My Baby'S

My Baby'S
Part 20.



Saat Viona hampir sampai di perusahaan Gavin, tiba tiba saja ada mobil yang datang dari arah berlawanan dengan sangat kencang.


Untuk menghindari mobil tersebut, Viona pun langsung banting stir ke arah kiri, dan Viona pun langsung menabrak pembatas jalan.


"Ahhhhhhhh,,,,, " teriak Viona.


"Brakkkkkk,,,,,,, " suara benturan mobil yang di kendarai Viona.


Semua orang yang berada di sana pun langsung berlari menghampiri Viona, dan langsung membantu nya keluar dari mobil, salah satu warga pun langsung menghubungi ambulance.


Tiba tiba saja handphone yang berada di dalam tas Viona pun berbunyi, dan warga pun langsung mengangkat nya.


"Hallo." kata warga tersebut.


"Hallo, maaf anda siapa, kenapa handphone tunangan saya bisa ada pada anda? " tanya Gavin pada warga yang mengangkat telpon nya.


"Maaf mas, orang yang mempunyai handphone ini mengalami kecelakaan. " kata orang tersebut.


"Duarrrr ,,,,,, " seperti tersambar petir di siang bolong, Gavin pun langsung merasa lemas seketika.


"Lalu di mana dia sekarang? " tanya Gavin, setelah dia berhasil menguasai perasaan nya.


"Saat ini korban sedang di bawa ke rumah sakit S." kata orang tersebut.


Tanpa berkata apa apa lagi Gavin pun langsung berlari dari ruangan nya, saat Gavin sudah berada di parkiran mobil, dia langsung menjalankan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.


Tak membutuhkan waktu lama, Gavin pun sudah sampai di sana, dia langsung bertanya kepada resepsionis.


" Maaf Sus, apa baru saja ada korban kecelakaan?" tanya Gavin pada resepsionis.


"Oh iya Pak, baru saja di bawa kemari. " kata salah satu suster.


"Lalu di mana dia sekarang? " tanya Gavin pada suster tersebut.


"Saat ini sedang di tangani di UGD pak. " jawab suster tersebut.


" Terima kasih Sus. " kata Gavin, dan dia pun langsung berlari menuju UGD.


Setelah dia sampai, ternyata ada salah satu warga yang ikut mengantarkan Viona ke rumah sakit tersebut.


"Maaf apa bapak yang mengantar kan tunangan saya? " tanya Gavin pada orang tersebut.


"Oh iya mas. " jawab orang tersebut.


"Apa mas yang tadi menelpon? " tanya orang tersebut pada Gavin.


" Iya Sus. " kata Gavin pada orang tersebut.


" Oh iya pak,bagaimana kejadian nya? " tanya Gavin pada orang tersebut.


Dan orang tersebut pun langsung menceritakan kejadian nya, karena kebetulan saat itu orang tersebut melihat nya.


"Baik lah pak, terima kasih sudah menolong tunangan saya. " kata Gavin pada orang tersebut.


"Sama sama mas, kalau begitu saya permisi dulu, dan ini tas mbak nya mas. " kata orang tersebut pada Gavin.


"Oh iya pak. " kata Gavin pada orang tersebut.


Gavin pun langsung mengambil dompet nya, dan langsung mengeluarkannya beberapa lembar uang yang ada di dalam dompet nya.


"Maaf pak ini buat bapak. " kata Gavin pada orang tersebut.


"Tidak usah mas, saya ikhlas membantu nya. " kata orang tersebut.


"Terima saja pak, buat ongkos bapak pulang. " kata Gavin pada orang tersebut.


Orang itu pun langsung pergi dari sana, Gavin pun langsung mengambil handphone nya dan langsung menghubungi sang daddy.


"Drttttt,,,,, drttttt,,,,, drttttt,,,, " suara handphone Marvell, dan dia pun langsung mengangkat nya.


"Halo, asalamualaikum bang Gavin. " kata Marvell, saat sambungan telepon terhubung.


"Walaikumsalam dad. " kata Gavin pada Marvell.


"Ada apa bang? " tanya Marvell pada Gavin.


"Daddy bisa kerumah sakit S sekarang." kata Gavin pada Marvell.


"Memang nya ada apa bang? " tanya Marvell pada Gavin.


"Viona mengalami kecelakaan dad. " kata Gavin pada Marvell.


"Apa,,,,, " teriak Marvell.


"Baiklah bang, kami akan segera ke sana. " kata Marvell pada Gavin.


Marvell pun langsung menutup telpon nya, setelah itu Marvell pun mengajak Ana, Vano dan Ara untuk kerumah sakit S.


Marvell pun menceritakan apa yang dia dengar dari Gavin, bahwa Viona mengalami kecelakaan. Mendengar sang putri kecelakaan Ana pun langsung menangis dalam pelukan sang suami.


Mereka pun langsung melajukan mobil nya menuju rumah sakit S, di mana Viona di rawat. Saat mereka sampai di sana, Viona sudah di pindah kan ke ruangan VVIP.


"Abang, bagaimana keadaan Viona? " tanya Marvell pada Gavin.


"Kata dokter, kaki Viona ada sedikit keretakan, jadi untuk sementara waktu Viona harus memakai kursi roda. " kata Gavin pada Marvell.


"Sebenar nya apa yang terjadi bang? " tanya Ana pada Gavin.


Gavin pun langsung menceritakan apa yang dia dengar, dari orang yang tadi membawa Viona me rumah sakit.


"Abang, daddy ingin kejadian ini di selidiki. " kata Marvell pada Gavin.


"Iya dad, abang juga sudah minta pihak kepolisian untuk menyelidiki nya. '' kata Gavin pada Marvell.


Tak berselang lama, Viona pun mulai membuka mata nya.


" Mom, dad, Viona sudah bangun. " kata Ara pada Ana dan Marvell.


Mereka pun langsung menghampiri ranjang Viona, Ana pun langsung mencium kening sang putri.


"Apa yang sakit ka? " tanya Ana pada sang putri.


"Kepala Ana sakit mom. " kata Viona pada sang mommy.


Saat Viona ingin menggerakkan kaki nya, namun tidak bisa.


"Mom, kenapa kaki Viona tidak bisa di gerakan. " kata Viona pada Ana.


"Sayang, dokter bilang ada retakan di kaki kamu. " kata Ana pada sang putri.


"Berarti Viona cacat mom, Viona ga mau,,,,,, " kata Viona pada sang mommy.


Viona pun langsung menangis histeris.


"Kaka, itu hanya sementara. " kata Ana yang menahan isak kan nya.


"Mommy bohong. " kata Viona pada Ana.


****T.B.C****