My Baby'S

My Baby'S
BAB 50.



Saat ini Marvell sedang berada di ruang bersalin, karena Marvell ingin menemani sang istri.Sementara keluarga yang lain, menunggu di luar ruang bersalin.


"Daddy sakit. " kata Ana pada sang suami.


"Sabar ya mom, kamu pasti bisa, kamu mommy yang hebat. " kata Marvell memberi semangat pada sang istri.


"Nona muda, pembukaan nya sudah sempurna. " kata dokter yang menangani Ana.


"Baik nona, sekarang ikuti intruksi saya. " kata dokter lagi.


Marvell pun masih menggemgam tangan sang istri.


"Baik nona, sekarang tarik napas hembuskan, tarik napas hembuskan dan dorang. " kata dokter pada Ana.


"Arghhhhh...... " Ana mengikuti intruksi sang dokter.


Ana terus melakukan apa yang di perintahkan sang dokter, sampai pada dorongan yang ketiga.


"Arghhhhh,,,,, "


"Oek..... oek..... oek..... " suara tangisan bayi mengisi ruang persalinan tersebut.


Mendengar itu, Marvell langsung mengecup kening sang istri dan mengucapkan terimakasih.


"Terima kasih mom, kamu memang mommy terhebat. " kata Marvell pada sang istri.


Ana hanya membalas nya dengan senyuman, suster pun membawa baby girl dan memberikan nya langsung pada sang mommy.


Dokter pun meletakkan baby girl tersebut di atas dada Ana, dan dengan insting nya dia pun mencari sumber kehidupan nya, dan saat sudah menemukan nya baby pun langsung m*ngh*s*p nya.


Ana sedikit meringis, melihat itu Marvell langsung mengusap kepala sang putri.


"Dede pelan-pelan saja, tidak akan ada yang memerintah nya. " kata Marvell pada sang putri.


Seolah mengerti perkataan sang daddy nya, putri nya pun langsung memelan kan h*s*p*n nya.


"Wah dede sangat pintar. " kata Marvell pada sang putri.


"Maaf tuan, nona, saya akan membersihkan nona muda kecil terlebih dahulu, sebelum di pindah kan ke ruang rawat. " kata suster menjelaskan.


"Baik sus. " kata Marvell dan Ana bersamaan.


Suster pun mengambil bayi nya, dan langsung membersihkan nya. Ana pun sudah selesai mendapatkan penanganan, dan langsung mendorong brankar di mana ada Ana di atas nya.


Ana pun langsung di bawa menuju ruang rawat VVIP, tak berselang lama baby girl pun di bawa masuk ke ruangan di mana mommy nya di rawat.


Viona langsung menghampiri box bayi dan melihat sang adik.



"Wah dede sangat cantik. " kata Viona setelah melihat sang adik.


Marvell yang mendengar nya pun langsung menghampiri sang putri, dan berjongkok mensejajarkan tinggi bandan nya dengan sang putri.


"Kaka juga sangat cantik. " kata Marvell dengan mengelus sang putri.


"Benar kah daddy? " tanya Viona pada sang daddy.


"Tentu saja, kaka waktu baru lahir juga sama cantik seperti dede. " kata Marvell pada sang putri.


Marvell tidak mau kalau nanti nya Viona meras tidak di sayangi, setelah kehadiran sang adik.


"Daddy boleh minta sesuatu pada kaka. " kata Marvell pada sang putri.


"Apa daddy? " tanya Viona.


"Daddy mau kaka menyayangi dede, kaka tidak boleh iri kalau nanti mommy menghabiskan waktu banyak dengan dede. " kata Marvell pada sang putri.


"Tentu saja daddy, Viona tau dede masih kecil, jadi mommy harus banyak waktu buat jagain dede. " kata Viona pada sang daddy.


"Tapi daddy jangan khawatir, kaka akan bantu mommy buat jagain dede. " kata Viona.


Mendengar perkataan Viona, membuat semua orang yang ada di sana tersenyum dan bangga.


