
Setelah mereka berdua masuk ke dalam rumah, seperti biasa nya mereka mencium tangan ke dua orang tua nya.
"Kamu baru sampai sayang? " tanya Marvell pada ke dua nya.
" Iya dad." jawab Viona pada sang daddy.
"Ya sudah, kalian berdua istirahat dulu. " kata Marvell pada ke dua nya.
"Iya dad, kami ke atas dulu ya. " jawab Gavin pada Marvell.
"Iya,,,, '' kata Marvell singkat.
Mereka berdua pun langsung berjalan menuju lantai atas di mana kamar mereka berada, setelah sampai di depan pintu kamar nya, Gavin pun langsung membuka kan pintu untuk sang istri.
" Silahkan tuan putri. " kata Gavin pada sang istri, mempersilahkan sang istri masuk terlebih dahulu.
"Terima kasih. " kata Viona pada sang suami.
"Sama sama. " jawab Gavin pada sang istri.
Setelah mereka berdua masuk, Gavin pun langsung menutup dan mengunci pintu kamar mereka.
"Sayang, kamu atau aku dulu yang mandi duluan?" tanya Gavin yang langsung memeluk sang istri dari belakang.
"Mas Gavin saja yang duluan. " kata Viona pada sang suami.
"Atau kita mandi berdua saja sayang. " kata Gavin menggoda sang istri.
"Mas Gavin,,,,, " kata Viona pada sang suami, dan sudah bisa di pastikan wajah nya saat ini sudah sangat memerah.
"Iya sayang, mas duluan mandi nya. " kaya kata Gavin pada sang istri.
Gavin pun langsung berjalan masuk menuju kamar mandi, setelah Gavin masuk Viona pun langsung membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur nya, dia pun menatap langit langit kamar nya.
"Mungkin sekarang sudah waktu nya. " kata Viona pada diri nya sendiri.
Tak berselang lama Gavin pun sudah selesai mandi, dia keluar dengan hanya menggunakan handuk saja. Saat dia menghampiri sang istri, Gavin pun tersenyum karena sang istri sudah terlelap.
"Sayang,,,,,, bangun. " kata Gavin membangun kan sang istri, tak lupa dia juga mengusap pipi sang istri dengan sayang.
"Emmmmm,,,,,,,,, " hanya itu yang keluar dari mulut sang istri.
"Sayang,,,,, kamu ganti baju dulu, setelah itu baru istirahat lagi. " kata Gavin lagi pada sang istri.
Viona pun mulai membuka mata nya, dia tersenyum saat melihat sang suami tersenyum pada nya. Viona masih belum menyadari, kalau Gavin saat ini hanya menggunakan handuk saja.
"Sayang, sana mandi dulu. " kata Gavin pada sang istri.
Viona pun langsung bangun, dan saat melihat sang suami hanya memakai handuk saja, Viona pun langsung menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
"Kenapa sayang? " tanya Gavin pada sang istri, tak lupa dia juga memegang tangan sang istri, dan menyingkirkan tangan nya.
"Mas, kenapa hanya memakai handuk saja? " tanya Viona pada sang suami.
"Memang nya kenapa sayang? " kata Gavin pada sang istri.
" Malu mas. " jawab Viona pada sang suami.
"Sayang, bukan nya kita sudah sepakat untuk memulai semua nya sebagai suami istri dari sekarang. " kata Gavin pada sang istri.
"Dan mulai sekarang, kamu harus terbiasa melihat aku seperti ini. " kata Gavin pada sang istri, dan di jawab dengan anggukan kepala oleh sang istri.
"Baiklah, sekarang kamu mandi dulu. " kata Gavin pada sang istri.
"Iya mas. " jawab Viona pada sang suami.
Viona pun langsung turun dari tempat tidur nya, dia langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi, tapi Viona malah berbalik dan berlari ke arah sang suami.
"Cup,,,,, " satu kecupan mendarat di bibir Gavin.
