My Baby'S

My Baby'S
Part 15.



Mendengar pertanyaan Ana, Ara pun langsung menatap wajah Ana, setelah itu Ara langsung menunduk kan wajah nya kembali.


Tanpa terasa air mata Ara pun menetes, Ana yang mengerti pun langsung mendekat dan menarik Ara dalam pelukan nya. Ana pun langsung mengusap punggung Ara, dan Ara pun mulai terisak di dalam pelukan Ana.


Setelah Ara mulai sedikit tenang, Ana pun melepaskan pelukan nya, Ana langsung menangkup wajah Ara.


"Ara lihat mommy. " kata Ana pada Ara.


"Apa Ara menyukai abang Vano, putra mommy? " tanya Ana pada Ara.


"Mommy ingin Ara jujur. " kata Ana pada Ara.


"Jadi, apa Ara menyukai abang Vano? " tanya Ana lagi pada Ara, dan hanya di jawab anggukan kepala oleh Ara.


Ara masih terdiam, dia belum mau menjawab pertanyaan Ana, karena Ara merasa takut kalau Ana tidak akan menyukai nya.


"Apa Ara tidak menganggap mommy seperti ibu Ara sendiri? " tanya Ana pada Ara, dan di jawab dengan gelengngan kepala.


"Jadi, apa jawaban Ara? " tanya Ana pada Ara.


"Maaf mommy. " kata Ara dengan menunduk kan kepala nya.


"Kenapa Ara minta maaf sama mommy? " tanya Ana pada Ara.


"Karena Ara sudah berani menyukai abang Vano. " kata Ara, dan jawaban Ara membuat Ana menarik sudut bibir nya, tanpa sepengetahuan Ara, karena dia masih menundukkan kepala nya.


"Tapi mommy jangan khawatir, setelah lulus sekolah Ara akan keluar dari rumah ini, Ara akan pergi menjauh dari keluarga mommy. " kata Ara, dan tanpa terasa air mata Ara pun menetes.


Mendengar perkataan Ara, Ana pun langsung menarik Ara ke dalam pelukan nya, Ana mengusap punggung Ara yang sudah bergetar karena menahan isak tangis nya.


"Kenapa Ara ingin pergi dari rumah ini? "tanya Ana pada Ara.


" Yang akan pergi dari rumah ini abang Vano. " kata Ana pada Ara.


Ara yang mendengar itu pun langsung melepaskan pelukan nya dari Ana.


"Maksud mommy? " tanya Ara dengan suara yang masih terisak.


" Maksud nya, setelah kalian lulus sekolah, daddy menyuruh abang untuk kuliah di Paris. " kata Ana pada Ara.


"Itu adalah syarat dari daddy, kalau abang mau menikah dengan kamu sayang. " kata Ana pada Ara.


Ara yang mendengar itu pun tidak percaya apa yang di dengar nya barusan.


"Maksud mommy apa, Ara benar benar tidak mengerti? " tanya Ara pada Ana.


"Maksud nya, abang Vano sudah minta ijin sama daddy,dia suka dan mau menikah dengan mu sayang. '' kata Ana pada Ara.


" Tapi daddy memberikan syarat, kalau abang Vano mau menikah, dia harus bekerja terlebih dahulu, supaya dia bisa menafkahi kamu baik secara lahir dan batin. " kata Ana lagi pada Ara.


Mendengar penjelasan Ana membuat wajah Ara menjadi merah, tapi ada yang mengusik pikiran nya.


"Ada apa sayang, apa ada yang mengganggumu?" tanya Ana pada Ara, Ana bisa melihat ada yang sedang di pikir kan Ara.


"Kenapa abang, harus kuliah di luar negri mom? " tanya Ara pada akhir nya.


"Mungkin daddy ingin abang menjadi pengusaha yang lebih sukses dari daddy. " kata Ana pada Ara.


"Sayang, di dalam hubungan harus ada rasa percaya satu sama lain. " kata Ana pada Ara.


"Iya mommy. " jawab Ara pada Viona.


Dan mereka pun melanjutkan obrolan ringan mereka, tak terasa hari pun sudah sore, Ana berpamitan pada Ara, karena dia ingin memasak untuk makan malam.


