My Baby'S

My Baby'S
Episode 37



Mendengar perkataan sang istri, membuat Marvell semakin terpesona dan bangga dengan kebaikan hati sang istri.


"Tok..... tok..... tok..... " suara pintu ruangan Marvell di ketuk.


"Masuk." kata Marvell.


" Permisi tuan muda. " kata Andre pada sang tuan muda.


"Apa kau sudah mengurus nya? " tanya Marvell pada sang asisten.


" Saya sudah membereskan nya tuan muda. " jawab Andre.


"Bagus, lalu apa jadwal ku setelah ini. " jawab Marvell, sekaligus bertanya.


"Seperti nya jadwal tuan muda kosong setelah ini." kata Andre pada Marvell.


"Baik lah kalau begitu, aku akan pulang lebih awal. " kata Marvell pada Andre sang asisten.


"Baik tuan muda, kalau begitu saya permisi. " kata Andre yang menundukkan sedikit kepala nya, setelah itu Andre keluar dari ruangan Marvell.


Marvell pun membawa keluarga kecil nya untuk pulang, saat sudah sampai di lobby, Ana berpamitan ke kamar mandi sebentar.


"Dad, aku mau ke kamar mandi dulu sebentar ya. " kata Ana pada sang suami.


"Mau aku antar kan mom? " tanya Marvell pada sang istri.


"Tidak perlu dad. " kata Ana pada sang suami.


"Daddy bawa saja anak-anak ke mobil duluan. " kata Ana lagi pada sang suami.


"Baiklah mom " kata Marvell pada sang istri.


Ana pun langsung berjalan menuju toilet perempuan, saat Ana sudah selesai dan akan kembali, tangan nya di tarik seseorang yang tak lain adalah Karla.


"Maaf nona kenapa anda menarik tangan saya? '' tanya Ana pada Karla.


" Kau jangan pura-pura bodoh, kau yang menyuruh Marvell untuk membatalkan kerja sama nya dengan perusahaan ku bukan? " bukan nya menjawab Karla malah balik bertanya.


"Maaf nona saya tidak tau apa-apa. " jawab Ana yang langsung berjalan menuju keluar dari toilet.


"Kau mau ke mana, urusan kita belum selesai. " kata Karla pada Ana yang sudah berjalan keluar dari toilet.


"Kamu pasti sudah menjebak tuan Marvell, sehingga tuan Marvell mau menikahi mu. " kata Karla dengan nada suara yang cukup tinggi.


Sehingga saat ini Ana menjadi pusat perhatian banyak orang yang berada di lobby, Karla pun berjalan menghampiri Ana.


"Dan aku ingin tau siapa ayah dari anak-anak mu itu? " tanya Karla pada Ana, dan semua orang yang berada di sana melihat dan mendengar apa yang di kata kan Karla.


"Apa maksud anda? " tanya Ana pada Karla.


"Usia anak-anak mu saat ini sudah tujuh tahun, sedangkan usia pernikahan mu masih belum tujuh. " kata Karla pada Ana.


"Itu berarti kamu hamil di luar nikah bukan? " kata Karla lagi.


"Itu artinya kamu adalah perempuan m*r*h*n." kata Karla yang terus menghina Ana di hadapan karyawan sang suami.


Betapa sakitnya hati Ana saat ini, dan air matanya pun terus mengalir mendengar hinaan dari Karla.


"Dan itu artinya anak-anak mu adalah anak h*r*m." kata Karla.


"Plak.... " satu tamparan mendarat di pipi kanan Karla.


"Berani sekali kau menamparku, kau.... " Kata Karla.


"Diam.... " kata Ana dengan lantang dan mengangkat satu tangan nya di depan wajah Karla.


Karla yang kesal pun langsung mengangkat tangan nya untuk menampar Ana , namun sebelum tangan Karla menyentuh pipi nya, Ana langsung menangkap nya.


"Aku diam saat kau menghina ku bukan berarti aku takut pada mu, tapi aku masih menghormati mu sebagai rekan bisnis suami ku. " kata Ana pada Karla dengan menghempaskan tangan Karla yang di cekal nya tadi.


