
Mendengar keinginan sang istri, Marvell pun langsung berdiri dan berjalan menghampiri sang istri. Marvell langsung naik ke atas tempat tidur nya, dan langsung merebahkan diri nya.
Marvell langsung merentang kan kedua tangan nya, dan Ana langsung masuk kedalam pelukan sang suami. Marvell langsung mengusap punggung sang istri dengan sayang, tidak membutuhkan waktu lama Ana pun langsung terlelap.
Melihat sang istri sudah terlelap, Marvell pun memindahkan sang istri perlahan, karena Marvell akan melanjutkan kembali pekerjaan Kantor nya.
Tak terasa hari mulai siang, Ana pun mulai mengerjapkan mata nya. Saat Ana sudah bangun, dia tersenyum melihat sang suami yang masih sibuk dengan pekerjaan nya.
"Daddy, masih belum selesai? " tanya Ana pada sang suami.
"Sedikit lagi mom. " kata Marvell pada sang istri.
"Baik lah. " kata Ana pada sang suami.
Ana pun langsung bangun dan berjalan menuju kamar mandi, untuk mencuci muka nya. Setelah selesai, Ana pun langsung duduk di samping sang suami, tak berselang lama pintu kamar pun di ketuk dari luar.
"Tok.... tok..... tok..... dad, mom. " suara ketukan pintu kamar mereka dengan di iringi teriakan Viona.
Ana langsung berjalan menuju pintu dan langsung membuka nya.
"Clek... " suara pintu di buka dari dalam.
"Daddy di mana mom? " tanya Viona pada sang mommy.
Belum sempat Ana menjawab, Marvell sudah menjawab nya.
"Daddy di sini princess. " jawab Marvell pada sang putri.
Viona pun langsung berlari menuju sang daddy, Viona juga langsung duduk di pangkuan sang daddy.
"Daddy sedang apa? " tanya Viona pada sang daddy.
"Daddy lagi kerja sayang. " jawab Marvell pada sang putri.
"Daddy masih lama tidak? " tanya Viona pada sang daddy.
"Memang nya kenapa sayang? " tanya Marvell pada sang putri.
"Ade sudah lapar, ade mau makan sekarang. " jawab Viona pada sang daddy.
Mendengar jawaban sang putri, Marvell pun langsung melihat jam tangan nya, dan ternyata memang sudah waktunya makan siang.
"Ya ampun, maafkan daddy princess. " kata Marvell yang langsung menghentikan pekerjaan nya.
"Ya sudah, ayo sekarang kita makan siang dulu. " kata Marvell pada sang putri.
Mereka bertiga pun langsung keluar dari kamar, sebelum mereka turun, mereka memanggil Vano, Ara dan juga Gavin untuk makan siang bersama.
Mereka berenam pun akhirnya turun bersama, dan langsung menuju ruang makan untuk makan siang bersama.
Setelah mereka selesai makan siang, mereka langsung duduk di ruang keluarga. Anak-anak bermain dengan permainan mereka sendiri, sedangkan Marvell dan Ana sedang menonton televisi.
"Dad, aku mau kelapa muda. " kata Ana pada sang suami.
"Seperti nya sangat segar. " lanjut Ana lagi pada sang suami.
"Baiklah, kita akan membelinya. " kata Marvell pada sang istri.
"Anak-anak, apa kalian akan ikut? " tanya Marvell pada semua nya.
"Ikut ke mana dad? " tanya balik Vano pada sang daddy.
"Daddy dan mommy akan keluar, mommy ingin minum es kelapa muda. " jawab Marvell pada sang putra.
"Ade mau ikut. " kata Viona yang langsung berlari pada sang daddy.
"Ya sudah, kita berangkat sekarang. " kata Marvell pada semua nya.
Akhirnya mereka semua berjalan keluar, saat sudah sampai di parkiran mobil, ternyata Ana tidak mau naik mobil yang ada di sana.
"Dad, tidak mau naik mobil yang ada di sini. " kata Ana pada sang suami.
