My Baby'S

My Baby'S
BAB 40.



Saat Vano sudah berada di hadapan Ara, Vano pun langsung menarik Ara masuk ke dalam pelukan nya, tak lupa Vano juga mengecup pucuk kepala Ara.


"Maaf yang, abang sudah buat kamu nangis. " kata Vano pada Ara yang masih memeluk nya.


"Abang, jangan begini Ara takut. " kata Ara pada Vano.


"Iya yang, maafin abang ya, abang ga akan seperti ini lagi. " kata Vano pada Ara.


Ara pun langsung mengangkat wajah nya, dan melihat wajah calon suami nya yang lebam, akibat pukulan dari Wisnu tadi.


"Abang, lihat wajah abang jadi lebam begini. " kata Ara pada calon suami nya itu.


"Pasti ini sakit. " kata Ara lagi dengan isakan yang masih terdengar.


"Ini ga apa apa yang. " kata Vano pada calon istri nya itu.


"Ayo kita pulang, Ara obati dulu luka nya. " kata Ara pada Vano.


"Lalu kuliah kamu gimana yang? " tanya Vano pada calon istri nya itu.


"Ara akan ijin ga masuk kuliah hari ini. " jawab Ara yang langsung menarik tangan Vano, dan berjalan menuju mobil Vano.


Sementara Viona dan Gavin hanya bisa menghembuskan nafas nya kasar, begitu juga dengan Wisnu, dia langsung di bawa ke UKS untuk mengobati luka nya.


"Sayang, kamu mau kuliah atau mau ijin juga tidak masuk, seperti kaka ipar mu? " tanya Gavin pada sang istri.


"Aku ikut saja ke kantor ya mas, aku jadi ga semangat buat kuliah hari ini. " kata Viona pada sang suami.


"Ya sudah, ayo kita berangkat ke kantor saja. " kata Gavin yang langsung memegang tangan sang istri.


Gavin dan Viona pun langsung berjalan menuju mobil nya, sementara di dalam mobil Vano, Ara sedang mencari kotak P3K.


"Abang, kotak P3K nya mana? " tanya Ara pada Vano.


"Seperti nya tidak ada yang. " kata Vano pada Ara.


"Kalau begitu kita pulang dulu, buat obatin luka abang. " kata Ara pada Vano.


"Seperti nya ga akan sempat kalau kita pulang ke rumah dulu yang. " kata Vano pada Ara.


"Lalu bagaimana? " tanya Ara pada Vano.


"Kita obati luka nya di kantor saja yang. " kata Vano pada Ara.


Vano pun melajukan mobil nya menuju perusahaan sang daddy, karena hari ini ada rapat di kantor sang daddy, yang mengharuskan semua pemimpin di setiap cabang untuk hadir.


"Ayo yang. " kata Vano saat dia sudah sampai di perusahaan daddy Marvell.


"Abang, apa ga apa apa Ara ikut. '' tanya Ara pada Vano.


" Tentu saja tidak apa apa yang. " kata Vano pada Ara.


Ara pun langsung membalas uluran tangan Vano, setelah turun dari mobil, mereka berdua pun langsung berjalan masuk ke dalam perusahaan.


Vano pun membawa Ara masuk ke dalam ruangan nya, saat sudah masuk ke dalam ruangan Vano. Ara pun langsung berjalan mengambil kotak obat P3K, Ara langsung mengobati luka yang ada di sudut bibir Vano.


"Ah, perih yang. " kata Vano pada Ara.


"Lagian abang main hajar aja, jadi nya kan kena pukul. " kata Ara pada Vano.


"Abang ga suka ada laki laki yang megang tangan kamu yang, mana bilang cinta di depan kampus. " kata Vano yang kesal, saat mengingat kejadian itu.


"Iya Ara tau, tapi kan jadi nya gini, abang jadi terluka kaya gini. " Kata Ara pada Vano.