Setelah melakukan itu, Viona pun langsung berlari menuju kamar mandi, melihat itu Gavin pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya.
"Mas, belum turun? " tanya Viona pada sang suami.
"Belum sayang, aku menunggu mu. " jawab Gavin pada sang istri.
"Benarkah? " tanya Viona, dia sekarang sedang duduk di kursi meja rias nya.
Gavin pun langsung berjalan menghampiri sang istri, dia langsung memeluk sang istri dari belakang.
" Tentu saja sayang. " jawab Gavin pada sang istri, tak lupa dia juga letakan di dagu nya.
"Baik lah, ayo sekarang kita langsung turun. " kata Viona pada sang suami.
"Ayo sayang. " kata Gavin pada Viona.
Viona pun langsung berdiri dan berjalan menuju ke lantai bawah, tak lupa dia juga menggemgam tangan sang istri.
Mereka ber dua pun turun dengan bergemgaman tangan, dan terkadang terdengar tawa dari mereka ber dua.
Semua yang ada di sana ikut tersenyum, dan mereka ikut bahagia melihat Viona sang putri tertawa lepas.
"Sayang, apa yang kalian bicarakan? " tanya Marvell pada sang putri.
"Sampai kalian tertawa seperti itu? " tanya Marvell lagi.
"Bukan apa apa dad, hanya saja tadi mas Gavin cerita kalau waktu kecil dia pernah di kejar anak anjing, maka nya tadi ka Viona tertawa. " kata Viona pada sang daddy.
"Benar kah abang Gavin? " tanya Ana pada sang menantu.
"Iya mom, maka nya abang takut sampai sekarang. " kata Gavin pada Ana.
Mereka pun melanjutkan perbincangan mereka, tak terasa waktu shalat maghrib pun tiba, mereka semua mengambil wudhu secara bergantian. Setelah selesai, mereka pun langsung melakukan shalat maghrib berjama'ah.
Mereka pun melanjutkan nya dengan mengaji, sampai waktu nya shalat isya. Setelah mereka selesai shalat isya, mereka semua melanjutkan dengan makan malam.
"Lebih baik sekarang kita makan malam dulu. " kata Marvell pada semua nya.
"Iya dad. " jawab semua nya secara bersamaan.
Mereka semua nya langsung berjalan menuju ke ruang makan, mereka pun duduk di kursi nya masing masing dan memulai makan nya.
Setelah mereka selesai makan, mereka pun langsung berjalan menuju ruang keluarga. Mereka mengobrol santai, dan Marvell pun bertanya pada Gavin.
Sampai tak terasa malam kian larut, mereka pun memutuskan untuk beristirahat. Mereka langsung berjalan menuju kamar nya masing masing, setelah Vano dan Ara berpacaran, kamar Vano pun pindah ke lantai bawah di samping kamar Ara.
Vano khawatir kalau ada apa apa dengan Ara, walaupun di lantai bawah juga ada banyak kamar pelayan, tapi tetap saja Vano merasa khawatir.
Tak terasa pagi pun tiba, mereka semua nya sudah berada di ruang makan untuk sarapan.
"Daddy, bagaimana kalau hari ini kita jalan jalan. " kata si bungsu Alice.
"jalan jalan kemana de? " tanya Marvell pada putri bungsu nya itu.
"Kemana aja dad, ke mall juga boleh. " jawab Alice pada sang daddy.
"Kalian mau jalan ke mana? " tanya Marvell pada semua anggota keluarga nya.
"Ke mall aja dad. " jawab Viona pada sang daddy.
"Kalian setuju tidak? " tanya Marvell lagi.
"Setuju dad. " jawab mereka semuanya.
"Baik lah kalau begitu, kita akan ke mall. " kata Marvell pada semua nya.
"Horeee,,,,,,,, " Sorak Viona dan Alice bersamaan.
Semua orang hanya menggeleng kan kepala nya.
***** T. B. C *****