
Dan ternyata penderitaan Vano pun belum cukup sampai di sana, Vano pun masih harus menuruti keinginan sang kembaran.
"Abang, sekarang abang buat kan rujak nya ya? " kata Viona dengan tanpa rasa bersalah.
"Ka Vio yang benar saja, mana bisa abang buat rujak,kita minta bi Sumi saja yang buat ya. " kata Vano pada sang adik.
"Tapi kaka mau abang yang buat rujak nya. " kata Viona dengan kekeh, ingin abang nya yang membuat kan rujak untuk nya.
"Tapi,,,,,,,, " kata Vano.
"Abang turuti saja, biar mommy yang ngasih tau abang nanti. " kata mommy Ana pada sang putra, tak lupa dia juga mengusap tangan sang putra.
"Baik lah mom. " jawab Vano pasrah pada akhir nya.
Akhir nya mereka semua berjalan menuju ruang keluarga, terkecuali Vano dan mommy Ana. Mereka ber dua langsung masuk menuju dapur, mommy Ana dan Vano pun langsung membuat rujak yang di ingin kan Viona.
"Mommy ini bagaimana, abang tidak tau? " tanya Vano pada sang mommy.
"Cabe, dan garam di ulek dulu bang. " kata mommy Ana pada sang putra.
"Bagaimana cara nya mom? " tanya Vano yang bingung pada sang mommy.
"Begini bang. " jawab mommy Ana, tak lupa dia juga memberikan contoh pada putra nya itu.
Vano pun yang sudah selesai mengulek nya, bertanya lagi pada sang mommy.
"Lalu bagaimana lagi mom? " tanya Vano pada sang mommy.
Ana pun langsung memberi taukan apa yang harus di masukan lagi oleh Vano. Tak terasa sudah satu jam Vano dan mommy Ana membuat rujak untuk Viona, mereka berdua pun langsung membawa nya menuju ruang keluarga.
"Ini sudah jadi. " kata Vano pada saudara kembarnya itu.
"Terima kasih abang. " jawab Viona pada kembaran nya.
"Iya sama sama. " jawab Vano pada adik perempuan nya itu.
Vano pun langsung berjalan dan duduk di sebelah Ara, dan Vano pun langsung merebahkan kan kepala nya di bahu Ara.
"Abang kenapa? " tanya Ara pada Vano, tak lupa dia juga mengusap lengan Vano.
"Cape yang, abis manjat harus langsung membuat rujak. " kata Vano pada Ara.
"Sabar ya bang. " kata Ara pada Vano, yang hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Vano.
Tak berselang lama, terdengar suara daddy Marvell mengucapkan salam dari luar.
"Asalamualaikum,,,,, " kata daddy Marvell, saat dia baru masuk ke rumah.
"Walaikumsalam,,,,, " jawab semua orang yang berada di sana, terkecuali Viona yang masih asik memakan rujak mangga muda nya.
Mereka semua nya pun langsung mencium tangan daddy Marvell secara bergantian, begitu juga Viona yang meninggal kan dulu rujak nya kemudian mencium tangan daddy Marvell, setelah itu dia kembali duduk untuk memakan rujak nya kembali.
"Ka Vio lagi makan apa sih? " tanya daddy Marvell pada putri nya.
" Kaka lagi makan rujak mangga muda dad, yang di buat kan abang Vano. " jawab Viona pada sang daddy.
"Apa daddy mau? " tanya Viona pada sang daddy.
"Tidak, kamu saja makan. " kata daddy Marvell pada Viona.
Daddy Marvell pun langsung berjalan menuju ke arah kamar nya, mommy Ana pun berjalan di samping sang suami.
"Mommy, apa ka Vio sedang hamil? " tanya daddy Marvell pada sang istri, ketika mereka sudah berada di pertengahan jalan.
"Seperti nya begitu dad, tapi ka Vio belum tes dad. " kata mommy Ana pada sang suami.
"Iya dad, tadi mommy sudah bilang sama ka Vio. " jawab mommy Ana pada sang suami.