"terus mommy mau naik apa? " tanya Marvell pada sang istri.
" Kita naik angkutan umum dad. " kata Ana dengan santai nya.
"Ayo dad, kita berangkat sekarang. " kata Ana yang langsung menarik tangan sang suami.
" Mommy, kita minta antar supir dulu, sampai kita menemukan angkutan umum. " kata Marvell pada sang istri.
" Kenapa harus di antar supir dad? " tanya Ana dengan polos nya.
"Mom, kalau kita harus jalan kaki, sampai kita menemukan angkutan umum pasti capek. " kata Marvell pada sang istri.
"Oh iya dad, angkutan umum kan ga sampai kemari. " kata Ana pada sang suami.
"Cepetan dad panggil pak Agus nya. " kata Ana pada sang suami.
Marvell pun langsung memanggil sang supir, setelah pa Agus datang mereka semua nya langsung masuk ke dalam mobil. Pa Agus pun langsung menjalankan mobil nya.
"Pa berhenti. " kata Ana tiba-tiba.
Pa Agus pun langsung menghentikan mobil nya.
"Ada apa mom? " tanya Marvell pada sang istri.
"Daddy, itu ada pohon kelapa. " kata Ana pada sang suami, tak lupa Ana juga menunjukkan pohon kelapa.
"Ayo turun dad. " kata Ana yang langsung menarik tangan sang suami.
Ana langsung membawa Marvell menuju pohon kelapa tersebut, Ana pun langsung mencari siapa pemilik nya.
"Permisi bu, boleh saya bertanya? " kata Ana pada seorang ibu-ibu yang ke betulan lewat.
"Iya ada apa neng? " tanya sang ibu pada Ana.
"Maaf bu siapa pemilik pohon kelapa ini ya? " tanya Ana pada ibu tersebut.
"Oh ini milik saya neng, memang nya ada apa? " jawab si ibu sekaligus bertanya.
"Saya sedang hamil muda bu,apa boleh saya membeli beberapa biji kelapa nya. " kata Ana pada sang ibu.
"Oh tentu saja boleh neng, silahkan ambil saja. " kata ibu tersebut pada Ana.
"Terima kasih banyak bu. " kata Ana pada sang ibu tersebut.
"Iya sama-sama neng. " kata ibu tersebut.
"Oh iya berapa bu? " tanya Ana pada sang ibu.
"Tidak usah neng ibu ikhlas ambil saja, lalu siapa yang akan manjat neng? " jawab si ibu sekaligus bertanya pada Ana.
"Suami saya yang akan manjat bu. " jawab Ana, yang membuat Marvell kaget.
"Mom, tapi aku ga bisa manjat. " kata Marvell pada sang istri.
"Ayolah dad, ini anak mu yang minta loh. " kata Ana pada sang suami.
"Mas, lebih baik turuti, kalau tidak bisa-bisa anak nya nanti ileran. " kata ibu tersebut pada Marvell.
"Huh, baik lah. " kata Marvell tak lupa dia juga menghembuskan napas kasar.
Marvell pun mulai membuat, Ana dan yang lain nya hanya melihat Marvell dari kejauhan. Tak lupa Ana juga mengambil beberapa foto Marvell yang sedang memanjat pohon kelapa tersebut, dan langsung membuat story di handphone nya.
Tak berselang lama handphone Ana berbunyi, ternyata mamah Anindira yang menelpon.
"Asalamualaikum mah. " kata Ana setelah sambungan telepon tersambung.
"Walaikumsalam sayang. " jawab mamah Anindira pada sang menantu.
"Mana Marvell sayang. " kata mamah Anindira lagi pada sang menantu.
Ana pun langsung mengalihkan nya menjadi kamera belakang.
" Ha.....ha....ha.....Ya ampun sayang, mamah baru lihat seorang Marvell memanjat pohon kelapa. " kata mamah Anindira sambil tertawa.
Saat mamah Anindira mengakhiri telpon nya, ternyata Marvell juga sudah turun dari pohon kelapa.
*****T.B.C*****