My Baby'S

My Baby'S
Part 36.



Gavin pun langsung menatap sang istri, Gavin pun langsung membalas ciuman sang istri. Lama kelamaan ciuman mereka pun berubah menjadi l*m*t*n.


"Sayang,,,,,,,, " kata Gavin dengan suara serak nya, karena dia sudah sangat di liputi gairah yang sudah tidak bisa di bendung lagi.


Viona yang mengerti dengan maksud sang suami, dia pun langsung mengangguk kan kepala nya, melihat itu Gavin pun langsung tersenyum dan mencium kembali bibir sang istri.


Ciuman Gavin pun perlahan turun ke leher putih sang istri, yang masih tercium harum wangi sabun. Gavin pun langsung mencium dan m*ny*s*p nya, sehingga meninggalkan jejak kepemilikan di sana.


Perlahan namun pasti, tangan Gavin pun berhasil membuka bathrobe yang di pakai sang istri. Walaupun sudah menikah beberapa bulan yang lalu, tapi ini kali pertama Gavin melihat tubuh mulus sang istri yang hanya menggunakan d*l*m*n saja, Viona langsung menyilangkan tangan nya di dada nya.


"Sayang, kenapa di tutupi? " tanya Gavin pada sang istri, dan tak lupa dia juga menyingkirkan tangan sang istri.


"Aku malu mas. " jawab Viona pada sang suami, dan wajah Viona pun sudah semakin merah.


"Kenapa harus malu sayang, aku kan suami mu. " kata Gavin pada sang istri.


Gavin pun mulai mencium kembali bibir Viona, Gavin pun menggigit pelan bibir bawah Viona. Saat bibir Viona terbuka, Gavin pun langsung memasukkan lidah nya.


Setelah puas dengan bibir sang istri, ciuman Gavin pun turun ke leher Viona. Gavin meninggalkan banyak jejak kepemilikan di sana, saat ini Gavin sudah berada di bukit kembar milik sang istri yang entah sejak kapan sudah polos.


Gavin pun mulai mencium nya, dan memberikan jejak di sana. Saat ini wajah Gavin sedang m*ny*s* seperti bayi, sementara tangan yang satu nya m*r*m*s bukit kembar yang satu nya,


Mendapat kan perlakuan seperti itu membuat Viona tanpa terasa mengeluar kan d*s*h*n nya, yang membuat Gavin semakin bergairah.


"Ahhhh,,,,,mas,,,,, " d*s*h an Viona.


"Sayang, aku sudah tidak tahan lagi. " kata Gavin pada sang istri.


"Aku mulai sekarang. " kata Gavin lagi pada sang istri.


"Iya mas, tapi pelan pelan, aku takut. " kata Viona pada sang suami.


"Iya sayang. " kata Gavin pada sang istri.


Gavin pun langsung membuka semua baju nya, melihat tubuh polos sang suami, wajah Viona pun semakin memerah.


"Sayang, sekarang ya? " tanya Gavin pada sang istri, dan hanya di jawab anggukan oleh sang istri.


"Ahhh,,,,, mas sakit,,,,, " kata Viona pada sang suami.


Gavin pun langsung mencium kembali bibir sang istri, untuk mengalihkan kan rasa sakit nya, setelah di rasa sang istri sudah lebih baik, Gavin pun melanjutkan aktivitas nya.


Setelah pelepasan kedua nya, mereka pun memutus untuk membersihkannya diri mereka, sebelum mereka beristirahat, karena hari sudah semakin larut.Saat Viona akan turun dari atas tempat tidur nya, Viona merasakan sakit di area sensitif nya.


"Ahhhh,,,,, " ringis Viona saat dia akan berjalan menuju kamar mandi.


"Sayang, kenapa? " tanya Gavin pada sang istri.


"Sakit mas. " kata Viona pada sang suami.


"Maaf sayang. " kata Gavin pada sang istri, dia merasa bersalah sudah membuat sang istri kesakitan.