"Ya sudah mommy keluar dulu ya sayang. " kata Ana pada Ara.


"Mommy mau ke mana? " tanya Ara pada Viona.


"Mommy menyiapkan untuk makan malam. " jawab Ana pada Ara.


"Ayo mommy, biar Ara bantu. " kata Ara pada Ana.


"Tidak apa apa mom, Ara mau bantu mommy saja. " kata Ara pada Ana.


Akhir nya mereka berdua pun keluar dari kamar Ara, mereka berdua berjalan menuju arah dapur. Mereka berdua pun mulai memasak untuk makan malam mereka, saat mereka sedang asik memasak sambil mengobrol tiba tiba Viona datang.


"Mommy, Ara, kalian sedang apa? " tanya Viona pada kedua nya.


"Ya ampun kaka, ngagetin saja. " kata Ana pada sang putri, dia juga mengusap dada nya.


"Maaf mom, abis nya kalian berdua serius sekali. " kata Viona pada sang mommy.


"Mommy lagi apa sih? " tanya Viona lagi.


"Kami ber dua lagi buat untuk makan malam. '' kata Ana pada Viona.


" Boleh kaka bantuin mom, sekalian belajar kalau nanti sudah menikah dengan abang Gavin. " kata Viona pada sang mommy.


"Tentu saja sayang, ayo sini sayang. " kata Ana pada sang putri.


"Dan satu lagi. " kata Ana pada Viona.


"Apa mom? " tanya Viona pada sang mommy.


"Jangan panggil Ara dengan nama nya tapi,,,, " kata Ana pada sang putri.


"Tapi apa mom. " kata Viona memotong ucapan sang mommy.


"Ya ampun ka, bisa ga dengerin mamah sampai selesai dulu. " kata Ana pada Viona.


"Maaf mom. " kata Viona pada sang mommy.


"Lalu kaka harus panggil apa dong mom? " tanya Viona pada sang mommy.


"Panggil kaka ipar. " kata Ana pada sang putri.


Tiba tiba saja suasana di dapur hening, dan tiba tiba saja Viona berteriak.


"Horeee, benar kah itu mom? " tanya Viona pada sang mommy.


"Ya ampun ka. " kata Ana yang kaget dengan teriakan sang putri.


"Wah, kaka ipar, apa abang Vano sudah menyatakan cinta nya? " tanya Viona pada Ara.


"Apaan sih ka, " kata Ara yang wajah nya sudah memerah.


"Ih beneran, apa abang Vano sudah menyatakan perasaan nya pada mu? " tanya Ara lagi, yang di balas gelengngan kepala oleh Ara.


"Terus kamu tau dari mana? " tanya Viona pada Ara.


"Tadi mommy yang bilang pada Ara ka. " jawab Ana pada sang putri.


"What, ya ampun abang Vano benar benar payah." kata Viona, dan itu membuat Ana dan Ara menggelengkan kepala nya, melihat tingkah Viona.


Akhir nya mereka ber tiga pun melanjutkan memasak nya, dengan terkadang terdengar tawa dari mereka ber tiga.


" Ya sudah, lebih baik sekarang kalian mandi dulu, sebentar lagi sudah mau petang. " kata Ana pada Viona dan juga Ara.


"Siap mommy. " kata mereka berdua, tak lupa mereka berdua juga memberi hormat pada sang mommy.


Ana hanya menggelengkan melihat tingkah laku ke duanya, mereka pun berjalan menuju kamar nya masing-masing, untuk membersihkan diri nya karena hari sudah mulai petang.


Tak terasa, waktu makan malam pun tiba, mereka semua berjalan menuju ruang makan. Mereka langsung duduk di kursi mereka masing-masing, mereka pun memulai acara makan nya.


"Wah, makanan nya sangat enak, siapa yang masak? " tanya Marvell.


"Tentu saja ini semua masakan mommy, ka Viona dan juga kaka ipar Ara. " jawab Viona.


"Uhukkkk,,,,, uhukkkk,,,,, uhukkk. "


*****T.B.C*****