My Baby'S

My Baby'S
Episode 22.



Tak terasa malam pun tiba, Ana dan Marvell saat ini sedang berada di kamar twins.



Saat ini baby twins sudah memakai baju tidur nya, Marvell dan Ana pun menemani mereka sampai twins tertidur.


"Mom, ayo sebaik nya kita juga istirahat. " kata Marvell.


"Kamu sudah stok ASI di kulkas kan mom? " tanya Marvell pada sang istri.


"Sudah dad. " jawab Ana pada sang suami.


"Sus, ASI nya sudah ada di kulkas, kalau twins lapar tinggal ngangetin saja. '' kata Marvell pada suster twins.


" Iya tuan. " jawab mereka berdua.


"Ayo mom. " kata Marvell pada sang istri.


"Sebentar dad. " kata Ana.


Ana pun langsung menghampiri box bayi tempat tidur twins dan mencium kening twins secara bergantian.


"Selamat malam kesayangan mommy semoga kalian tidur dengan nyenyak dan mimpi indah. " kata Ana pada twins.


Akhir nya Marvell pun berjalan mendekat pada box bayi twins dan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Ana pada twins.


Setelah selesai Marvell dan Ana pun langsung masuk ke kamar mereka sendiri melalui pintu penghubung, dan Marvell langsung menginci pintu penghubung nya.


"Ayo mom kita tidur. " kata Marvell yang langsung.


"Iya dad. " jawab Ana.


Sebelum tidur Ana masuk dulu ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya terlebih dahulu, saat Ana keluar dari kamar mandi Marvell sudah tidur di atas tempat tidur nya.


Ana pun langsung berjalan menuju ranjang dan langsung naik ke atas tempat tidur dan langsung merebahkan dirinya, baru saja Ana memejam kan mata nya, tiba-tiba saja ada tangan kemar yang memeluk nya dari belakang.


"Dad.... " kata Ana yang terkejut dengan perlakuan Marvell yang tiba-tiba.


"Biar kan seperti ini mom. " kata Marvell yang semakin mengerat kan pelukan nya.


Ana pun tidak protes lagi, dan membiarkan Marvell tidur dengan memeluk nya, dan akhirnya mereka pun terlelap.


Tak terasa pagi pun tiba, Ana yang terbangun lebih dulu berniat untuk bangun dan pergi ke kamar mandi, tapi saat Ana ingin melangkah tiba-tiba saja tangan nya di tarik.


"Kamu mau kemana mom. " kata Marvell yang malah mengerat kan pelukan nya pada sang istri.


"Dad lepas, aku mau mandi dulu. " kata Ana pada sang suami.


"Baik lah tapi... " kata Marvell dan tanpa aba-ba.


"Cup.... " satu kecupan di bibir Ana, yang membuat Ana kaget.


Melihat itu Marvell tersenyum, kemudian membenarkan rambut yang menghalangi wajah cantik Ana.


"Kata nya mau mandi, kenapa malah jadi bengong begini. " kata Marvell pada sang istri.


Perkataan Marvell mampu membuat Ana kembali ke kesadaran nya, dan dia langsung bangun dan melangkah ke kamar mandi.


Melihat wajah sang istri yang memerah membuat Marvell tertawa.


" Ha.... ha.... ha..... " tawa Marvell yang terdengar Ana yang sedang berada di kamar mandi.


"Daddy..... " teriak Ana dari dalam kamar mandi, dan itu membuat Marvell semakin terbahak.


Tak berselang lama pintu kamar mandi terbuka, dan keluar lah Ana dengan wajah yang di tekuk, karena sedari tadi di tertawakan sang suami.


Saat Ana melangkah dan akan melewati Marvell, tiba-tiba saja tangan nya di tarik, dan Marvell pun langsung memeluk sang istri.


"Dad, lepas ih. " kata Ana.


"Ga mau, kenapa wajah nya di tekuk mom. " kata Marvell pada sang istri.


"Engga apa-apa. " jawab Ana masih terdengar kesal.


"Cup." satu kecupan mendarat lagi di bibir Ana.