"Ga apa apa mas, ini kan sudah menjadi kewajiban Viona sebagai seorang istri. " kata Viona pada sang suami.


Tanpa bicara, Gavin pun langsung menggendong sang istri.


"Sudah sayang, biar mas bantu kamu ke kamar mandi. " jawab Gavin pada sang istri.


Gavin pun langsung membawa Viona ke dalam kamar mandi, setelah sampai dia mendudukan Viona di bathub. Kemudian Gavin mengisinya dengan air hangat, agar sang istri bisa berendam.


Sementara Gavin sendiri, dia langsung membersihkan tubuh nya di bawah guyuran shower air hangat.


"Sayang, mas duluan ya, kalau sudah selesai kamu panggil aja. " kata Gavin pada sang istri, tak lupa dia juga mengusap pucuk kepala sang istri.


"Iya mas, aku masih mau berendam dulu sebentar lagi. " kata Viona pada sang suami.


Setelah mendengar perkataan sang istri Gavin pun langsung berjalan keluar dari kamar mandi, Gavin langsung berjalan menuju lemari pakaian. Setelah dia memakai baju nya, Gavin pun langsung berjalan menuju tempat tidur, dan dia langsung mengganti seprei nya.


Saat Gavin sedang melepaskan seprai nya, dia tersenyum saat melihat ada noda darah di seprai nya.


Tak berselang lama, Viona pun sudah keluar dari kamar mandi, dan dia berjalan dengan perlahan.


"Mas, sedang apa? " tanya Viona pada sang istri.


"Sayang, kenapa tidak panggil mas kalau sudah selesai mandi nya. " kata Gavin pada sang istri.


"Ga apa apa mas, lagian sekarang sudah bisa di bawa buat jalan ko mas. " kata Viona pada sang istri.


"Ya sudah, sebaik nya kita istirahat dulu sekarang." kata Gavin pada sang istri.


"Iya mas. " kata Viona pada sang istri.


Akhir nya Gavin dan Viona pun langsung naik ke atas tempat tidur, dan mereka berdua pun langsung merebahkan diri nya. Tak lupa, Viona pun langsung memeluk sang suami, Gavin pun langsung membalas pelukan sang istri.


Tak membutuhkan waktu lama, Viona dan Gavin pun sudah terlelap. Tak terasa jam pun sudah menunjukkan waktu subuh akan segera tiba, Viona mulai mengerjapkan mata nya. Viona tersenyum, saat dia melihat sang suami yang masih terlelap.


"Mas bangun, sebentar lagi subuh. " kata Viona pada sang suami.


"Emmm,,,, iya sayang. " kata Gavin pada sang istri.


Akhir nya Gavin dan Viona pun langsung turun dari atas tempat tidur nya, dan mereka berdua langsung masuk ke dalam kamar mandi, untuk mengambil air wudhu secara bergantian.


Setelah mereka selesai sholat subuh berjamaah, mereka berdua pun kembali lagi naik ke atas tempat tidur dan mereka berdua pun terlelap kembali.


Mereka berdua bangun tepat pukul delapan pagi, Viona dan Gavin pun membersihkan diri nya secara bergantian. Setelah selesai, Gavin pun duduk di samping sang istri dan langsung memeluk nya.


"Sayang, kamu mau sarapan di sini atau kita cari keluar? " tanya Gavin pada sang istri.


"Kita sarapan di luar saja ya mas. " kata Viona pada sang suami.


"Baik lah kalau begitu, lebih baik sekarang kita siap siap dulu. " kata Gavin pada sang istri.


"Siap suami ku sayang. " kata Viona pada sang istri, tak lupa dia juga tersenyum sangat manis.


Setelah sepuluh menit, akhir nya mereka berdua pun sudah selesai bersiap siap, Gavin dan Viona pun langsung berjalan menuju keluar kamar untuk jalan jalan.


***** T. B. C *****