
Tak terasa perkuliahan pun sudah di mulai, saat ini Viona dan Ara sudah berada di kampus yang sama tapi dengan jurusan yang berbeda, sementara Vano sudah berada di luar negri.
"Ka Ara, ayo kita berangkat. " kata Viona pada calon kaka ipar nya.
"Iya ayo. " jawab Ara pada calon adik ipar nya itu.
"Mom, dad, kami berangkat dulu. " kata Ara pada mommy Ana dan daddy Marvell.
"Iya sayang, kalian hati hati. " kata mommy Ana pada Ara dan Viona.
"Iya mom. " jawab Ara dan Viona bersamaan.
Dan mereka pu langsung mencium tangan mommy Ana dan daddy Marvell secara bergantian.
"Asalamualaikum." kata Viona dan Ara bersamaan.
"Walaikumsalam." jawab mommy Ana dan daddy Marvell.
Ara dan Viona pun langsung masuk ke dalam mobil, karena mulai hari ini Viona sudah membawa mobil nya sendiri.
Setelah Viona dan Ara pergi, daddy Marvell juga berpamitan pada sang istri.
"Sayang, daddy juga berangkat dulu ya. " kata daddy Marvell pada sang istri.
"Iya dad, daddy hati hati di jalan. " kata mommy Ana, tak lupa dia juga mencium tangan sang suami.
"Iya sayang. " jawab daddy Marvell, tak lupa dia juga mengecup kening sang istri.
"Asalamualaikum." kata daddy Marvell pada sang istri.
"Walaikumsalam." jawab mommy Ana pada sang suami.
Setelah mobil yang di kendarai suami nya sudah pergi, mommy Ana pun langsung masuk ke dalam rumah. Sedang kan putri bungsu nya, sudah pergi sedari tadi.
**** Di kampus ****
Viona dan Ara sudah sampai di kampus, mereka berdua langsung berjalan masuk ke dalam kampus.
"Ka Ara, aku langsung ke kelas ya. " kata Viona pada calon kaka ipar nya.
"Iya, aku juga mau langsung ke kelas. " jawab Ara pada calon adik ipar nya.
Mereka berdua pun langsung berpisah, dan berjalan menuju kelas nya masing masing.
Setelah sampai ke kelas nya, Viona pun langsung duduk di kursi nya. Viona langsung mengambil handphone nya dari dalam tas, dan langsung menghubungi sang suami.
"Tut,,,, tut,,, tu,,, Asalamualaikum sayang. " kata Gavin saat mengangkat panggilan dari sang istri.
"Walaikumsalam mas. " jawab Viona pada sang suami.
"Sayang, kamu sudah sampai kampus? " tanya Gavin pada sang istri.
"Iya mas, ini aku lagi nunggu dosen sekarang. " jawab Viona pada sang suami.
Mereka berdua pun melanjutkan obrolan mereka, sampai Viona menyudahi nya, karena sudah ada dosen yang masuk ke dalam kelas nya.
"Mas sudah dulu ya, dosen nya sudah masuk. " kata Viona pada sang suami.
"Iya sayang, belajar yang rajin ya. " jawab Gavin pada sang istri.
"Iya mas, asalamualaikum. " kata Viona pada sang suami.
"Walaikumsalam." jawab Gavin pada sang istri.
Setelah mendengar jawaban salam dari sang suami, Viona pun langsung menutu panggilan telpon nya, dan dia pun langsung menyimpan kembali ponsel nya ke dalam tas. Setelah itu, Viona langsung fokus pada materi yang di berikan dosen nya.
Sementara di kelas Ara, handphone Ara tiba tiba saja bergetar, Ara pun langsung mengambil nya, dan melihat siapa yang menelpon nya, senyuman Ara langsung terbit saat melihat nama si penelpon.
"Asalamualaikum bang." jawab Ara pada orang yang menelpon nya.
"Walaikumsalam, kamu lagi apa sayang? " tanya Vano pada Ara.
"Lagi nunggu dosen bang. " kata Ara pada sang kekasih.
"Aku sangat merindukan mu yang. " kata Vano pada sang kekasih.