"Apa abang tau, Ara sangat takut kalau terjadi sesuatu dengan abang. " kata Ara pada Vano, yang tak terasa air mata Ara pun menetes kembali.


"Iya abang minta maaf, sudah buat kamu takut yang. " kata Vano pada Ara, tak lupa Vano pun langsung menarik Ara ke dalam pelukan nya.


"Daddy ganggu saja. " kata Vano pada daddy Marvell.


"Abang, ga boleh gitu sama daddy, itu ga sopan. " kata Ara mengingat kan Vano.


"Iya maaf yang. " jawab Vano pada Ara.


"Abang jangan minta maaf sama Ara, harus nya abang minta maaf sama daddy. " jawab Ara pada Vano.


"Maafin abang daddy, abang sudah bicara tidak sopan. " kata Vano meminta maaf pada daddy Marvell.


"Iya tidak apa apa. " jawab daddy Marvell, yang kini sudah ikut duduk di sofa.


"Abang, wajah kamu kenapa? " tanya daddy Marvell pada sang putra.


"Ga apa apa dad." jawab Vano pada daddy Marvell.


"Pasti gara gara ada yang suka sama Ara, iya kan?" tanya daddy Marvell pada sang putra.


"Kalau daddy tau, kenapa tanya. " ketua Vano pada daddy Marvell.


"Abang, ga sopan. " jawab Ara pada Vano.


"Ha,,,,, ha,,,,, ha,,,,,, kamu sangat lucu bang. '' kata daddy Marvell pada sang putra.


" Daddy menyebalkan. " kata Vano pada daddy Marvell.


"Daddy, ada apa ke sini? " tanya Vano pada daddy Marvell.


"Oh iya, hampir saja daddy lupa. " kata daddy Marvell pada sang putra.


"Daddy cuma mau bilang kalau rapat nya sebentar lagi di mulai. " kata daddy Marvell pada sang putra.


"Ya sudah dad, kita berangkat sekarang. " kata Vano pada daddy Marvell.


"Yang, kamu tunggu di sini sebentar ya. " kata Vano pada Ara, tak lupa dia juga mengusap pucuk kepala Ara.


"Iya bang. " jawab Ara pada Vano.


Vano dan daddy Marvell pun langsung berjalan keluar menuju ruang rapat, sementara Ara sedang duduk dan memain kan handphone nya.


Setelah tiga jam berlalu, akhir nya rapat tahunan pun selesai. Saat Vano masuk ke dalam ruangan nya, dia tersenyum melihat Ara yang sedang tertidur di sofa.


"Kamu pasti cape nunggu abang, sampai kamu tertidur seperti ini. " kata Vano saat dia sudah berada di sisi Ara, tak lupa dia juga mengusap pucuk kepala Ara.


Vano langsung menyelimuti Ara dengan jas nya, setelah itu Vano mencium kening Ara, setelah itu Vano berjalan menuju kursi kerja nya, dan melanjutkan pekerjaan nya.


Tak terasa jam makan siang pun tiba, Vano berjalan menuju sofa untuk membangun kan Ara, dan mengajak nya untuk makan siang.


"Yang bangun, ini sudah waktu nya makan siang." kata Vano membangun kan Ara, tak lupa dia pun mengusap pipi Ara.


" Emmm,,,,, ini jam berapa bang? " tanya Ara masih dengan suara serak nya, khas orang baru bangun tidur.


"Sudah jam dia belas yang. " jawab Vano pada Ara.


"Ya ampun, berarti aku tidur lama bang. " kata nya yang terkejut.


"Ga apa apa yang, kamu pasti cape mengerjakan tugas kuliah. " kata Vano dengan tangan yang mengusap kepala Ara.


"Ya sudah, sebaik nya kamu cuci muka dulu sekarang. " kata Vano pada Ara.


"Iya bang. " jawab Ara pada Vano, Ara pun langsung berjalan dan masuk ke dalam kamar mandi yang berada di ruangan nya.


***** T. B. C *****