"Kaka kemari. " kata Ana pada sang putri.


"Ada apa mom? " tanya Viona pada sang mommy


"Terima kasih kaka mau bantu mommy, buat jagain dede. " kata Ana pada sang putri.


"Mommy sayang kaka. " kata Ana lagi pada sang putri.


"Kaka juga sayang mommy dan semua nya. " kata Viona pada sang mommy.


Ana pun langsung memeluk sang putri, tak lupa dia juga mencium pucuk kepala sang putri dengan sayang.


Akhir nya mereka pun melanjutkan obrolan mereka semua, sedangkan anak-anak melihat baby girl.


"Daddy, kaka lupa, siapa nama dede? " tanya Viona pada sang daddy.


Dan pertanyaan itu membuat semua orang yang berada di sana langsung melihat pada Marvell, Marvell yang di lihat hanya tersenyum.


" Kami akan memberi nya nama Alice putri pradipta. " kata Marvell pada semua nya.


"Dede Alice. " kata Viona pada sang daddy.


"Iya sayang, kaka bisa panggil dede Alice. " kat kata Marvell pada sang putri.


Tak terasa malam pun tiba, sebagian orang sudah pulang ke rumah masing-masing, tapi tidak dengan anak-anak. Mereka tidak mau pulang ke rumah, mereka ingin ikut menjaga sang adik.


Mereka semua memilih tidur di bawah, Marvell sudah meminta bi Sumi dan pa Agus membawakan karpet tebal, bantal dan juga selimut untuk anak-anak.


Tak terasa malam kian larut, anak-anak pun sudah terlelap.


"Mom, sebaik nya istirahat dulu, sebelum nanti dede bangun. " kaya kata Marvell pada sang istri.


"Iya dad, daddy juga harus istirahat. " kata Ana pada sang suami.


"Iya mom. " kata Marvell pada sang istri.


Tak membutuhkan waktu lama, Ana pun sudah terlelap, begitu pun dengan Marvell, dia sudah terlelap bersama dengan anak-anak di karpet tebal.


Tepat tengah malam baby Alice pun terbangun, Marvell langsung menggendong nya. Marvell langsung membawa baby Alice ke arah ranjang, karena baby Alice seperti nya sudah lapar.


"Mom bangun, seperti nya dede sudah lapar. " kata Marvell pada sang istri.


"Eugggggg,,,,, " lenguh Ana.


"Ada apa dad? " tanya Ana dengan suara serak nya.


"Ini dede seperti nya sudah lapar mom. " kata Marvell pada sang istri.


Ana pun langsung membenarkan posisi nya menjadi duduk, setelah Ana duduk dengan nyaman, Marvell memberikan baby Alice pada Ana untuk di berikan ASI.


Setelah merasa kenyang, baby Alice pun langsung tertidur kembali. Marvell langsung mengambi nya dari gendongan sang istri, dan memindahkan nya lagi ke dalam box bayi.


Setelah itu Marvell langsung mengambilkan minum untuk Ana.


"Mom minum dulu. " kata Marvell memberikan segela air putih untuk sang istri.


"Terima kasih dad. " kata Ana yang langsung mengambil dan meminum nya.


Setelah selesai Ana menaruh gelas yang sudah di minum setengah nya itu di atas nakas dekat ranjang nya.


"Sekarang mommy istirahat lagi. " kata Marvell, tak lupa dia juga mengelus pucak kepala sang istri.


"Iya, daddy juga istirahat. " kata Ana pada sang suami.


"Iya mom. " jawab Marvell pada sang istri.


Akhir nya mereka pun tidur di tempat masing-masing. Tak terasa pagi pun tiba, Ana sudah terbangun terlebih dahulu.


Ana tersenyum melihat anak-anak dan sang suami masih tertidur, Ana pun langsung membenarkan posisi nya menjadi duduk.


Tak lama kemudian Marvell pun terbangun, di susul dengan anak-anak.


***** T. B. C*****