Tak terasa mereka berdua pun sudah sampai di kamar nya, daddy Marvell pun langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya, setelah seharian bekerja.
Sementara mommy Ana, dia sedang menyiapkan baju ganti untuk sang suami. Tak berselang lama, daddy Marvell pun sudah keluar dari kamar mandi, dia tersenyum saat melihat pakaian ganti nya, yang sudah di siap kan sang istri berada di atas tempat tidur.
Daddy Marvell pun langsung memakai nya, dan setelah selesai dia langsung berjalan keluar dari kamar nya, dan berjalan menuju lantai bawah di mana semua keluarga nya sedang mengobrol santai.
"Kalian sedang bahas apa? " tanya daddy Marvell pada semua orang yang berada di sana.
Daddy Marvell pun langsung duduk di sebelah sang istri, mommy Ana hanya tersenyum melihat sang suami yang sudah menggemggam tangan nya.
"Ga lagi bahas apa apa dad, kita berempat cuma lagi main ludo, yang kalah harus di berikan bedak baby di wajah nya. " kata Viona pada sang daddy.
"Iya, tapi ka Vio curang dad. " kata Alice pada sang daddy.
"Curang kenapa de? " tanya daddy Marvell pada putri bungsu nya yang kini sudah pindah duduk di antara daddy dan mommy nya.
"Masa saat ka Vio yang kalah ga mau di kasih bedak, malah abang Gavin yang gantiin ka Vio mendapatkan hukuman. " kata Alice pada sang daddy.
"Ha,,,,,,, ha,,,,,, ha,,,,,,,, pantas saja, cuma wajah ka Vio yang tidak ada bedak nya. " kata daddy Marvell dengan tertawa.
Semua orang yang berada di sana pun menjadi ikut tertawa, melihat semua orang menertawakan nya Viona pun tiba tiba saja menjadi kesal.
"Sudah ka Vio ga mau main lagi. " kata Viona pada semua nya, Viona pun langsung berdiri dan berjalan menuju kamar nya.
"Sayang, kamu mau ke mana? " tanya Gavin pada sang istri.
"Aku mau ke kamar mas. " jawab Viona pada sang suami.
"Maaf sayang, kita janji ga akan nertawain kamu lagi. '' kata Gavin pada sang istri.
" Lebih baik sekarang kita kesana lagi ya sayang. " kata Gavin lagi pada sang istri.
" Ga mau mas aku mau ke kamar. " kata Viona pada sang suami.
" Sayang, jangan marah. " kata Gavin pada sang istri.
"Aku ga marah mas. " kata Viona pada sang suami.
"Kalau ga marah, kenapa masih tetap ingin ke kamar? " tanya Gavin pada sang istri.
"Mas, aku ke kamar cuma mau mandi, soal nya gerah banget ga enak badan nya udah lengket. " kata Viona pada sang suami.
"Oh gitu, ya sudah ayo kita ke kamar. " kata Gavin pada sang istri.
"Lah mas Gavin ngapain ikut ke kamar juga? " tanya Viona pada sang suami.
"Mau mandi juga. '' kata Gavin santai pada sang istri.
Mereka ber dua pun langsung berjalan menuju kamar nya di rumah utama, setelah mereka berdua sampai di kamar nya, Viona pun langsung berjalan menuju ke arah kamar mandi karena dia sudah merasa gerah, saat Viona akan menutup pintu, ternyata sang suami malah ikut masuk ke dalam kamar mandi.
" Mas mau ngapain? " tanya Viona pada sang suami.
"Mas mau mandi juga lah sayang. " jawab Gavin dengan enteng nya.
"Gantian lah mas mandi nya. " kata Viona pada sang suami.
"Ga mau, mas mau mandi bareng sama istri mas yang cantik ini. " kata Gavin pada sang istri, tak lupa Gavin pun langsung menarik sang istri masuk ke dalam pelukan nya.
Viona pun tidak bisa menolak keinginan sang suami, dan mereka berdua pun mandi bersama.
***** T. B. C *****