" Blus,,,,, " wajah Ara langsung memerah mendengar perkataan sang kekasih.
"Yang kenapa diam? " tanya Vano pada kekasih nya.
"Ha,,,, ha,,,, ha,,,, pasti pipi kamu sudah merah sekarang? " tanya Vano pada sang kekasih.
"Abang ih nyebelin. " kata Ara pada sang kekasih.
"Bang, Ara tutup dulu ya, dosen nya sudah masuk." kata Ara pada sang kekasih.
"Padahal abang masih rindu yang. " kata Vano pada sang kekasih.
"Nanti kan bisa telpon lagi bang. " kata Ara pada sang kekasih.
" Ya sudah, asalamualaikum. " kata Vano pada sang kekasih.
"Walaikumsalam salam. " kata Ara pada sang kekasih.
Ara pun langsung mematikan sambungan telpon nya, dia langsung menatap lurus kedepan, dan memperhatikan dosen yang sedang memberikan materi.
Tak terasa jam istirahat pun tiba, Viona pun mengirim kan pesan untuk Ara, bahwa dia menunggu nya di kantin kampus.
"Kaka ipar, aku tunggu di kantin ya. " pesan Viona pada Ara.
"Iya." jawab Ara singkat.
Ara pun langsung berjalan keluar dari kelas nya menuju kantin, saat Ara sudah sampai di kantin, dia pun langsung duduk di samping Viona.
"Kamu sudah pesan? " tanya Viona yang sedang menikmati soto.
"Sudah, sebentar lagi juga di antar. " kata Ara pada Viona.
Tak berselang lama, makanan yang di pesan Ara pun datang. Ara langsung memakan makanan nya, saat mereka berdua sedang makan, tiba tiba saja ada seseorang yang menghampiri mereka.
"Boleh duduk di sini? '' tanya laki laki tersebut, yang langsung duduk di hadapan Ara, tanpa mendengar jawaban dari Viona dan Ara.
" Hallo, nama ku Bima. " kata nya mengulurkan tangan nya pada Ara.
Melihat itu, Viona pun langsung melakukan panggilan video call pada sang abang, tak berselang lama Vano mengangkat telpon dari sang kembaran.
"Hallo, ada apa? " tanya Vano pada kembaran nya itu.
Tanpa menjawab Viona pun langsung mengalihkan kan nya menjadi kamera belakang, dan terlihat lah ada seorang laki laki yang sedang mengajak Ara berbincang.
"Kenapa kamu diam saja, tenang saja tangan ku bersih. " kata laki laki yang bernama Bima.
"Maaf." hanya itu yang di ucapkan Ara.
Melihat sang kekasih ada yang mendekati nya, Vano pun menjadi cemburu.
"Berikan ponsel nya pada Ara. " kata Vano pada sang kembaran.
Tanpa bicara Viona pun langsung memberikan ponsel nya pada Ara, dan saat Ara melihat ponsel Viona, dia langsung tersenyum melihat wajah kekasih nya yang sedang cemberut.
"Abang kenapa? " tanya Ara pada sang kekasih.
"Yang, kamu selingkuh dari aku? " tanya Vano pada sang kekasih.
"Selingkuh, siapa yang selingkuh bang? " tanya Ara pada sang kekasih.
"Ya kamu yang, aku kuliah jauh, kamu malah bersama cowok. " kata Vano merajuk pada sang kekasih.
"Abang jangan khawatir, Ara tidak akan pernah berpaling dari abang. " kata Ara pada sang kekasih.
"Benar kah, lalu laki laki itu siapa? " tanya Vano pada sang kekasih.
"Ara ga tau bang, tiba tiba saja dia duduk di sini. " kata Ara pada sang kekasih.
"Kalau abang ga percaya, abang tanya saja pada Viona. " kata Ara pada sang kekasih.
"Baik lah sayang, abang percaya. " kata Vano pada sang kekasih.
Sementara laki laki yang tadi mengajak Ara berkenalan, dia langsung pergi dari sana.
"Ya sudah, sebaik nya abang istirahat lagi. " kata Ara pada sang kekasih.
Panggilan pun di putus Vano.
***** T. B. C *****