Mendengar Marvell berkata begitu, Ana malah menelusup kan wajah nya ke dada bidang sang suami. Sedangkan Marvell mengerat kan pelukan nya pada sang istri.


"Mom mulai sekarang kamu harus terbiasa. " kata Marvell pada sang istri.


Ana pun membalas pelukan Marvell, dan itu membuat Marvell tersenyum. Marvell pun mengecup pucuk kepala sang istri.


"Tok..... tok..... tok..... " suara pintu diketuk dari luar.


"Tuan muda, nona muda sarapan nya sudah siap." kata ba sumi.


"Huh mengganggu saja. " kata Marvell, dan itu membuat Marvell tersenyum.


"Dad awas, aku mau buka pintu dulu, dan sekarang daddy mandi dulu. " kata Ana pada sang istri.


Bukan nya melepaskan sang istri, Marvell malah semakin mengerat kan pelukan nya.


"Daddy." kata Ana dengan memelototkan mata nya.


"Iya.... iya... mommy. '' kata Marvell yang langsung melepaskan pelukan nya.


Marvell pun mencium pipi Ana terlebih dahulu, sebelum dia masuk ke kamar mandi. Sementara Ana dia langsung berjalan dan membuka pintu.


"Clek.... " pintu kamar Ana di buka dari dalam.


"Iya bi, maaf lama. " kata Ana.


"Tidak apa-apa nona muda, bibi hanya ingin memberitahukan bahwa sarapan nya sudah siap." kata bi Sumi.


"Oh iya bi, sebentar lagi kami turun. " kata Ana.


"Baik lah nona muda, kalau begitu saya kembali lagi ke bawah. " kata bi Sumi pada sang nona muda nya.


"Oh iya bi, terima kasih. " kata Ana pada bi Sumi.


Bi Sumi pun langsung berjalan menjauhi kamar tuan dan nona muda nya. Sedangkan Ana kembali lagi ke dalam kamar nya, Ana langsung menyiapkan baju yang akan di pakai sang suami.


Setelah selesai Ana langsung membuka pintu kamar yang menghubung kan dengan kamar twins, dan ternyata twins sudah tidak ada lagi di kamar nya.


"Seperti nya twins sudah di bawa suster nya ke bawah. " kata Ana pada diri nya sendiri.


Ana pun langsung kembali ke kamar nya dan di sana ternyata Marvell baru saja selesai mandi, dan dia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk.


"Ya ampun dad, kenapa tidak pakai baju dulu sih, itu baju nya sudah ada di meja di samping pintu. " kata Ana yang langsung memalingkan wajah nya.


Melihat itu Marvell langsung mendekati nya dan memeluk Ana dari belakang.


"Memang nya kenapa hmmm? " tanya Marvell pad sang istri.


Marvell semakin mengerat kan pelukan nya pada sang istri, tak lupa Marvell juga mencium ceruk leher Ana.


"Dad.... " lenguh Ana saat Marvell m*ny*s*p leher Ana.


"Kenapa hmmm? " tanya Marvell tanpa melepaskan ciuman nya pada sang istri.


"Tok... tok... tok..... " suara pintu di ketuk dari luar.


"Dad, lepas itu ada yang ngetuk pintu. " kata Ana.


Marvell pun tidak menggubris apa yang di katakan sang istri.


" Tuan muda, nona muda, maaf nona kecil menangis karena sudah lapar, sedangkan ASI yang di kulkas sudah habis.


"Dad lepas, itu kasihan ade sudah lapar. " kata Ana.


"Hmmmm mengganggu saja. " gerutu Marvell.


Mendengar itu Ana pun tersenyum, dan Ana pun berjalan mendekati pintu, tapi sebelum dia membuka nya, Ana berlari dan.


"Cup... " satu kecupan mendarat di pipi Marvell, setelah itu Ana langsung berlari dan keluar dari kamar.


Marvell pun langsung tersenyum saat dia tersadar, Marvell langsung memegang pipi nya yang tadi di cium Ana.


*****T.B.C*****