" Berani sekali kau.. " kata Karla.


" Kau dengar baik-baik, aku tidak akan pernah bisa menerima jika ada orang lain yang menghina anak-anak ku. " kata Ana pada Karla.


"Dan apa kau tau bagaimana aku melewati kehidupan ku, dan apa kau tau sebanyak apa ai mata ku yang keluar, dan apa kau juga tau di saat orang lain memikirkan masa depan mereka dengan memikirkan di mana mereka akan melanjutkan pendidikan mereka, sedangkan aku.....hiks...hiks....'' kata Ana yang mulai terisak, tubuh Ana pun luruh dan terduduk di lantai.


" Sedangkan aku harus menjadi ibu dari dua anak sekaligus di usia ku yang masih muda hiks... hiks... hiks... "kata Ana dengan terisak.


Karla yang mendengar itu pun menjadi terdiam, sementara dari kejauhan Marvell sudah mendengar apa yang di katakan sang istri pun tak terasa air mata nya pun menetes.


Marvell langsung menghampiri sang istri, setelah sampai dia langsung memeluk nya.


" Mommy maaf. "kata Marvell pada sang istri.


" Lebih baik sekarang kita pulang, kasian anak-anak pasti menunggu kita di mobil. " kata Marvell pada sang istri.


Marvell pun langsung membawa Ana, keluar menuju di mana mobil nya berada. Saat Ana sudah sampai di dalam mobil, dan masuk ke dalam mobil.


Twins dan Ara yang melihat sang mommy menangis pun langsung bertanya.


"Mommy kenapa menangis? " tanya mereka bersamaan.


"Sayang, mommy baik-baik saja. " kata Ana pada mereka semua.


"Tapi kenapa mommy menangis, apa ada yang menyakiti mommy? " tanya Vano.


"Abang sebaik nya kita pulang, kasian mommy. " kata Marvell pada sang putra.


"Maaf daddy. " kata Vano pada sang daddy.


Marvell pun menjalankan mobil nya menuju rumah, saat mereka sudah sampai di rumah, Marvell pun langsung menggendong Ana dan membawanya masuk.


Marvell langsung membawa Ana ke kamarnya, karena Ana tertidur saat masih dalam perjalanan.


"Daddy, boleh abang menemani mommy di sini? " tanya Vano pada sang daddy.


"Tentu saja boleh abang. " jawab Marvell pada sang putra.


"Daddy ade juga mau menemani mommy. " kata Viona pada sang daddy.


"Iya, ade juga boleh menemani mommy. " kata Marvell pada sang putra.


"Kalau Ara mau, Ara juga bisa menemani mommy di sini. " kata Marvell pada Ara.


Dan akhirnya ketiga nya pun tertidur di samping kiri dan kanan nya Ana.


Tak terasa waktu sudah sore, Ana pun sudah bangun dan dia juga sudah membersihkan diri nya.


"Sayang, ayo cepat bangun, ini sudah sore. " kata Ana pada Vano, tak lupa Ana juga mengusap kepala nya.


Ana juga melakukan hal yang sama pada Viona dan juga Ara,mereka bertiga pun bangun.


"Mommy.... " kata ketiga nya, yang langsung memeluk sang mommy.


"Kalian kenapa sayang? " tanya Ana, pada ketiganya.


" Mommy kenapa mommy tadi menangis, siapa yang sudah membuat mommy menangis? " tanya Vano pada sang mommy.


" Mommy tidak apa-apa sayang, tadi saat di toilet sabun nya kena mata mommy, karena perih akhirnya mommy jadi menangis. " kata Ana pada sang putra.


"Benarkah mommy? " tanya Viona pada sang mommy.


"Benar sayang. " jawab Ana pada sang putri.


"Terima kasih sayang, kalian sudah menghawatirkan mommy, mommy sayang kalian." kata Ana pada ketinga nya.


"Kami juga sayang mommy.... " kata ketiga nya.



Ini dia visual nya Ara.


*****T.B.C*****