berjalan menuju kamar nya masing masing, untuk membersihkan diri nya. Setelah selesai, mereka pun langsung berjalan menuju mushola yang berada di sana.
Seperti biasa, setelah mereka selesai dengan sholat magrib, mereka semua nya akan mengaji sampai waktu nya sholat isya. Setelah mereka selesai sholat isya, mereka semua nya langsung berjalan menuju ruang makan untuk makan malam.
Setelah mereka selesai makan malam, mereka pun saat ini sedang berada di ruang tamu. Mereka pun mengobrol ringan, mereka mengobrol kan tentang apa saja.
"Mungkin setelah selesai kuliah mom, dan itu masih dua tahun lagi. " kata daddy Marvell pada mommy Ana.
"Ternyata masih lama. " kata mommy Ana pada sang daddy, mommy Ana sudah sangat merindukan sang putra.
"Sabar mom. " kata daddy Marvell pada Viona.
Tak terasa waktu pun semakin larut, mereka pun memutus kan untuk segera beristirahat, setelah seharian tadi ada acara tujuh bulanan Viona di rumah. Saat Viona akan tidur, handphone nya berbunyi, Viona langsung mengambil, dan mengangkat telpon nya setelah tau siapa yang menelpon nya.
"Asalamualaikum bang. " kata Ara saat sambungan telepon ter sambung.
"Walaikumsalam sayang. " jawab Vano pada sang kekasih.
"Lagi apa yang? " tanya Vano pada sang kekasih.
"Baru mau tidur bang. " jawab Ara pada sang kekasih.
Dan mereka berdua pun melanjutkan obrolan nya, sampai mereka berdua tertidur. Saat Ara terbangun dari tidur nya, dia tersenyum karena wajah Vano yang sedang tertidur yang pertama kali dia lihat.
Ara pun langsung berjalan menuju kamar mandi, dia akan memaksa sholat subuh. Saat Ara sedang sholat subuh, Vano pun mulai mengerjapkan mata nya, dia tersenyum saat melihat Ara sedang melaksanakan sholat subuh.
Setelah Ara selesai, dia pun langsung berjalan kembali menuju tempat tidur nya.
"Abang sejak kapan bangun? " tanya Ara pada Vano.
"Sejak tadi kamu masih sholat yang. " kata Vano pada sang kekasih.
" Bang, Ara mau bantuin mommy buat sarapan ya." kata Ara pada Vano.
"Iya sayang, asalamualaikum. " kata Vano pada Ara
"Walaikumsalam bang. " kata Ara pada Vano.
Vano pun langsung memutuskan sambungan telpon nya, setelah Ara menjawab salam nya.
Setelah sambungan telepon terputus, Ara pun langsung berjalan keluar dari kamar nya, dia langsung berjalan menuju arah dapur, dan ternyata mommy Ana sudah berada di sana.
"Selamat pagi mom. " sapa Ara pada mommy Ana.
"Pagi ka Ara. " jawab mommy Ana pada Ara.
" Mommy sudah dari tadi di dapur? " tanya Ara pada mommy.
"Tidak sayang, mommy juga baru kemari. " kata mommy Ana pada Ara.
Dan mereka berdua pun melanjutkan acara membuat sarapan pagi, terkadang terdengar obrolan dan tawa dari mommy Ana dan Ara.
Setelah sarapan pagi selesai di buat, mommy Ana dan Ara pun berjalan menuju kamar nya masing masing untuk mandi.
Setelah selesai, mereka semua nya turun untuk sarapan bersama.
"Selamat pagi semua nya. " sapa Viona yang baru saja bergabung.
"Pagi juga ka Vio. " jawab semua nya yang ada di ruang makan.
"Ka Vio, ponakan Alice lama banget si lahir nya. " kata Alice pada sang kaka.
"Ya ampun deh, baru juga tujuh bulan. " kata Viona pada sang adik.
"Sabar ya ade, kita tunggu dua bulan lagi, ponakan ade lahir. " kata mommy Ana pada putri bungsu nya.
" Iya mommy. " jawab Alice pada mommy Ana.
Dan mereka semua nya pun melanjutkan kembali sarapan pagi mereka, setelah selasai, mereka pun langsung melakukan aktivitas nya masing masing.
***** T. B. C *****